Ketika kita berfikir mengenai persalinan yang baik, kita cenderung berfikir tentang kondisi dimana sang ibu dan bayi sama-sama hidup. Seringkali ketika kita mengunjungi teman atau kerabat yang baru saja melahirkan, atau saat kita mendengar pengalaman persalinan orang lain, kita seringkali mendengar kata-kata “setidaknya bayinya gapapa”. Komentar semacam ini akan datang dari orang yang mempunyai pengalaman persalinan yang jauh dari ideal – pengalaman dimana sang ibu merasa diabaikan, tidak didengarkan, diacuhkan, dan tidak berdaya. Mulai banyaknya birth traumamembuat kita sadar bahwa persalinan yang baik tidaklah sebatas bayi dan ibu yang selamat, namun kita juga harus memperhatikan aspek emosional. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai birth trauma, klik disini .

WHO (World Health Organization) percaya bahwa persalinan yang baik adalah persalinan dimana seorang ibu ditempatkan di pusat perawatan mereka. Di tahun 2018, WHO memperbarui rekomendasinya mengenai perawatan intrapartum. Rekomendasi ini dirancang untuk menetapkan standar global untuk penyediaan dan pengalaman perawatan selama kelahiran. Rekomendasi WHO ini menggambarkan pentingnya para provider untuk memperluas tujuan mereka, dari hanya memastikan bahwa ibu dan bayi dapat melewati persalinan dengan selamat menjadi memastikan bahwa ibu dan bayi juga mendapatkan hasil yang terbaik, baik secara fisik, psikologis, maupun emosional.

Apa itu persalinan yang baik?

Apakah persalinan yang normal pervaginam berarti persalinan yang baik? Apakah persalinan secara sesar atau epidural berarti persalinan yang baik tidaklah memungkinkan?

Jawabannya tentu saja tidak. Persalinan yang baik adalah persalinan dimana sang ibu juga merasa aman baik secara fisik maupun emosional, dihargai, memegang kontrol atas persalinannya dan tubuhnya, tidak peduli dimana ia sedang melahirkan dan dengan cara apa dia melahirkan. (Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gentle birth dalam operasi sesar, klik disini).

  1. Kebebasan untuk memilih

Biasanya, di lingkungan rumah sakit, persalinan sudah mempunyai suatu aturan. Aturan ini biasanya sudah di atur oleh rumah sakit atau para provider. Aturan ini biasanya berupa alat penilai resiko, dan sebenarnya tidak mempunyai peran yang cukup signifikan bagi ibu maupun bayi.

Namun, aturan ini dapat mempunyai peran yang luar biasa besar, atau bahkan membuat proses persalinan menjadi traumatis jika sang ibu tidak mengerti bahwa mereka sebenarnya mempunyai hak untuk membuat pilihan, untuk meminta suatu informasi atau penjelasan, meminta alternatif lain, atau bahkan menolak sesuatu yang tidak Anda inginkan. Inilah mengapa sangat penting bagi Anda untuk memberdayakan diri dan belajar mengenai proses persalinan.

Seorang ibu yang diberi suatu perawatan yang berkualitas akan merasa bebas untuk bertanya mengenai informasi dan dukungan yang ia butuhkan agar ia bisa membuat keputusan yang terbaik untuk dirinya sendiri serta bayinya. Dia tidak akan merasa tertekan, terintimidasi, atau merasa haknya diambil.

  1. Rasa menghargai

Diperlakukan dengan rasa hormat, dan dihargai di waktu waktu sepertin ini sangatlah penting dan berpengaruh pada pengalaman proses persalinan Anda.

Perawatan yang kasar termasuk:

  • Kekerasan secara fisik, verbal, maupun seksual
  • Stigma dan diskriminasi
  • Kegagalan untuk menemui standar perawatan professional
  • Hubungan yang buruk antara ibu dan provider
  • Kondisi dan kendala sistem kesehatan

Perawatan yang baik dan menghargai seorang wanita adalah bagian yang penting dari keseluruhan kualitas perawatan yang diterima seorang wanita. Bahkan, hal ini termasuk hak asasi manusia. Baru-baru ini, tepatnya tahun 2018, WHO menegaskan bahwa “Setiap wanita mempunyai hak untuk mendapatkan standar kesehatan tertinggi, termasuk hak untuk perawatan yang bermartabat dan penuh hormat selama kehamilan dan persalinan”.

