Kehamilan merupakan saat yang paling dinantikan oleh seorang perempuan yang menginginkan dirinya memiliki seorang buah hati dambaan keluaga (family hoping). Dengan terjadinya kehamilan menandakan bahwa pasangan suami isteri memiliki tingkat kesuburan yang baik dan hal ini juga menandakan bahwa mereka tidak memiliki masalah kesehatan yang berarti.

Namun kadang seiring dengan adanya kehamilan, timbul masalah-masalah dan keluhan-keluhan baru. Walaupun itu merupakan keluhan normal yang terjadi hampir di setiap kehamilan, namun ada baiknya kita lebih bijak dalam menyikapi dan tahu bagaimana cara mencegah dan mengatasi keluhan tersebut.

Selain itu wanita yang sedang hamil pasti memiliki banyak sekali pertanyaan seputar masalah dalam kehamilannya. Bagian ini membantu anda untuk menjawab beberapa pertanyaan yang mungkin anda miliki dan beberapa tips yang dapat membantu anda mengatasi masalah yang anda alami:

panduan-audio-hypnofertility-ads

1. Bagaimana dengan berhubungan seksual selama kehamilan?

Pada umumnya senggama diperbolehkan selama kehamilan asalkan dilakukan dengan hati-hati. Peningkatan aktivitas kandungan (kontraksi) setelah hubungan seksual umum didapatkan pada kehamilan. Untuk wanita dengan riwayat kehamilan preterm, plasenta previa, atau abortus berulang, dianjurkan untuk menghindari berhubungan seksual selama kehamilan. Ketika kandungan sudah besar, tidak dianjurkan melakukan hubungan seksual dengan posisi misionaris (pria di atas). Lebih aman melakukannya dengan posisi menyamping atau wanita di atas. Pada akhir kehamilan, ketika kepala sudah masuk rongga panggul, senggama sebaiknya dihentikan karena dapat menimbulkan rasa sakit dan perdarahan. Kendati kontraksi rahim pasti terjadi pada saat anda orgasme, namun kontraksi tersebut tidak menimbulkan masalah bagi janin anda selama kehamilan.

Anda seharusnya tidak melakukan hubungan seksual apabila:

a. Dokter atau bidan anda memberitahu anda untuk tidak melakukan hubungan intim

b. Anda mengalami perdarahan pervagiman selama kehamilan

c. Anda berediko melahirkan bayi prematur

d. Pasangan terjangkit penyakit menular seksual

e. Anda tidak ingin berhubungan seksual

2. Bagaimana cara mencegah stretch mark?

Stretch mark akan muncul pada 90% kehamilan. Pada kebanyakan wanita, stretch mark ini akan berubah warna menjadi keputihan setelah kehamilan nanti. Kemungkinan munculnya stretch mark dipengaruhi oleh genetik atau keturunan. Ada beberapa cara untuk menghadapinya :