Rasa sakit selama persalinan adalah rasa sakit yang akan dialami sebagian besar wanita. Rasa sakit ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor anatomi dan fisiologis wanita, tetapi juga oleh pengalaman psikologis, budaya, sosial, dan faktor lingkungan. Ada beberapa cara untuk mengatasi nyeri saat persalinan. Salah satunya adalah dengan epidural. Namun,  sayangnya epidural mempunyai efek samping yang merugikan baik untuk ibu maupun bayi (untuk mengenathui lebih lanjut mengenai efek samping dari epidural, klik disini). Untungnya, sekarang ini, banyak metode-metode tanpa obat yang dapat digunakan untuk membantu menghilangkan rasa sakit, salah satunya adalah dengan TENS. TENS adalah salah satu alat yang bekerja dengan mengirimkan impuls listrik ringan untuk menghalau sinyal rasa sakit untuk sampai ke otak dan sumsum tulang belakang (untuk mengetahui lebih lanjut tentang TENS, klik disini …).

Menurut Cochraine, penggunaan unit TENS untuk meredakan rasa sakit saat persalinan telah digunakan sejak tahun 1970. Dalam persalinan TENS sering kali digunakan untuk mengurangi rasa sakit sampai masa transisi persalinan (pembukaan diatas delapan). Saat persalinan, TENS bekerja dengan memberikan otak Anda “sinyal” lain dari saraf yang berada di area yang sama dengan rahim yang sedang berkontraksi dan serviks yang sedang meregang. Rasa kesemutan atau getaran yang Anda rasakan dari unit TENS dapat membantu otak Anda untuk mengalihkan perhatiannya dari sensasi nyeri yang Anda rasakan. Dengan membantu meredakan rasa sakit, TENS dapat membantu Anda untuk memiliki pengalaman persalinan yang lebih baik.

Bagaimana cara menggunakannya?

TENS biasanya mempunyai dua pasang elektroda. Ketika TENS digunakan untuk meredakan nyeri persalinan, sepasang elektroda tersebut akan ditempelkan di area punggung bawah, di titik akupuntur dan sepasang lainnya ditempelkan di bawah tali bra Anda. Berikut ini adalah petunjuk penggunaan TENS saat kontraksi:

  • Kontraksi dimulai: secara bertahap, tingkatkan intensitas unit TENS
  • Kontraksi memuncak: samakan intensitas unit TENS dengan intensitas nyeri kontraksi.
  • Kontraksi menurun: secara bertahap, turunkan intensitas unit TENS
  • Kontraksi berhenti: aturlah unit TENS di intensitas minimum dan istirahatlah

Poin diatas dapat diterapkan secara terus menerus sampai Anda berada di fase transisi (diatas pembukaan delapan).