Jadi, tanpa penelitian untuk menentukan dosis optimal vitamin K, dan tanpa penelitian untuk menyelidiki apakah faktor-faktor pembekuan meningkat mungkin benar-benar menimbulkan masalah yang berbeda untuk bayi yang baru lahir, dokter membuat prosedur rutin untuk menyuntikkan semua bayi yang baru lahir dengan dosis vitamin K yang 20.000 kali lebih tinggi pada bayi baru lahir normal. Praktek ini tetap dilakukan dan tidak berubah sejak tahun 1944, tanpa penelitian tindak lanjut yang memadai. Namun, beberapa studi secara tidak langsung terkait dilakukan pada penundaan pemotongan tali pusat pada bayi prematur telah mengkonfirmasikan bahwa bayi yang mendapatkan lebih banyak darah yang alam maka resiko pendarahan di otak cenderung berkurang.

Dalam proses pertolongan kelahiran yang modern, penggunaan forsep telah digantikan oleh ekstraksi vakum, yang juga dapat menyebabkan trauma fisik dan memar dan pendarahan di bekas vakum tersebut. Selain itu, obat yang biasanya disuntikkan di epidural dan anestesi spinal memiliki efek samping yang mungkin menyebabkan pendarahan di otak bayi yang baru lahir.

Hampir semua orang setuju bahwa jika bayi memiliki proses kelahiran traumatis yang menyebabkan banyak memar atau tanda-tanda jika bayi menunjukkan kesulitan melakukan pembekuan, maka masuk akal untuk mengelola vitamin K secara tepat waktu untuk mencegah terjadinya perdarahan intra kranial.

Argumen terhadap tidak menggunakan vitamin K secara rutin antara lain:

1) Alam tampaknya telah mengatur dengan sempurna bagaimana kadar vitamin K dalam tubuh bayi baru lahir akan secara bertahap meningkat selama delapan hari setelah kelahiran ke tingkat yang lebih tinggi. Ini hampir seolah-olah merupakan sifat yang sangat spesifik dimana bayi memiliki tingkat tertentu faktor pembekuan pada saat lahir, diikuti dengan tingkat yang lebih tinggi dari faktor-faktor pembekuan seminggu setelah dilahirkan.

2) Ada beberapa hubungan antara suntikan vitamin K dan leukimia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kejadian leukemia mungkin berhubungan dengan penggunaan merkuri yang terkandung pada injeksi vitamin K sintetis. Pengamatan teoritis adalah bahwa tingkat yang tepat dari vitamin K diperlukan untuk mengatur tingkat pembelahan sel pada bayi baru lahir dan bahwa tingkat vitamin K yang berlebihan mengganggu proses regulasi, sehingga meningkatkan kemungkinan kanker leukimia dan lainnya.