Selanjutnya, ketika kepala bayi sudah keluar seluruhnya cobalah periksa apakah ada lilitan lai pusat di lehernya, jika ada bebaskanlah kepala dari lilitan dengan mengendorkan tali pusat dan melepaskannya, jika tidak biarkan saja kepala melakukan manuver alaminya. Tuga Anda hanya menyangga dan menganjurakan ibu untuk bernafas terengah-engah supaya tidak mengejan serta merta.  Kemudian biarkan seiring dengan irama tubuh ibunya bayi keluar dengan sendirinya dan topanglah. Kemudian serahkan bayi itu ke pelukan ibunya dan biarkan mereka merasakan “baby moon”lalu berikan handuk atau selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.

Kemudian segera ambil baskom. Mangkuk atau apa saja yang bersih untuk wadah plasenta nanti.

Sambil menunggu plasenta secara alami keluar, belai dan berikan rangsangan puting susu ke tubuh ibu ini supaya kontraksi segera terjadi dan plasenta bisa keluar segera. Dan ketika plasenta sudah keluar, letakkan saja plasenta ke baskom atau mangkok tadi lalu segera hubungi bidan atau dokter terdekat, supaya memeriksa kondisi sang ibu dan bayi

Yang paling penting justru ibu dijaga jangan sampai terjadi perdarahan. Kalau tak ada luka jalan lahir, maka perdarahan biasanya berhenti, menunggu ari-ari keluar. Kalau ari-ari masih menempel, berarti masih aman, tak akan terjadi perdarahan. Namun jika ada perdarahan akibat robekan jalan lahir, segera tekan luka tersebut beri bethadine lalu segera hubungi bidan untuk penanganan yang lebih lanjut.

panduan-audio-hypnofertility-ads

Agar amannya ketika hendak menolong persalinan sebaiknya terlebih dahulu segera menelepon ke sarana kesehatan (rumah bersalin atau rumah sakit) terdekat agar tenaga medis bisa segera datang ke lokasi.

Saat bayi sudah keluar, jangan dibiarkan telanjang begitu saja. Bayi perlu segera diselimuti dengan selimut hangat atau handuk tebal atau baju / jaket. Dan ingat biarkan bagi selalu skin to skin contact dengan ibunya.

Untuk membersihkan mulut dan hidung bayi dari lendir, harus hati-hati. Sebaiknya dibersihkan agar jalan napas bayi jadi bersih. Namun bila tak punya alat penyedot, sebaiknya biarkan saja. Kalau berani, bisa saja mulutnya dibersihkan dengan tangan yang dilapisi kasa steril. Jangan mempergunakan kapas atau tisu karena justru bisa menyumbat jalan napas si bayi. Yang penting kalau bayi sudah nangis, merintih dan bernafas, itu sudah aman, tanpa dibersihkan pun tak apa-apa.