Sebagian besar wanita akan mengalami tremor atau menggigil saat persalinan dan Anda tidak akan dapat mengkontrolnya ketika hal in terjadi. Tidak peduli apakah Anda melakukan persalinan normal, melalui operasi sesar, atau menggunakan epidural, besar kemungkinannya bahwa Anda masih akan merasakan fenomena ini. Namun Anda tidak perlu khawatir, fenomena ini sangatlah wajar dan tidak berbahaya bagi Anda dan bayi Anda.

 

Apa penyebabnya?

Seperti yang telah kita ketahui persalinan dibagi menjadi 3 kala. Kala satu dibagi menjadi 2, fase laten dan fase aktif. Kala dua adalah ketika Anda mengejan dan si kecil keluar. Lalu kala tiga adalah ketika Anda mengeluarkan plasenta. Pada dasarnya, Anda dapat merasakan fenomena ini sebelum atau saat proses persalinan di kala manapun. Bahkan seringkali, rasa gemetar ini akan dirasakan segera setelah melahirkan. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa fenomena ini dapat terjadi.

 

1.    Hormon

Di proses persalinan, hormon oksitosin akan dikeluarkan dalam jumlah besar, menimbulkan kontraksi, selain itu, ada pula hormon stress seperti epipherine, cortisol, dan adrenalin. Munculnya hormon oksitosin dalam jumlah besar, ditambah dengan hormon stress dan temperatur di ruang bersalin menimbulkan reaksi kejut. Sensasi inilah yang menyebabkan tremor saat persalinan. Untuk mengetehaui lebih lanjut mengenai hormon beserta perannya saat persalinan, klik disini http://www.bidankita.com/peran-hormon-dalam-proses-persalinan/.

 

2.    Kerja keras

Mengeluarkan bayi dari rahim Anda memerlukan kerja keras. Seluruh tubuh Anda bekerja sedemikian rupa untuk mengeluarkan si kecil, sehingga temperature tubuh Anda juga meningkat. Ketika si kecil telah lahir, tubuh Anda akan berusaha untuk mengatur temperatur tubuh Anda agar dapat kembali seperti semula. Hasilnya, Anda mungkin akan merasakan sedikit menggigil atau bergetar. Reaksi tubuh semacam ini sebenarnya juga terjadi ketika Anda buang air kecil.

 

3.    Ketidakcocokan darah

Ada teori terbaru yang mengatakan bahwa tremor terjadi karena adanya ketidakcocokan darah antara sang ibu dan sang bayi. Para ahli berpendapat bahwa saat proses persalinan, mungkin ada sedikit darah sang bayi yang terkena atau masuk ke aliran darah sang ibu. Jadi, jika ada ketidakcocokan golongan darah antara sang ibu dan bayi, contohnya jika sang ibu bergolongan darah A+ dan sang bayi AB+, maka sang ibu akan merasa menggigil dan sensasi dingin saat persalinan.

 

4.    Kontak dengan cairan ketuban

Di proses persalinan, terkadang cairan ketuban dapat masuk ke aliran darah sang ibu. Biasanya hal ini akan terjadi di persalinan sesar. Efek dari hal ini langsug dapat dirasakan, yaitu tubuh bergetar, rasa dingin, dan tekanan darah rendah.

 

5.    Infeksi

Di beberapa kasus, sang ibu terkadang juga akan terkena demam saat proses persalinan. Jika temperatur tubuh Anda lebih dari 100 Fahrenheit, atau sekitar 37,7 Celcius, mungkin Anda terkena infeksi dan tubuh Anda mencoba untuk mendinginkan diri.

 

Jika Anda pernah terkena flu atau virus yag menyebabkan temperature tubuh Anda naik, Anda mungkin akan merasakan sensasi dingin, keringat, dan bahkan sampai menggigil. Hal yang sama dapat terjadi saat proses persalinan. Provider Anda akan mengobservasi Anda dan mengobati Anda jika ada tanda-tanda infeksi yang terlihat serius.

 

Menariknya, wanita yang menggunakan epidural biasanya lebih rentan terkena demam saat persalinan daripada wanita yang tidak menggunakan epidural.

 

6.    Cairan infus

Di situasi tertentu, Anda mungkin akan diinfus. Hasilnya mungkin Anda akan merasakan sensasi dingin dan menggigil. Hal ini terjadi karena cairan infus lebih dingin dari pada suhu tubuh normal Anda dan ketika mereka masuk ke sistem tubuh Anda, mereka akan mempengaruhi regulasi temperatur internal Anda.

 

Seberapa parah?

Pengalaman bergetar, menggigil atau tremor serta tingkat keparahannya saat persalinan sangat bervariasi. Beberapa ibu mungkin akan bergetar luar biasa seluruh tubuh, namun yang lainnya mungkin hanya akan bergetar di bagian-bagian tertentu seperti tangan atau kaki.

 

Umumnya, tremor ini akan terjadi di fase transisi, ketika serviks telah melebar sempurna dan sebelum Anda mulai mengejan, atau segera setelah persalinan berakhir. Namun, menggunakan epidural atau melahirkan secara sesar juga tidak berarti bahwa Anda tidak akan mengalami fenomena ini.

 

 

Apa yang dapat saya lakukan ketika saya mengalaminya?

Setelah mengalami tremor saat proses persalinan, tubuh sang ibu masih rentan dan dingin. Di saat ini, dia akan memerlukan berbagai dukungan, baik secara fisik, mental, maupun emosional. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk merasa tenang dan rileks.

 

1.    Tetap hangat

Biasanya, segera setelah sang ibu bergetar, provider akan menutupinya dengan selimut. Hal ini akan membuat sang ibu merasa hangat dan rileks. Ingatlah untuk tetap hangat dan katakan pada staff atau provider jika Anda merasa kedinginan sehingga mereka juga dapat membantu Anda.

 

2.    Peluk bayi Anda

Saat Anda memeluk bayi Anda, berasaan hangat dan aman tidak hanya dirasakan oleh bayi Anda, namun juga Anda. Provider Anda biasanya akan menyarankan sang ibu baru untuk sesegera mungkin memeluk bayinya, jika memungkinkan, sang ibu akan diminta untuk melakukan kontak kulit dengan sang bayi agar merasa lebih hangat. Memeluk bayi Anda juga akan membantu sang ibu untuk menurunkan hormon stress dan memproduksi hormon cinta, oksitosin, yangmana dapat membantu untuk menurunkan suhu tubuh sang ibu. 

 

3.    Mandilah dengan air hangat

Air hangat dapat merilekskan Anda dan dapat membantu mengurangi hormon stress yang berkontribusi dalam menimbulkan tremor yang Anda alami.

 

4.    Beristirahatlah

Setelah melahirkan, cobalah untuk berada ke tempat yang tenang dan beristirahatlah. Hal ini akan membantu tubuh Anda untuk mengeluarkan hormon cinta dan bukannya adrenalin. 

 

5.    Obat

Jika tremor yang Anda rasakan diiringi dengan demam, mungkin Anda akan perlu mengkonsumsi obat penurun demam dan antibiotik dan Anda juga akan diberi lebih banyak waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.

 

 

Selamat memberdayakan diri~

 

 

Sumber:

https://www.bellybelly.com.au/birth/shaking-during-labour-and-birth-what-you-need-to-know/

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10360859

https://www.parents.com/pregnancy/my-body/changing/uncontrollable-shaking-during-labor-and-pregnancy-hormones/