Pilih Nyeri Ngeri atau Nyeri Nikmat?

3315 0

Membahas tentang nyeri, apalagi dalam proses persalinan tentu menjadi sebuah pembahasan yang menarik. Dan mungkin tidak ada habisnya.

Beberapa orang mempunyai pendapat bahwa Nyeri yang dirasakan oleh seorang ibu yang melahirkan adalah sebuah rasa nyeri yang menakutkan dan mengerikan. Sehingga berbagai cara digunakan untuk menghilangkan atau mungkin sekedar mengurangi rasa nyeri tersebut.

Ada juga beberapa orang yang berpendapat bahwa nyeri dalam proses persalinan harus di alami semua wanita yang sedang melahirkan. Hingga ada beberapa pernyataan bahwa “yang namanya melahirkan ya harus sakit/nyeri. Karena kalau tidak sakit berarti bukan melahirkan”

“nyeri dalam proses persalinan adalah wujud dari lahirnya IBU. Sehingga jika mau disebut IBU ya harus mengalami nyeri tersebut”

 

karena itulah rasa sakit saat melahirkan adalah sebuah pengalaman yang di takutkan dan dicemaskan oleh semua wanita. Bahkan tidak jarang seorang wanita akhirnya memilih untuk melakukan operasi SC karena mereka menghindari rasa nyeri tersebut.

 

Pengalaman rasa sakit tidak mudah untuk dipahami. Nyeri tidak hanya proses merupakan proses biologis. Tentu saja, rasa sakit adalah proses neurobiologic, tapi, itu juga merupakan pengalaman yang melibatkan emosional; rasa ini membawa kenangan dari pengalaman menyakitkan masa lalu; dan, ada kesadaran dari rasa sakit yang dapat diubah atau dimodifikasi. Pengalaman nyeri bervariasi dari individu ke individu dan dari budaya ke budaya. pengaruh budaya tentang persepsi akan rasa nyeri memodifikasi cara bangsa dan budaya saat mengatasinya. Rasa sakit dari operasi atau cedera disebut nyeri akut. rasa sakit ini memiliki tujuan biologis. Rasa ini memberitahu kita di mana kita terluka sehingga kita dapat melindungi diri kita sendiri. Nyeri ini juga mengaktifkan mekanisme pertahanan tubuh yaitu melawan dan menghindar yang melindungi kita ketika kita terancam oleh lingkungan yang tidak bersahabat. Sama halnya dengan nyeri saat proses persalinan, nyeri ini adalah cara tubuh dan janin kita berkomunikasi.

 

Nyeri pada proses persalinan TIDAK merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang salah. Nyeri persalinan membantu Anda menentukan apa yang terjadi dalam tubuh Anda, Anda masuk ke dalam tahapan yang mana dan tindakan apa yang mungkin Anda ambil, untuk beradaptasi dan menikmati rasa nyeri ini

Ini adalah rasa sakit dengan tujuan positif. Nyeri persalinanlah yang menyebabkan bayi Anda lahir. Dan ini sangat berbeda dari rasa sakit cedera, infeksi, atau penyakit kronis.

Pandangan medis tentang melahirkan dan rasa sakit
Untuk memahami rasa sakit ini ada hal yang harus ditinjau ulang yaitu konsep rasa sakit karena penyakit, dan rasa sakit kelahiran. Dan ilmu kedokteran Barat.menginterpretasi bahwa:

  1. Persalinan adalah penyakit dan bukan proses alamiah. 
    Kenapa bisa demikian? Ya…karena di tempat pelayanan kesehatan, baik itu Rumah Sakit, Klinik Bersalin, Bidan Praktek Swasta, sebutan untuk ibu hamil atau ibu melahirkan adalah PASIEN bukan KLIEN. Dimana secara otomatis pikiran bawah sadar kita merekam bahwa PASIEN adalah sebutan atau juk=lukan yang di sandang oleh orang sakit.

Ya..biasanya Anda akan di panggil sebagai PASIEN.bukan sebagai TAMU atau KLIEN. Bahkan ketika Anda hendak masuk ke RS pun Anda harus lewat di Unit Gawat Darurat dahulu. Seolah olah proses melahirkan adalah proses kegawatdaruratan.

