Pilih Nyeri Ngeri atau Nyeri Nikmat?

Membahas tentang nyeri, apalagi dalam proses persalinan tentu menjadi sebuah pembahasan yang menarik. Dan mungkin tidak ada habisnya.

Beberapa orang mempunyai pendapat bahwa Nyeri yang dirasakan oleh seorang ibu yang melahirkan adalah sebuah rasa nyeri yang menakutkan dan mengerikan. Sehingga berbagai cara digunakan untuk menghilangkan atau mungkin sekedar mengurangi rasa nyeri tersebut.

Ada juga beberapa orang yang berpendapat bahwa nyeri dalam proses persalinan harus di alami semua wanita yang sedang melahirkan. Hingga ada beberapa pernyataan bahwa “yang namanya melahirkan ya harus sakit/nyeri. Karena kalau tidak sakit berarti bukan melahirkan”

“nyeri dalam proses persalinan adalah wujud dari lahirnya IBU. Sehingga jika mau disebut IBU ya harus mengalami nyeri tersebut”

 

karena itulah rasa sakit saat melahirkan adalah sebuah pengalaman yang di takutkan dan dicemaskan oleh semua wanita. Bahkan tidak jarang seorang wanita akhirnya memilih untuk melakukan operasi SC karena mereka menghindari rasa nyeri tersebut.

 

Pengalaman rasa sakit tidak mudah untuk dipahami. Nyeri tidak hanya proses merupakan proses biologis. Tentu saja, rasa sakit adalah proses neurobiologic, tapi, itu juga merupakan pengalaman yang melibatkan emosional; rasa ini membawa kenangan dari pengalaman menyakitkan masa lalu; dan, ada kesadaran dari rasa sakit yang dapat diubah atau dimodifikasi. Pengalaman nyeri bervariasi dari individu ke individu dan dari budaya ke budaya. pengaruh budaya tentang persepsi akan rasa nyeri memodifikasi cara bangsa dan budaya saat mengatasinya. Rasa sakit dari operasi atau cedera disebut nyeri akut. rasa sakit ini memiliki tujuan biologis. Rasa ini memberitahu kita di mana kita terluka sehingga kita dapat melindungi diri kita sendiri. Nyeri ini juga mengaktifkan mekanisme pertahanan tubuh yaitu melawan dan menghindar yang melindungi kita ketika kita terancam oleh lingkungan yang tidak bersahabat. Sama halnya dengan nyeri saat proses persalinan, nyeri ini adalah cara tubuh dan janin kita berkomunikasi.

 

Nyeri pada proses persalinan TIDAK merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang salah. Nyeri persalinan membantu Anda menentukan apa yang terjadi dalam tubuh Anda, Anda masuk ke dalam tahapan yang mana dan tindakan apa yang mungkin Anda ambil, untuk beradaptasi dan menikmati rasa nyeri ini

Ini adalah rasa sakit dengan tujuan positif. Nyeri persalinanlah yang menyebabkan bayi Anda lahir. Dan ini sangat berbeda dari rasa sakit cedera, infeksi, atau penyakit kronis.

Pandangan medis tentang melahirkan dan rasa sakit
Untuk memahami rasa sakit ini ada hal yang harus ditinjau ulang yaitu konsep rasa sakit karena penyakit, dan rasa sakit kelahiran. Dan ilmu kedokteran Barat.menginterpretasi bahwa:

  1. Persalinan adalah penyakit dan bukan proses alamiah. 
    Kenapa bisa demikian? Ya…karena di tempat pelayanan kesehatan, baik itu Rumah Sakit, Klinik Bersalin, Bidan Praktek Swasta, sebutan untuk ibu hamil atau ibu melahirkan adalah PASIEN bukan KLIEN. Dimana secara otomatis pikiran bawah sadar kita merekam bahwa PASIEN adalah sebutan atau juk=lukan yang di sandang oleh orang sakit.

Ya..biasanya Anda akan di panggil sebagai PASIEN.bukan sebagai TAMU atau KLIEN. Bahkan ketika Anda hendak masuk ke RS pun Anda harus lewat di Unit Gawat Darurat dahulu. Seolah olah proses melahirkan adalah proses kegawatdaruratan.

  1. Semua rasa sakit dan nyeri harus didiagnosis, dipantau dan dihilangkan. 
    dalam ilmu kedokteran Modern, khususnya ilmuwan, percaya bahwa kita harus mampu menguasai lingkungan kita dan hidup kita untuk menghindari rasa sakit dan bahkan kematian.Sehingga tidaklah heran, bahwa berbagai cara secara medis dilakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa sakit tersebut. Namun Perempuan dalam beberapa suku yakin dan percaya dalam tubuh mereka di design untuk melahirkan secara alami.
    Pada beberapa kelompok orang sakit adalah sesuatu yang diasumsikan sebagai .
  2. Sistem kesehatan dibangun dan berfokus pada bencana/komplikasi/resiko komplikasi dan mereka seolah diharapkan terjadi. 

