Saat itu mbak putri masih ragu apakah dia harus jauh-jauh dari klaten ke jogja untuk persalinannya? Tapi saya benar-benar berusaha untuk meyakinkan beliau bahwa:

1. Proses persalinan dan kelahiran adalah kenangan seumur hidup jadi perlu di perjuangkan. Jogja klaten hanya 1 jam, dan 1 jam demi mendapatkan pengalaman yang indah saya rasa tidaklah susah. (itulah mengapa banyak ibu yang memilih melahirkan di BidanKita walaupun jarak dari rumah mereka berjam-jam, semua demi proses persalinan gentle birth)

2. Jarang sekali ada dokter SPOG yang mau bersabar, bahkan memberi semangat kepada kliennya ketika usia kehamilannya lebih dari 41 w, apalagi mendekati 42 w. Ketika dr Adi berkata dengan “jujur” kepada klien bahwa bayinya sejahtera dan masih bisa ditunggu barang 2-3 hari serta meyakinkan bahwa mbak putri bisa melahirkan normal, saat itu saya yakin bahwa dialah dokter yang baik dan doaku khusus untuknya dalam kasus ini.

Tanggal 15 Juni 2013 saat itu saya sudah di cirebon, dan mbak putri sms mengatakan bahwa dia sudah mondok di JIH dan hanya di observasi saja.

panduan-audio-hypnofertility-ads

Tgl 16 Juni 2013, berarti saat itu 42+2 w. Dr Adi sms saya : “mbak yesie putri udah lahiran ya, spontan semalem jam 10 di JIH., oya affirmasinya apa sich, pembukaan 8-9-10, dia memang gak merasa nyeri tapi kegelian setiap kontraksi, jadi aku malah ngakak sendiri.”

Oh Tuhan..trimakasihhhh…

Rasanya sujud syukur.

Nah saat ini saya akan mencoba untuk menuliskan tentang kehamilan post date (lebih dari 40 minggu)

Kongres Dokter kandungan dan Ginekologi di Amerika, juga dikenal sebagai ACOG: “Didirikan pada 1951 di Chicago, Illinois, ACOG memiliki lebih dari 52.000 anggota dan kelompok terkemuka bangsa profesional memberikan pelayanan kesehatan bagi perempuan.” Dari situs web mereka: ACOG bekerja terutama di empat bidang:

1. Melayani sebagai advokat yang kuat untuk perawatan kesehatan yang berkualitas bagi perempuan.

2. Mempertahankan standar tertinggi praktek klinis dan pendidikan berkelanjutan bagi para anggotanya.