Lavender Promo 2

Mengenal Essential oil membuat saya begitu bahagia, bagaimana tidak? Sudah alami, bermanfaat, wangi lagi. Sebelum menggunakan essential oil dari Young Living, saya sudah menggunakan essential oil dari berbagai merk termasuk dari salah satu produck lokal dari Bali yang cukup terkenal namun masih ramah di kantong.

Suatu hari saya membali essential oil dari sebuah toko di Jogja, karena murah meriah dengan semangat saya membeli 4 sekaligus dengan berbagai jenis aroma. Nah suatu hari kok saya merasakan hidung saya gatal dan sesak di dada, dan itu terjadi tiap kali saya menggunakan essential oli tersebut.

Nah lama kelamaan saya mulai dikenalkan essential oil oleh teman saya mbak Hanita yang saat ini sedang stay di Amerika. Sebuah essential oil yang AJIB bin AJAIB menurut saya, namun memang harganya lumayan mahal.

Namun begitu saya menggunakan essential oil dari young living, rasa gatal di hidung dan sesak nafas langsung hilang, dan ruang relaksasi (tempat saya ngantor) terasa begitu menyegarkan dan menenangkan.

Mahal! Ya memang, namun ONO REGO , ONO RUPO itulah filosofi yang pas untuk essential oil ini. Mengapa harganya begitu mahal?

Produk Essential Oil dari Young Living merupakan PURE THEURAPEUTIC GRADE Essential Oil. Jadi yang memang aman untuk dioles, dihirup dan dikonsumsi langsung maupun dicampur makanan/minuman. Karena minyak esensi ini adalah asli berasal dari tumbuhan, tanpa bahan campuran maupun pengawet sehingga aman untuk dikonsumsi.

Penggunaan Essential Oil ini cukup 1-3 tetes aja pada bagian yg dibutuhkan, tidak perlu terlalu banyak karena sifatnya sangat konsentrat. Seandainya bidang yg ingin digunakan agak lebar (misalnya di dada), campur dengan carrier oil seperti vegetable oil (minyak zaitun, minyak almond, minyak kelapa murni, dsb).

Ini tidak menghilangkan/mengurangi khasiatnya, namun akan efektif sebagai media penyebaran Essential Oil ini. Lavender bisa mungkin salah satu minyak esensial yang paling serbaguna di dunia, Penggunaan terapi Lavender pertama kali didokumentasikan secara ilmiah ketika seorang ilmuwan Perancis, Ren̩ Gattefosse (1881 Р1950), menggunakannya untuk membantu menyembuhkan tangannya dan mempromosikan regenerasi kulitnya karena luka bakar saat terbakar dilaboratorium.