Tidak sedikit ibu yang mengirimkan pesan dan pertanyaan mereka melalu DM Instagram @bidankita tentang Ketuban yang kurang, ketuban yang lebih, atau bahkan hingga kasus ketuban rembes, pecah dll

Nah sebelum kita bahas lebih lanjut tentang Ketuban, dalam artikel ini saya akan membahas dengan lebih detail tentang pentingnya air ketuban beserta berapa jumlah air ketuban yang normal dalam sebuah kehamilan.

Sebagai pengetahuan dasar sebelum Anda melanjutkan membaca lebih lanjut artikel ini, Anda harus paham bahwa:

Selama kehamilan, bayi ini dikelilingi oleh cairan yang disebut cairan ketuban. cairan ketuban membantu melindungi bayi dari trauma perut ibu. Ketuban bantal cairan tali pusar, melindungi bayi dari infeksi, dan menyediakan cairan, ruang, nutrisi, dan hormon untuk membantu bayi tumbuh (Brace 1997).

panduan-audio-hypnofertility-ads

Selama paruh kedua kehamilan, cairan ketuban terdiri dari urin dan paru-paru sekresi bayi. Cairan ini awalnya berasal dari ibu, dan kemudian mengalir melalui plasenta, untuk bayi, dan keluar melalui kandung kemih dan paru-paru (Brace 1997) bayi.

cairan ketuban yang sama ini kemudian ditelan oleh bayi dan kembali diserap oleh lapisan plasenta. Karena tingkat cairan ibu adalah sumber asli dari cairan ketuban, perubahan status cairan ibu dapat mengakibatkan perubahan jumlah cairan ketuban. tingkat cairan ketuban meningkat hingga ibu mencapai sekitar 34-36 minggu, dan kemudian tingkat secara bertahap menurun sampai kelahiran (Brace 1997).

Artikel lengkapnya dapat Anda lihat di link berikut: https://www.bidankita.com/ketuban-kenali-lebih-dekat/

Pentingnya Jumlah Air Ketuban dalam Kehamilan

Pada umumnya, jumlah air ketuban bukanlah sesuatu yang sering diperhatikan para ibu hamil saat melakukan pemeriksaan kehamilan melalui USG. padahal sebenarnya melalui jumlah air ketuban kita dapat memprediksi kondisi bayi Anda. Jumlah air ketuban yang terlalu rendah dapat mengindikasikan pertumbuhan si kecil yang terhambat dan adanya permasalahan pada ginjal si kecil, sedangkan jumlah air ketuban yang terlalu tinggi dapat mengindikasikan adanya kelainan saluran pencernaan si kecil, diabetes, dan lain sebaginya. Maka dari itu sangat penting untuk menjaga dan mengetahui jumlah air ketuban Anda. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai jumlah air ketuban.