  1. Semua rasa sakit dan nyeri harus didiagnosis, dipantau dan dihilangkan. 
    dalam ilmu kedokteran Modern, khususnya ilmuwan, percaya bahwa kita harus mampu menguasai lingkungan kita dan hidup kita untuk menghindari rasa sakit dan bahkan kematian.Sehingga tidaklah heran, bahwa berbagai cara secara medis dilakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa sakit tersebut. Namun Perempuan dalam beberapa suku yakin dan percaya dalam tubuh mereka di design untuk melahirkan secara alami.
    Pada beberapa kelompok orang sakit adalah sesuatu yang diasumsikan sebagai .
  2. Sistem kesehatan dibangun dan berfokus pada bencana/komplikasi/resiko komplikasi dan mereka seolah diharapkan terjadi. 

Jika Anda menganggap bahwa kebanyakan persalinan itu akan berlangsung normal dan tanpa komplikasi serius (80% atau lebih), namun mengapa fakta di lapangan adalah semua kamar bersalin dilengkapi dengan peralatan berteknologi tinggi, seolah akan terjadi komplikasi yang berat terhadap setiap ibu yang melahirkan.
Kamar-kamar persalinan di design tidak untuk mengurangi masalah untuk mendukung proses normal kelahiran, tetapi untuk mencoba mengatasi resiko yang di anggap potensial terjadi (Suzane Arms).

Ketakutan adalah sebuah elemen yang memenuhi pemikiran para tenaga kesehatan, yang kadang-kadang tanpa disadari seringkali menyebabkan mereka kehilangan akal sehat. 

Bagaimana cara mengatasi rasa sakit/nyeri?

Belajar untuk mengatasi rasa sakit bukanlah konsep baru bagi kebanyakan wanita. Setiap orang telah mengalami rasa sakit, dan sebagian besar dari kita sudah mengidentifikasi langkah-langkah yang membantu mengatasinya. Berikut adalah beberapa ide yang dapat membantu dengan melahirkan.

Coba teknik yang Anda rasa membantu mengatasi rasa sakit, seperti kompres dingin saat Anda sakit kepala atau cedera. Jika Anda pernah melahirkan sebelumnya tentu Anda akan berpikir tentang yang teknik dan manajemen nyeri yang bagaimana yang Anda rasa paling sukses dalam membantu Anda dalam mempersiapkan persalinan lagi. Jika Anda merasa agak tidak berhasil dalam mengatasi nyeri persalinan sebelumnya, Anda mungkin takut atau gugup ketika Anda berpikir tentang proses itu lagi. Luangkan waktu untuk mengakui ini dan mengakui bahwa ini adalah perasaan yang normal.

Mengidentifikasi bagaimana Anda mengekspresikan rasa sakit itu penting. Beberapa budaya mengharapkan seorang wanita harus tahan akan rasa sakit, sehingga saat kontraksi, menangis dan menjerit itu “pamali” atau di anggap “memalukan”. Namun ada juga budaya yang justru mengharapkan ekspresi yang berbeda. Tentu saja semua orang bisa masuk di mana saja di sepanjang proses ini. Anda mungkin hanya mengerang, menutup mata dan menangis. Namun Anda juga bisa saja menjerit berteriak, bereaksi berlebihan bahkan bersumpah untuk tidak mengalami ini lagi.

Lalu mulailah membangun harapan yang realistis tentang nyeri persalinan. Beberapa metode persiapan melahirkan berbicara tentang menghilangkan ketidaknyamanan bahkan menghilangkan rasa nyeri saat melahirkan. yang mungkin “iklan” ini menyebabkan Anda untuk percaya bahwa rasa sakit akan benar benar hilang. Namun,ternyata kebanyakan wanita melaporkan bahwa melahirkan adalah usaha yang keras dan tindakan manajemen nyeri dan meningkatkan kenyamanan jarang bisa menghilangkan rasa sakit. Apa yang bisa mereka lakukan adalah memberikan alat untuk meminimalkan jumlah rasa sakit Anda rasakan, efektif mengatasi rasa sakit yang Anda alami, dan menghemat energi Anda untuk dapat secara efektif melahirkan.

Berikan diri Anda untuk memiliki pengalaman Anda sendiri dalam menanggapi, rasa sakit yang terkait dengan persalinan. Persiapan terbaik adalah untuk tetap terbuka dan mau menerima pengalaman.

 

Apa yang menyebabkan rasa sakit saat melahirkan?