Jika Anda menganggap bahwa kebanyakan persalinan itu akan berlangsung normal dan tanpa komplikasi serius (80% atau lebih), namun mengapa fakta di lapangan adalah semua kamar bersalin dilengkapi dengan peralatan berteknologi tinggi, seolah akan terjadi komplikasi yang berat terhadap setiap ibu yang melahirkan.
Kamar-kamar persalinan di design tidak untuk mengurangi masalah untuk mendukung proses normal kelahiran, tetapi untuk mencoba mengatasi resiko yang di anggap potensial terjadi (Suzane Arms).

Ketakutan adalah sebuah elemen yang memenuhi pemikiran para tenaga kesehatan, yang kadang-kadang tanpa disadari seringkali menyebabkan mereka kehilangan akal sehat. 

Bagaimana cara mengatasi rasa sakit/nyeri?

Belajar untuk mengatasi rasa sakit bukanlah konsep baru bagi kebanyakan wanita. Setiap orang telah mengalami rasa sakit, dan sebagian besar dari kita sudah mengidentifikasi langkah-langkah yang membantu mengatasinya. Berikut adalah beberapa ide yang dapat membantu dengan melahirkan.

Coba teknik yang Anda rasa membantu mengatasi rasa sakit, seperti kompres dingin saat Anda sakit kepala atau cedera. Jika Anda pernah melahirkan sebelumnya tentu Anda akan berpikir tentang yang teknik dan manajemen nyeri yang bagaimana yang Anda rasa paling sukses dalam membantu Anda dalam mempersiapkan persalinan lagi. Jika Anda merasa agak tidak berhasil dalam mengatasi nyeri persalinan sebelumnya, Anda mungkin takut atau gugup ketika Anda berpikir tentang proses itu lagi. Luangkan waktu untuk mengakui ini dan mengakui bahwa ini adalah perasaan yang normal.

Mengidentifikasi bagaimana Anda mengekspresikan rasa sakit itu penting. Beberapa budaya mengharapkan seorang wanita harus tahan akan rasa sakit, sehingga saat kontraksi, menangis dan menjerit itu “pamali” atau di anggap “memalukan”. Namun ada juga budaya yang justru mengharapkan ekspresi yang berbeda. Tentu saja semua orang bisa masuk di mana saja di sepanjang proses ini. Anda mungkin hanya mengerang, menutup mata dan menangis. Namun Anda juga bisa saja menjerit berteriak, bereaksi berlebihan bahkan bersumpah untuk tidak mengalami ini lagi.

Lalu mulailah membangun harapan yang realistis tentang nyeri persalinan. Beberapa metode persiapan melahirkan berbicara tentang menghilangkan ketidaknyamanan bahkan menghilangkan rasa nyeri saat melahirkan. yang mungkin “iklan” ini menyebabkan Anda untuk percaya bahwa rasa sakit akan benar benar hilang. Namun,ternyata kebanyakan wanita melaporkan bahwa melahirkan adalah usaha yang keras dan tindakan manajemen nyeri dan meningkatkan kenyamanan jarang bisa menghilangkan rasa sakit. Apa yang bisa mereka lakukan adalah memberikan alat untuk meminimalkan jumlah rasa sakit Anda rasakan, efektif mengatasi rasa sakit yang Anda alami, dan menghemat energi Anda untuk dapat secara efektif melahirkan.

Berikan diri Anda untuk memiliki pengalaman Anda sendiri dalam menanggapi, rasa sakit yang terkait dengan persalinan. Persiapan terbaik adalah untuk tetap terbuka dan mau menerima pengalaman.

 

Apa yang menyebabkan rasa sakit saat melahirkan?

Secara teoritis, penyebab rasa nyeri pada saat proses persalinan ada beberapa hal antara lain:

Penyebab nyeri (biasanya)

  1. rahim kekurangan oksigen (uterine hypoxia)
  2. bagian terendah dari rahim meregang
  3. Kontraksi Rahim
  4. Stretching pada serviks saat membuka
  5. Stretching dari ligemen ligament pada panggul dan tekanan kepala bayi pada panggul
  6. Faktor psikis dan emosi ibu
  7. Vagina dan perineum yang meregang pada kala II

Penyebab lain:

  1. posisi dan presentasi bayi
  2. bayi besar
  3. beberapa factor emosional dan ketegangan psikis
  4. segmen bawah Rahim yang terlalu kaku (rgid)
  5. aliran darah ke rahi yang terganggu
  6. kontraksi rahim yang tidak teratur
  7. panggul sempit atau disporposi kepala panggul

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *