Sakit perut, jarang buang air besar, sulit buang air besar, dan poop yang keras. Anda mungkin sangatlah familiar dengan hal hal ini saat Anda hamil. Sembelit saat kehamilan sebenarnya sangatlah umum terjadi, bahkan diperkirakan bahwa sebagian besar ibu hamil akan mengalami sembelit di suatu titik selama kehamilannya. 

Kapan sembelit dapat terjadi?

Sembelit pada umumnya akan terjadi ketika hormon progesterone di tubuh Anda mulai meningkat di dua sampai tiga bulan pertama kehamilan Anda dan terkadang akan memburuk seiring dengan membesarnya rahim Anda. 

Apa penyebabnya?

Penyebab sembelit pada ibu hamil dapat beragam tergantung pada waktu terjadinya sembelit tersebut. Penyebab tersebut antara lain adalah:

  • Hormon

Meningkatnya hormon progesterone selama kehamilan membuat otot-otot di tubuh Anda menjadi lebih rileks, termasuk otot usus Anda. Hal ini membuat sistem pencernaan Anda menjadi lebih lambat. Pelambatan ini dapat meningkatkan jumlah air yang diserap usus besar Anda dari kotoran yang akan dikeluarkan, yang akhirnya membuatnya menjadi lebih padat dan sulit untuk dikeluarkan.

  • Vitamin sebelum kehamilan

Vitamin sebelum kehamilan yang dimaksud disini adalah pil zat besi. Beberapa jenis pil penambah zat besi dapat menyebabkan sembelit. Untuk mengatasinya, pastikan bahwa Anda meminum banyak cairan jika Anda mengkonsumsi suplemen penambah zat besi. Anda juga dapat mengganti jenis pil penambah zat besi yang Anda konsumsi setelah mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan provider Anda.

  • Tekanan dari rahim yang membesar

Seiring dengan berjalannya waktu, rahim yang terus membesar dapat memberikan tekanan pada usus Anda, sehingga membuatnya lebih sulit untuk dilewati kotoran yang perlu keluar.

Bagaimana cara mencegah dan mengobatinya?

Berikut ini adalah cara mudah, aman, dan efektif yang dapat Anda lakukan untuk mengobati dan mencegah sembelit saat kehamilan:

  • Mengkonsumsi lebih banyak serat

Makanan yang kaya serat dapat membantu Anda untuk mengeluarkan kotoran yang ada di tubuh Anda. Ingatlah utuk mengkonsumsi serat setidaknya 25 sampai 35 gram setiap hari. Makanan seperti roti gandum, buah-buahan dan sayuran segar, dan kacang-kacangan dapat menjadi pilihan yang tepat bagi Anda. Selain itu, Anda juga dapat mengkonsumsi sayur-sayuran hijau dan kiwi yangmana mempunyai efek pencahar.

  • Membatasi konsumsi makanan olahan

Makanan-makanan olahan cenderung dapat memperlambat sistem pencernaan, sehingga cobalah untuk membatasi konsumsi biji biji olahan seperti roti putih, nasi putih, pasta, dan sejenisnya. 

  • Meminum banyak cairan

Meminum banyak cairan sangatlah penting untuk membuat kotoran menjadi lebih lunak dan mudah untuk dikeluarkan. Ibu hamil perlu meminum setidaknya 10 sampai 12 gelas air setiap hari. Jika Anda merasa bahwa air saja tidak membantu, Anda juga dapat mengkonsumsi jus, sup bening, dan teh. 

  • Mengubah pola makan

Mengubah menu makanan Anda saja terkadang tidak cukup jika Anda tidak mengubah pola makan Anda juga. Untuk mengatasi sembelit, cobalah untuk menghindari konsumsi makanan dalam jumlah besar dan makanlah sedikit demi sedikit namun sering. Bagilah porsi makanan Anda menjadi 5 sampai 6 porsi kecil setiap hari. Cara ini dapat membuat tubuh Anda lebih mudah mencerna makanan yang Anda konsumsi. 

  • Olahraga

Olahraga yang teratur dapat membantu untuk mengurangi sembelit karena olahraga dapat menstimulasi usus Anda dan membantu kotoran yang ada untuk bergerak melewati usus Anda. Idealnya, ibu hamil harus mencoba untuk berolahraga 3 kali seminggu dengan durasi 20 hingga 30 menit setiap sesinya. Pilihan olahraga yang dapat Anda lakukan sangatlah beragam dari mulai jalan jalan santai, berenang, hingga yoga ibu hamil. Amati tubuh Anda dan temukan olahraga yang cocok untuk Anda. Anda juga dapat menanyakan provider Anda mengenai pilihan-pilihan olahraga yang aman bagi Anda dan bayi Anda. 

  • Mengkonsumsi makanan kaya probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme yang dapat membantu mencegah dan menanggulangi penyakit, membantu sistem pencernaan, dan meningkatkan sistem imun tubuh. Makanan kaya probiotics antara lain adalah yogurt, tempe, kimchi, kefir (fermentasi susu kambing), dan sauerkraut (fermentasi sayur kol).