Secara teoritis, penyebab rasa nyeri pada saat proses persalinan ada beberapa hal antara lain:

Penyebab nyeri (biasanya)

  1. rahim kekurangan oksigen (uterine hypoxia)
  2. bagian terendah dari rahim meregang
  3. Kontraksi Rahim
  4. Stretching pada serviks saat membuka
  5. Stretching dari ligemen ligament pada panggul dan tekanan kepala bayi pada panggul
  6. Faktor psikis dan emosi ibu
  7. Vagina dan perineum yang meregang pada kala II

Penyebab lain:

  1. posisi dan presentasi bayi
  2. bayi besar
  3. beberapa factor emosional dan ketegangan psikis
  4. segmen bawah Rahim yang terlalu kaku (rgid)
  5. aliran darah ke rahi yang terganggu
  6. kontraksi rahim yang tidak teratur
  7. panggul sempit atau disporposi kepala panggul

 

namun dari uraian di atas, sebenarnya bisa di simpulkan bahwa Ada tiga tipe dasar nyeri saat melahirkan. Memahami apa yang menyebabkan rasa sakit di tiap tahap persalinan akan membantu Anda mengidentifikasi sampai dimana tubuh Anda berproses. Teknik yang berbeda mungkin diperlukan untuk mengatasi ini sensasi yang berbeda.

Tipe pertama nyeri berhubungan dengan kontraksi otot leher rahim adalah membuka atau melebar. Selama ini bagian tubuh dari proses melahirkan adalah barisan otot dalam Rahim yang berkontraksi, membuka leher rahim. Kebanyakan wanita menggambarkan perasaan ini sebagai kram atau mulas saat menstruasi namun rasanya menjadi semakin kuat. Ini dapat dirasakan di bagian bawah rahim, bagian pinggang belakang atau keduanya.

Tipe kedua sensasi adalah perasaan tekanan kuat karena bagian terendah janin semakin turun dan mendorong otot-otot di panggul dan kandung kemih dan rektum.

Type ketiga dari rasa sakit, yang terjadi setelah bayi dilahirkan, adalah perasaan terbakar atau peregangan bahkan robekan vagina dan kulit saat bayi lahir.

Bagaimana takut dan ketegangan berhubungan dengan nyeri?

Grantley Dick-Read menjelaskan proses ini dan sekarang dikenal sebagai “Fear-Tension-Pain” siklus. Dia mengatakan bahwa ketakutan menyebabkan seorang wanita untuk menjadi tegang, dan ketegangan yang meningkatkan nyeri. Peningkatan rasa sakit, pada gilirannya, meningkatkan rasa takut, dan siklus ini terus menerus berulang.

 

Untuk memutus siklus ini Dick-Read menyarankan dengan dua cara:

  • Mengurangi rasa takut dengan mendidik seorang calon ibu tentang apa yang terjadi selama persalinan
  • Mengurangi ketegangan dengan mempromosikan relaksasi, sehingga mengurangi rasa sakit.

Sebagian besar metode persiapan melahirkan modern berevolusi dari teori ini.

Teknik apa yang bisa saya mencoba untuk mengatasi rasa sakit ini dengan baik ?

Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan jumlah rasa sakit dari kontraksi dan untuk mengatasi rasa sakit yang Anda rasakan.

Ingat bahwa rahim Anda adalah kumpulan otot. Seperti semua otot, mereka yang Anda bekerja rahim terbaik dengan paling sedikit rasa sakit ketika mereka terhidrasi dengan baik dan menerima banyak oksigen. Anda dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke rahim dengan minum banyak cairan dan memposisikan tubuh untuk tegak. Hindari tiduran terlentang. (Berbaring telentang dapat mengurangi aliran darah ke rahim hampir 30%!)

Cara lain untuk mengurangi rasa sakit yang Anda rasakan saat kontraksi adalah menjaga otot-otot perut Anda rileks. Banyak metode persiapan melahirkan fokus pada belajar teknik relaksasi untuk mencapai hal ini. Teknik relaksasi progresif, self-hypnosis, tehnik nafas, visualisasi, dan pijat adalah cara-cara untuk mempromosikan relaksasi otot dan meminimalkan rasa sakit yang Anda alami.

Beberapa minggu latihan akan membantu teknik ini menjadi kebiasaan yang mendarah daging dan lebih mudah digunakan selama masa stres atau sakit.

