Menyusui merupakan sebuah proses yang luar biasa indah. Dan hak setiap ibu untuk menyusui anaknya dan hak setiap anak untuk mendapatkan ASI dari ibunya.

Awal Cerita

Seorang klien saya sebut saja Ibu Siti, mempunyai anak perempuan yang berusia 7 tahun. Namun, uniknya anak ini masih minum ASI. Walaupun sib u Siti ini di hujat para NETIZEN melalui Sosial media, si bu SITI tetap saja menyusui anaknya. Karena dia yakin bahwa ASI adalah YANG TERBAIK dan dia berkomitmen akan menghentikan proses menyusuinya Ketika sang ANAK dengan sadar dan kemauan sendiri untuk berhenti minum ASI.

Suatu hari ibu Siti iseng iseng memompa payudaranya hanya untuk mengetahui bagaimana warna ASI nya. Dan ternyata warnanya kuning cerah, dia bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Ternyata putrinya yang berusia 7 tahun tersebut pulang dari sekolah karena demam dan infeksi tenggorokan.

Baca Juga  Rileks saat menyusui & bantu bayi anda menyusu dengan baik.

“Saya membaca beberapa artikel sebelumnya bahwa ASI Anda bisa berubah karena berbagai alasan, tetapi saya sangat kurang tidur pagi itu, saya hanya berpikir ada sesuatu yang salah saat itu,” kata bu SITI saat konsul di Klinik Bidan Kita

Nah apa jawaban saya pada bu siti saat dia konsul ke Klinik?

Warna kuning cerah pada air susu ibu menandakan bahwa ada lebih banyak lemak dan antibodi di dalamnya untuk membantu bayi melawan infeksi. Dan, yang luar biasa, itu adalah reaksi balik dari proses menyusui yang membuat tubuh ibu tahu bagaimana caranya untuk menghasilkan susu yang melawan infeksi.

Melansir dari beberapa buku, penelitian dan artikel yang pernah saya baca, menjelaskan beberapa air liur bayi (dalam hal ini, yang mengandung infeksi) masuk ke payudara ibu selama menyusui.

Jadi saat seorang bayi/anak menyusu di payudara ibunya, maka ada system vaccum yang membuat  Air liur bayi kembali ke payudara dan kemudian payudara memproduksi susu khusus untuk melindungi bayi. Ini adalah salah satu trik alam yang indah untuk melindungi anak dan menjaga populasi tetap sehat dan tumbuh.

Baca Juga  Serba-Serbi Mastitis

Dan itu berhasil.

Menurut Peneliti

Sebuah studi tahun 2013 dari The University of Western Australia, yang diterbitkan dalam jurnal Clinical and Translational Immunology, mengungkapkan bahwa infeksi pada ibu dan bayi merangsang respon cepat leukosit (sejenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi) dalam ASI.

Faktanya, kolostrum, yang diproduksi pertama oleh susu emas cair, memiliki jumlah leukosit yang lebih tinggi (sekitar 13 -70 persen dari total sel) untuk hari-hari awal yang berharga itu. Sementara tingkat leukosit kemudian menurun selama satu berikutnya – dua minggu setelah bayi  lahir, (hingga sesedikit 0-2 persen dari komposisi ASI) penelitian menunjukkan bahwa jika ibu atau bayi mengalami infeksi, leukosit ini akan meningkat lagi – hingga 94 persen dari total sel dalam ASI.

 

Bukankah tubuh kita luar biasa?