Mendapatkan apa yang Anda inginkan untuk memperoleh pengalaman melahirkan yang positif itu penting

Ingatkah Anda ketika Anda bertanya kepada ibu Anda dan menanyakan proses ketika ibu melahirkan Anda? Wah si ibu akan dengan lancar dan detail menceritakan kronologis kejadian seputar kehamilan dan persalinannya dulu. Padahal mungkin itu sudah 25 tahun yang lalu. Dan ketika Anda menanyakan kepada nenek bagaimana critanya saat melahirkan ibu Andapun nenek dengan lancar dan fasih akan menceritakan kronologisnya padahaln itu bisa jadi 50 tahun yang lalu, namun si nenek akan dengan lancarnya bercerita kepada Anda bahkan seolah-olah beliau sedang bernostalgia dengan masa lalu. Nah itu adalah gambaran bahwa proses dilahirkan dan melahirkan adalah peristiwa yang sangat fenomenal dan sangat di kenang oleh setiap wanita.Nenek/Ibu adalah figure dan sosok bagi Anda. Tentunya Anda akan lebih mempercayai mereka dibandingkan dengan siapapun di lingkungan Anda bukan? Apalagi jika ibu adalah figure yang sangat kuat bagi Anda tentu Anda akan menganggap apapun yang dikatakan dan diceritakan sang ibu adalah benar adanya. Benar demikian bukan?

Nah sekarang, bayangkan jika sang ibu dan sang nenek bercerita tentang pengalaman saat melahirkan ibu Anda dan Anda dengan sukacita dan menyatakan bahwa proses persalinan mereka berjalan sangat mudah dan lancar juga menyenangkan. Apa yang Anda rasakan? Lega, bahagia..senang juga semangat mungkin. Namun apa jadinya apabila mereka mengatakan yang sebaliknya? Bahwa proses persalinan mereka sungguh menyiksa, menyakitkan dan membuat mereka berfikir 2 kali bahkan 5 kali untuk hamil dan melahirkan lagi? Bagaimana perasaan Anda> takut, cemas, kawatir dan sedih adalah perasaan yang bisa dipastikan hinggap di hati dan pikiran Anda ketika itu.

Sebuah pengalaman melahirkan yang baik harus bahagia dan memuaskan, serta aman.Dan Anda lebih mungkin untuk memiliki pengalaman yang baik tersebut jika Anda membangun komunikasi yang baik dengan dokter atau bidan sejak awal. Biarkan dokter atau bidan tahu apa yang Anda inginkan.Jika ia tidak setuju dengan keinginan Anda, jauh lebih baik untuk mengetahuinya ketika Anda masih hamil dibandingkan Anda baru mengetahui ketidak setujuan mereka dengan permintaan Anda ketika Anda berada di detik-detik menjelang persalinan. Karena jika ini terjadi Anda tak mungkin mempunyai cukup waktu untuk mencari alternative lain. Beda halnya dengan apabila anda sudah mengetahui sejak awal tentang ketidaksetujuan bidan/dokter terhadap beberapa permintaan Anda, setidak nya Anda mempunyai cukup waktu untuk bernegosisasi ataupun mencari alternative lain dengan kepala dingin.

Nah point apa saja yang bisa tanyakan dan komunikasikan kepada bidan/dokter (provider) Ketika Anda melakukan kunjungan pertama kehamilan Anda:

  1. Tanyakan kepada resepsionis tentang biaya untuk dokter untuk persalinan per vagina, dan juga untuk operasi caesar.Tanyakan dan cros check dengan pihak asuransi Anda apakah pihak asuransi Anda sepenuhnya akan menutupi biaya untuk persalinan per vagina atau operasi Caesar.
  2. Tanyakan kepada klien lain yang pernah melahirkan di tempat yang Anda maksudkan, tanyakan kepada mereka bagaimana pengalaman mereka terhadap pelayanan yang mereka terima ketika melahirkan.
  3. Tanyakan pula bagaimana pengalaman mereka dan cari tahu apakah pihak provider menghormati permintaan ibu dan apabila permintaan ibu di tolak tanyakan apa dan alasannya mengapa ditolak. Untuk itu ada baiknya Anda mengenal para ibu lain yang mungkin anda temui ketika Anda melakukan kunjungan Antenatal. Setidaknya untuk saling sharing pengalaman.
  4. Jika Anda memiliki keraguan bahwa dokter atau bidan anda adalah orang yang tepat untuk Anda, maka berusahalah untuk mencari orang lain atau menemukan seseorang yang lebih kompatibel. Jangan abaikan rasa kurang sreg atau rasa sungkan ketika Anda melakukan kunjungan Antenatal dan menentukan dokter atau bidan mana yang akan menolong Anda.
  5. Jika dokter atau bidan tampaknya tepat untuk Anda, tanyakan apakah mereka (dokter) akan tetap menolong dan mendampingi Anda walaupun Anda melahirkan di akhir pecan atau hari libur misalnya. Karena beberapa kasus di RS terjadi bahwa secara tiba-tiba si ibu langganan dokter A harus di damping dokter F yang notabenenya tidak dia kenal sama sekali sebelumnya hanya gara-gara saat itu si ibu melahirkan di hari minggu dan dokter A tidak jaga. Untuk itu sejak awal kunjungan tanyakan dan tentukan alternative dokter atau bidan ketika mereka yang bersangkutan oleh suatu hal dan sebab terpaksa tidak bisa mendampingi Anda di hari H. ini akan sangat membantu Anda agar tidak cemas ketika hari H nanti.
  6. Beberapa dokter dan bidan sangat sensitif, dan beberapa bahkan jengkel ketika kliennya bertanya tentang prosedur kebidanan dan obat-obatan. Oleh karena itu, cobalah untuk hati-hati ketika membuka diskusi, akan lebih baik jika Anda menghindari kesan menggurui atau memerintah karena seringkali dokter dan bidan sensitive sehingga ketika mereka merasa digurui oleh Anda maka secara tak langsung mereka akan merasa kesal dengan Anda.
  7. Ketika Anda mempunyai beberapa permintaan khusus misalnya tentang penundaan pemotongan tali pusat, atau IMD kepada provider namun mereka menolaknya jangan langsung patah arang. Cobalah untuk pelan-pelan “merayu” mereka tentunya di kunjungan berikutnya dan berikutnya lagi. Yang penting ingatlah untuk mengkomunikasikan dengan damai. Dan ketika mereka menyangsikan kegunaan dan keuntungan dari permintaan khusus Anda tersebut secara ilmiah, cobalah untuk membawa beberapa literature dan bukti ilmiah (EBM) untuk menguatkan argumentasi Anda.
  8. Yang terpenting adalah jangan biarkan Anda datang berkunjung ke bidan atau dokter dengan “kepala kosong” artinya Anda harus banyak baca, banyak belajar dan berdayakan diri Anda dan ketahui apa yang terjadi pada diri Anda, tak ada salahnya belajar sedikit tentang ilmu kebidanan karena dengan demikian Anda bisa lebih kritis lagi.
  9. Jadilah klien yang kritis dan bijak. Jangan serta merta “menyerahkan” tubuh Anda kepada bidan atau dokter seperti menyerahkan mobil rusak kepada montir tanpa mengetahui onderdil apa yang akan diperbaiki atau mungkin dig anti. Ingat ini tubuh Anda, bayi Anda dan hidup Anda selain itu Andapun membayar mereka maka jadilah klien yang SMART. Yang selalu menggunakan BRAIN ketika mengambil sebuah keputusan medis.