Penggunaan kompres hangat atau dingin, baik punggung atau perut Anda bagian bawah mungkin membantu mengurangi rasa sakit. Hidroterapi, baik dalam mandi atau bak mandi, juga dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit dan mempromosikan relaksasi. Anda bisa duduk di bangku di kamar mandi jika Anda lelah, dan mengarahkan aliran air di kedua punggung atau perut Anda, mana yang terasa terbaik. Jika menggunakan bath up, mungkin akan terasa lebih baik karena Anda dapat membenamkan perut Anda di air hangat. Jika Anda tidak punya bath up, coba letakkan handuk di perut Anda dan pasangan Anda perlahan-lahan menuangkan air di atas handuk selama kontraksi. Yang penting persiapkan terlebih dahulu: menemukan bangku yang cocok di kamar mandi atau bak dan tidak tergelincir, dan juga mencoba menggunakan air mengalir.

Ibu bersalin yang, duduk di birthing ball juga biasanya merasa lebih nyaman dan rasa nyeri lebih berkurang. Selama persalinan Anda, Anda mungkin menemukan bahwa posisi tegak seperti berdiri, berjalan, atau duduk di kursi goyang atau pada bola persalinan mungkin membantu Anda mengatasi kontraksi. Bergoyang atau bergerak pinggul Anda bisa membantu, sementara juga mendorong bayi untuk memilih jalur yang terbaik saat melalui tulang panggul Anda. Secara umum, Anda harus mengikuti pesan tubuh Anda dan memilih posisi yang Anda rasa erbaik. Ada satu pengecualian untuk pedoman umum ini, dan itu adalah, seperti yang disebutkan di atas, Anda harus menghindari berbaring telentang. Bahkan jika ini terasa lebih baik, mengurangi efektivitas kontraksi dan dapat menurunkan oksigen ke bayi Anda.

Jika Anda menemukan bahwa kontraksi sangat menyakitkan di bagian belakang Anda, ini bisa menjadi sinyal bahwa bayi Anda menghadap ke depan Anda, atau ” posisi posterior. Untuk beberapa bayi, ini adalah cara mereka cocok terbaik melalui tulang panggul, tapi sebagian besar bayi lebih cocok jika mereka menghadapi punggung, disebut posisi anterior.

Nah buku buku di bawah ini adalah referensi yang bisa And abaca untuk meningkatkan rasa nyaman Anda saat melahirkan


Referensi:

Buku Persiapan Persalinan:

  • Gentle Birth Balance, Mizan, Bandung 2014 by Yesie Aprillia
  • Active Birth: The New Approach to Giving Birth Naturally, Revised ed. 1992. Janet Balaskas. Harvard Common Press.
  • Birthing from Within. 1998. Pam England, CNM. Partera Press.
  • Ina May’s Guide to Childbirth. 2003. Ina May Gaskin. Bantam.
  • Natural Childbirth the Bradley Way, Revised ed. 1996. Susan McCutcheon-Rosegg. Plume.
  • Pregnancy, Childbirth and the Newborn: The Complete Guide. 2001. Penny Simkin. Meadowbrook.
  • The Thinking Woman’s Guide to a Better Birth. 1999. Henci Goer. Perigee Trade.
  • Arms S . INMACULATE DECEPTION II. Mith, Magic & BirthCelestial Arts, Berkeley, California, 1994
  • Northrup C. Cuerpo de mujer Sabiduría de mujerEdiciones Urano SA, Barcelona.1999
  • Van Hoover C. Pain and Suffering in childbirth: A Look at Attitudes,
    Research and History  Midwifery Today, Issue Number 55, autumn 2000
  • Dunham C y equipo “the body Shop” MAMATOTO La celebración del  Plural de Ediciones SA, Barcelona 1992
  • Lieberman A Easing Labor Painthe Harward Common Press, Boston 1992

Terutama untuk pendamping persalinan:

The Birth Partner, 2nd Ed. 2001. Penny Simkin. Harvard Common Press.

Catatan Ayah Pintar, 2015 Yesie Apriilia, Miza, Bandung.

About The Author

Praktisi dan trainer hypnobirthing dan gentle birth, Penulis buku kesehatan, Pemilik dan bidan dari Klinik Bidan Kita, salah satu pelopor dan penggiat Gentle Birth di Indonesia