hai, puji syukur aku sudah lahiran anak pertama tgl 29 september kemarin dengan normal & minim trauma, trauma nya karena lama di fase 1 bude.

Selama ini aku gak sempat ikut kelas online bude, aku cuma mantengin video bude di youtube, main gymball dan membaca di web bidan kita.

Hari jumat 24 september aku USG terakhir dengan perkiraan dedek 2,8kg dan disuruh diet karena TB aku kurang 150cm, trus HPL nya 08 oktober langsung dokter bilang “kalo tanggal 7 bulan lahiran, datang lagi kontrol kemungkinan induksi”, padahal waktu itu posisi dedek, plasenta & ketubanku masih bagus optimal.

Aku gak panik, karena aku tau dedek pasti tau kapan mau lahir. Besoknya sesudah USG itu aku ikut test CPNS dengan perut bulatku bude. Hari minggu nya pas mau mandi ada flek di celana dalam, aku ingat mgkn itu sinyal dari dedek kalo dia udh mau keluar.

Aku tetap beraktifitas seperti biasa, aku putar ulang semua video bude di YT berharap semoga membantu dedek berjuang mau keluar.

Setelah cek ke bidan, ternyata aku saat itu baru bukaan 1, selama ini aku gak tau apa itu kontraksi palsu, tapi malamnya aku merasakan gelombang datang sekali sejam sampai sekali setengah jam. Masih bisa aku bawa tidur.

Besoknya gelombang cinta datang semakin rapat dari pada sebelumnya, aku cek sudah sekali 10 menit dan disinilah kurangnya ilmuku. Mengatur diri mengelola kontraksi yg datang, sehingga saat itu aku sudah merasa sangat sakit sekali bude dan kayaknya aku juga kurang sabar

Hari senin itu aku cek lagi ternyata baru naik ke bukaan 2 bude. Aku merasa sesakit itu tapi masih bukaan 2.

Besoknya selasa, sakit yang aku rasakan makin menjadi. Sampai sampai aku tidak tidur bude karena gelombang cinta nya hampir sekali 5 menit. Malamnya di cek malah baru mau naik ke bukaan 3

Rasa tidak sabar, tidak pandai mengelola diri membuat aku panik, dan rasa sakitnya makin menjadi-jadi

Hari rabu dini hari kontraksi nya hampir tidak henti-henti aku rasakan, aku kalap berfikir ingin operasi saja karena tidak kuat menunggu bukaan lengkap.

Aku merasa dedek sudah sangat dekat kebawah, pukul 03.30 subuh berangkatlah aku ke bidan dan di cek masih bukaan 4. Disini aku sudah pasrah, aku belajar mengatur nafas. Aku belajar sabar dan mengalihkan fikiranku supaya nafas tetap terjaga.