Homeopathy Dalam Persalinan

Gelisah, takut terjadi sesuatu pada dirinya dan bayinya, tidak percaya diri, tidak yakin bahwa dia bisa melahirkan, trauma dengan kondisi dan situasi rumah sakit, takut dengan rasa nyeri yang akan di alami, takut darah atau banyak sekali rasa takut yang dialami ibu hamil dan bersalin, membuat tubuhnya pun berespn dan justru ini membuat proses persalinan acap kali menjadi lebih menyakitkan dan tidak lancar.

Sang ibu kelelahan, rasa nyeri semakin menjadi dari perut, pinggang sampai pangkal paha. Bahkan seringkali kakinya kram. Kontraksi semakin kuat namun frekuensi dan intensitas masih acak, ketika dilakukan pemeriksaan dalam ternyata masih pembukaan 3 cm. kontraksi yang terjadi belum sepenuhnya terfokus pada leher rahim,

Ketika sedang berada dalam situasi demikian, seorang ibu bersalin biasanya semakin frustasi, dan menjadi mudah marah, rasanya ingen meremas dan memukul sesuatu, rasa sakit menjadi tak tertahankan – hingga akhirnya dia menangis, tidak yakin apa yang harus dilakukan, tidak percaya diri apakah dia akan mampu melewati serangkaian proses yang dirasanya berat ini hingga akhir. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk GIVE UP.

Tidak ada yang bisa membantah bahwa ketika seorang wanita berada dalam kondisi melahirkan, dia akan sangat intens secara fisik dan emosional. Karena melahirkan itu

melibatkan proses di mana seorang wanita harus membuka penuh (fisik, energy dan spiritual) dan siap untuk melahirkan.

‘bertujuan untuk menginspirasi dan mendukung praktek kelahiran normal untuk memaksimalkan kesempatan bagi perempuan untuk mengalami kelahiran normal dan mengurangi intervensi medis yang tidak perlu’ (RCM, 2005).

Homeoopati

Homeopati adalah obat alternatif dan komplementer yang digunakan dengan cara holistik untuk merangsang kemampuan tubuh sendiri untuk menyembuhkan. Hal ini didasarkan pada prinsip yang dikenal sebagai ‘Hukum Kesamaan’, yang menyatakan bahwa zat yang dapat menyebabkan gejala jika diberikan kepada orang-orang yang sehat dapat membantu untuk menyembuhkan mereka yang menderita gejala yang sama.

Misalnya, persiapan homeopati terbuat dari kopi dapat meringankan insomnia sementara persiapan bawang homeopati cocok gejala demam seperti mata menyengat dan berair. obat homeopati diterapkan untuk berbagai kondisi akut dan kronis.

Obat ini berbeda dari obat-obatan herbal seperti yang diencerkan. Dalam prakteknya homeothapic, tingtur terguncang ( ‘succussed’) dan ini diyakini melepaskan ‘energi’ bahan asli ke dalam air. Satu tetes tinkture ini kemudian diencerkan menjadi 99 tetes air dan dikocok lagi.

Prinsip homeopati menyatakan bahwa sebagai substansi diencerkan, itu menjadi semakin ber- ‘energi’ dan ‘potentised’. Sehingga ketika substansi telah diencerkan dan succussed enam kali, itu dikenal sebagai 6C. Ketika telah diencerkan dan terguncang 30 kali, diberi label 30C. Ini adalah potensi yang tersedia untuk dijual.

Potensi ini sangat baik dan benar aman (UK Parlemen, 2004) karena itu homeopathy sangat ideal untuk digunakan oleh wanita ketika mereka hamil dan menyusui.

Dosis minimum

Salah satu prinsip penting dari homeopati adalah bahwa dari ‘dosis minimum’ dan ‘gangguan minimum’. Sebuah obat tunggal diberikan dan responnya selalu diamati. seorang homeopath mungkin meresepkan hanya satu tablet dan dosis yang tidak dapat diulang selama satu bulan.