Kelahiran yang baik adalah kelahiran dimana wanita yang melahirkan dan providernya saling menghormati satu sama lain, menciptakan pengalaman persalinan yang positif.

  1. Pengetahuan mengenai persalinan

Fenomena yang seringkali terjadi sekarang ini adalah dimana para wanita mempunyai pengetahuan yang sangat terbatas mengenai kehamilan mereka sendiri dan persalinan yang akan mereka alami.

Persalinan yang baik adalah kondisi dimana seorang wanita telah mempersiapkan dan memberdayakan dirinya terlebih dahulu sebelum persalinan terjadi, sehingga mereka mengerti apa yang akan terjadi, apa yang akan mereka alami, dan mengapa. Pada dasarnya sebagian besar wanita dapat melahirkan tanpa intervensi medis. Untuk mengerti bagimana hal tersebut dapat terjadi, seorang wanita harus mencoba untuk mundur, mencoba untuk memahami tubuhnya dan mempelajar apa yang dapat dilakukan oleh tubuh Anda, dan bahkan bayi Anda. 

  1. Keamanan pribadi

Merasa aman dapat mempunyai arti yang berbeda untuk setiap wanita. Beberapa akan lebih nyaman rasa aman dan kenyamanan di rumah mereka sendiri, dan yang lain mungkin dapat mendapatkan rasa aman ketika mengetahui bahwa provider dan fasilitas kesehatan terjangkau baginya.

Hal terbaik yang harus Anda lakukan adalah untuk mencoba mengetahui diri Anda dan mencari apa yang dapat membuat Anda merasa aman dan nyaman, hal ini juga dapat berarti barang atau orang yang Anda sayang. Selain itu, pertanyaan apa, siapa, dan dimana juga penting, persalinan seperti apa yang Anda inginkan, siapa yang akan membantu persalinan Anda, dan dimana Anda ingin bersalin.

  1. Rasa percaya diri

Penelitian mengungkapkan bahwa kesehatan fisik dan mental anak Anda di masa depan ditentukan oleh masa kehamilan, persalinan, hingga anak Anda berumur 7 tahun. Inilah mengapa pengalaman persalinan yang positif sangatlah penting.

Seorang ibu yang mempunyai pengalaman persalinan yang positif akan memulai hidupnya sebagai seorang ibu dengan rasa percaya diri dan kepuasan. Percaya diri bahwa ia mampu menghadapi tantangan yang akan ia hadapi sebagai seorang ibu, dan dapat membangun ikatan yang kuat dengan bayinya.

Seorang wanita dengan pengalaman persalinan yang traumatis akan sangat dirugikan dari awal bayinya lahir ke dunia karena ia harus menanggung dan mengalami transisi menjadi seorang ibu dengan membawa beban fisik dan mental yang telah terluka. Dengan kurangnya dukungan, hal ini juga dapat menyebabkan baby blues atau bahkan postpartum depression (Untuk mengetahui lebih lajut mengenai postpartum depression, klik disini). Ikatan Anda dan bayi Anda juga dapat terpengaruh, sehingga proses parenting Anda juga akan ikut terpengaruh, yangmana hal ini akan membawa dampak yang luar biasa bagi bayi Anda dan kehidupannya di masa depan.

Beri dia pengalaman persalinan yang baik, dan jalan yang harus ia hadapi ke depan setidaknya akan setara atau bahkan mungkin menurun. Beri dia pengalaman persalinan yang traumatis, dan itu berarti Anda memberinya bukit untuk didaki, dan tentunya ia juga harus membawa bayinya. Kelahiran bukan hanya mengenai dua orang yang masih hidup dan bernafas, namun kelahiran juga berarti kita sedang membentuk masa depan generasi yang selanjutnya.

 

Selamat memberdayakan diri~

 

Sumber:

https://www.bellybelly.com.au/birth/good-birth-baby-born-alive-world-health-organization-says/

https://www.theguardian.com/commentisfree/2013/oct/16/good-birth-experience-baby-alive-mumsnet

https://www.who.int/reproductivehealth/publications/intrapartum-care-guidelines/en/