15.71 inches

2.91 pounds

39.9 cm

1319 grams

panduan-audio-hypnofertility-ads

31 weeks

16.18 inches

3.31 pounds

41.1 cm

1502 grams

32 weeks

16.69 inches

3.75 pounds

42.4 cm

1702 grams

33 weeks

17.20 inches

4.23 pounds

43.7 cm

1918 grams

34 weeks

17.72 inches

4.73 pounds

45 cm

2146 grams

35 weeks

18.19 inches

5.25 pounds

46.2 cm

2383 grams

36 weeks

18.66 inches

5.78 pounds

47.4 cm

2622 grams

37 weeks

19.13 inches

6.30 pounds

48.6 cm

2859 grams

38 weeks

19.61 inches

6.80 pounds

49.8 cm

3083 grams

39 weeks

19.96 inches

7.25 pounds

50.7 cm

3288 grams

40 weeks

20.16 inches

7.63 pounds

51.2 cm

3462 grams

41 weeks

20.35 inches

7.93 pounds

51.7 cm

3597 grams

42 weeks

20.28 inches

8.12 pounds

51.5 cm

3685 grams

43 weeks

20.20 inches

8.19 pounds

51.3 cm

3717 grams

sumber : http://www.babycenter.com/average-fetal-length-weight-chart

Sebenarnya Besar kecilnya janin dalam kandungan ternyata berkaitan sangat erat pada pola makan dan makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Bila calon ibu cenderung sulit makan atau sering muntah, sehingga terjadi penurunan berat badan, maka kemungkinan janin yang dikandungnya juga akan memiliki berat badan yang rendah.

Normalnya, berat badan ibu selama kehamilan akan naik terus. Namun, jika bayi dalam kandungan tidak mengalami kenaikan berat badan atau naik tapi tidak terlalu signifikan, tentu ada sesuatu yang mengganggu perkembangannya.

Penyebab tidak naiknya berat badan janin;

Ibu hamil yang berat badannya naik terus di saat hamil, dapat diasumsikan bahwa penyerapan makanan pada ibu tidak terganggu. Namun jika ternyata berat badan bayi yang dikandungnya kurang dari yang seharusnya, kemungkinannya adalah terjadi hambatan pada suplai makanan dan oksigen dari ibu ke janin.

Pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi oleh calon ibu. Misalnya, si ibu menderita penyakit hipertensi, kelainan ginjal kronik, perokok, penderita diabetes melintus berat, peminum alkohol, gizi buruk dan pemakaian obat-obatan terlarang

Faktor rahim dan plasenta. Plasenta yang sel-selnya mengalami kerusakan menyebabkan tali pusat tidak masuk ke dalam plasenta secara normal. Sehingga kebutuhan makanan dan gizi bayi tidak dapat tersuplai dengan baik. Untuk mengetahui apakah plasenta berfungsi dengan baik maka dapat dilakukan pemeriksaan USG-Ultrasonografi. Dengan USG dapat dinilai peningkatan arus darah yang melalui plasenta. Dapat juga dengan pemeriksaan kardiotokographi (CTG) dimana dapat dilihat respon bayi melalui gambaran denyut jantungnya sehingga kita dapat menilai apakah bayi dalam kondisi kekurangan oksigen atau tidak