Link: http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=262:gunakan-brain-pada-saat-mengambil-keputusan-dalam-persalinan&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

Berikut ini beberapa contoh pertanyaan penting lainnya kepada dokter atau bidan meliputi:

  • “Apakah saya bisa minum air dan makan makanan ringan di saat persalinan?”
  • “Berapa % dari pasien Anda yang diperbolehkan untuk berjalan-jalan selama persalinan?”
  • “Berapa % dari pasien Anda yang diperbolehkan atau diberikan kebebasan untuk melahirkan dalam posisi tegak atau alternatif?”
  • ” Berapa % dari pasien Anda yang tidak diberikan obat sama sekali selama persalinan? Apa obat yang Anda sering diberikan kepada ibu selama persalinan? Apa resiko obat tersebut kepada saya dan bayi saya? Bisakah saya membaca label produsen (lembar informasi ) untuk obat-obatan? “
  •  “Ketika Anda mendengarkan detak jantung janin selama kehamilan dan persalinan, apakah Anda menggunakan fetoscope atau USG?”
  • “Berapa % dari pasien Anda yang tidak dilakukan episiotomi?”
  • ” Berapa % dari pasien Anda yangSC atau berakhir di meja operasai setelah sekian lama dengan berbagai kasus tentunya mencoba untuk persalinan normal?”
  • “Berapa % dari pasien Anda yang dilakukan induksi persalinan? Rata=-rata apa factor penyebabnya? Dan bagaimana rata-rata “ending” nya?

Mendapatkan catatan medis Anda

Selain bertanya secara detail pada provider, cobalah untuk meminta salinan rekam medis Anda dan bayi Anda dari rumah sakit setelah melahirkan. Namun beberapa kali permintaan ini cenderung membuat dokter dan rumah sakit khawatir tentang kemungkinan Anda gugatan akibat malpraktik medis. Oleh karena itu, jika Anda ingin memiliki salinan Anda dan catatan bayi Anda, ungkapkan permintaan Anda ini di kunjungan awal prenatal Anda. Nah berikut ini contoh kalimat yang bisa Anda adopsi:

“saya ingin mempunyai salinan rekam medis selama saya kunjungan, bersalin dan selama bayi saya di rawat di RS ini termasuk catatan asuhan kebidanan (ASKEB), form pemantauan, hasil pemeriksaan dll untuk menyimpan sebagai catatan saya sendiri. Apakah ini memungkinkan?”

“Berapa biaya yang harus saya tambahkan untuk memperoleh salinan catatan-catatan atau rekam medis Anda?”

Jika Anda ditawari sebuah ringkasan atau abstrak dari catatan Anda, bukan catatan yang lengkap, perlu diingat bahwa ringkasan dapat menghilangkan informasi yang Anda mungkin dapat temukan. Dokter atau bidan bisa menolak permintaan Anda untuk memberikan salinan catatan medis Anda.

Pastikan dokter kandungan atau bidan dan rumah sakit dan staf obstetrik tahu apa yang Anda inginkan

Buatlah daftar preferensi Anda. Inilah yang disebut BIRTH PLAN Mulailah dengan menulis daftar: “Jika tidak ada kontraindikasi medis, saya akan seperti berikut:

———

———

———, Dll ”

Membuat tiga salinan. Satu untuk Anda, dua untuk dokter dan bidan yang merawat anda yang ada di ruang persalinan nanti. Dan Mintalah salinan dari permintaan Anda dan preferensi dilampirkan pada salinan catatan pranatal di rumah sakit sebelum tanggal HPL Anda.

Catatan tentang apa saja yang bisa Anda tulis di Birth Plan dapat Anda temukan di :

http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=374:mari-menyusun-birth-plan-perencanaan-persalinan&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=302:pentingnya-rencana-persalinan-birth-plan-untuk-anda&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

 

semoga bermanfaat

Salam hangat

Yesie