– 0 sampai 12 bulan    : kurang dari 1 g (0,4 g sodium)

– 1 sampai 3 tahun      : 2 g (0,8 g sodium)

– 4 sampai 6 tahun      : 3 g (1,2 g sodium)

– 7 sampai 10 tahun    : 5 g (2 g sodium)

– 11 sampai 14 tahun  : 6 g (2,4 g sodium)

Hindarilah pemberian gula pada si kecil sebelum ia berumur 1 tahun. Hal ini karena gula olahan seringkali melibatkan banyak proses kimia yang dapat berbahaya bagi si kecil. Selain itu, gula yang terlalu banyak juga dapat menyebabkan pembusukan gigi dan dapat menurunkan imunitas tubuh. Ingatlah bahwa hal ini bukan berarti Anda tidak diperbolehkan untuk memberikan si kecil makanan yang memiliki rasa manis. Gula yang dimaksud disini adalah gula olahan, dan bukan pemanis alami yang dapat diambil dari buah buahan.

Seringkali, terdapat banyak keraguan dan ketakutan bagi para orang tua ketika ingin memperkenalkan suatu menu yang memiliki potensi sebagai alergen. Sebenarnya masih ada dua pendapat yang berbeda mengenai umur yang tepat untuk mengenalkan makanan alergen pada si kecil. AAP (American Academy of Pediatrics) menyarankan bahwa alergen mulai dikenalkan sejak si kecil berusia 6 bulan, namun ASCIA (Australian Society of Clinical Immunology and Allergy) menyarankan bahwa makanan alergen mulai dikenalkan ketika si kecil sudah menginjak umur 1 tahun. Namun, hal umum yang dapat diambil dari dua pendapat yang berbeda tersebut adalah bahwa alergen harus dikenalkan seawal mungkin.

Yang terpenting ketika Anda mengenalkan makanan alergen pada si kecil adalah untuk memberikannya dalam jumlah kecil, satu persatu setiap 3-4 hari, dan mengamati adanya resiko alergi. Ingatlah untuk memberikannya ketika si kecil berada dalam kondisi sehat. Apabila si kecil tidak menunjukkan reaksi alergi apapun, cobalah untuk meningkatkan jumlah makanan tersebut secara perlahan-lahan. Apabila Anda masih merasa ragu, atau apabila si kecil menderita eksim parah, konsultasikanlah dengan dokter anak terlebih dahulu. Anda juga dapat membawa si kecil untuk melakukan tes alergi terlebih dahulu. Ingatlah untuk segera menghubungi layanan darurat apabila si kecil menunjukkan reaksi alergi parah seperti  sulit bernafas, bengkak, muntah parah, atau diare parah.

Berapa banyak makanan yang dapat diberikan?

Banyaknya makanan padat yang dapat Anda berikan sangat tergantung dengan usia si kecil. Berikut ini adalah referensi jumlah makanan yang diberikan berdasarkan usia si kecil:

  • 4 – 6 bulan

Mulailah dengan 1 sendok teh sereal bayi atau makanan yang telah dilembutkan (puree). Campurlah makanan tersebut dengan 4 – 5 sendok teh ASI sehingga makanannya menjadi sangat encer. Apabila si kecil sudah mulai familiar dengan makanan baru ini, tingkatkan jumlahnya menjadi 1 sendok makan sereal bayi atau makanan yang telah dilembutkan yang telah dicampur dengan ASI. Berikan sebanyak 2 kali sehari. Lama kelamaan, tingkatkan konsistensi makanan tersebut dengan mengurangi porsi ASI yang dicampur dalam makanan tersebut.

  • 6 – 8 bulan

Mulailah dengan 1 sendok teh buah, 1 sendok teh sayuran, dan secara bertahap tambahkan kuantitasnya menjadi 2 sampai 3 sendok makan. Bagilah porsi tersebut menjadi 4 sesi makan setiap harinya. Untuk sereal bayi, Anda dapat memberikan sebanyak 3 sampai 9 sendok makan sereal untuk 2 sampai 3 sesi makan setiap harinya.

  • 8 – 12 bulan

Ketika usia si kecil sudah menginjak 8 sampai 12 bulan, jumlah makanan yang dapat Anda berikan sudah sangat meningkat. Di masa ini Anda dapat memberikan 1/2 ons keju, 1/4 sampai 1/2 cup sereal bayi, 3/4 sampai 1 cup buah, 3/4 sampai 1 cup sayur-sayuran, dan 3 sampai 4 sendok makan makanan yang kaya protein seperti daging-dagingan setiap harinya.