Bishop Skor hanyalah salah satu alat untuk memprediksi respon wanita terhadap proses  induksi. Walaupun  faktor-faktor lain penting juga. Nah apa saja faktor itu?

Dilation-and-Effacement2, HDNYC

Pengaruh Posisi Janin

Salah satu faktor yang sering dilupakan adalah janin posisi ─ bagaimana cara kepala bayi  menghadap dalam rahim. Kebanyakan posisi bayi adalah Anterior dan posterior (Anda bisa melihat perbedaannya disini =https://www.bidankita.com/bentuk-perut-anda-dan-posisi-janin/ )

panduan-audio-hypnofertility-ads

Seringkali nilai Bishop Skor  yang rendah dikaitkan dengan bayi posterior, yang merupakan posisi yang kurang ideal untuk melahirkan. Dalam posisi ini, kepala bayi tidak memberi tekanan yang efisien pada leher rahim, sehingga penipisan atau pelebaran serviks kurang efisien, dan leher rahim sering berada dalam posisi  posterior (menunjuk ke arah dinding vagina yang lebih rendah dan sulit dijangkau selama pemeriksaan vagina). Ketika bayi berputar ke arah anterior, Bishop  Skor sering berubah secara dramatis karena adanya perubahan tekanan bayi.

 

Memaksa agar si ibu melahirkan dengan menginduksi persalinan saat posisi bayi posterior (atau memiliki malpositions lainnya) cenderung menghasilkan proses persalinan yang panjang, dan menyakitkan serta sering berakhir dengan operasi caesar.

 

Jadi jika bishop Skor Anda rendah, mungkin tidak menunjukkan hanya bahwa tubuh Anda tidak “matang” dan belum siap untuk proses persalinan, namun juga  mungkin ini  adalah cara tubuh menunjukkan kepada Anda bahwa bayi Anda tidak dalam posisi yang bagus untuk proses persalinan. Untuk alasan itu, mungkin akan lebih bijaksana untuk menunda induksi sampai bayi berada dalam posisi yang lebih menguntungkan untuk proses persalinan.

 

Induksi meningkatkan resiko tiga kali lipat lebih tinggi menuju Operasi caesar terutama pada ibu yang baru pertama kali melahirkan.

 

Dalam studi 2011 yang tercantum di bawah, grafik perempuan yang diinduksi dengan skor Bishop kurang dari 7 adalah:

  • Mereka ibu pertama kali yang diinduksi dengan bishop skor kurang dari 7 memiliki tingkat sesar meningkat lebih dari 42%.
  • Hal ini menunjukkan betapa pentingnya untuk memiliki leher rahim yang matang sebelum menginduksi persalinan, dan terutama pada ibu yang pertama kali melahirkan, yang serviksnya tidak pernah melebar sebelumnya.
  • Kadang-kadang dokter akan mencoba untuk meyakinkan kepada Anda bahwa itu tidak masalah jika leher rahim Anda tidak matang; mereka akan menggunakan obat-obatan yang membantu mematangkan serviks sebelum memulai obat induksi. Dan memang benar bahwa obat ini terkadang dapat membantu. Namun, bahkan dengan metode pematangan serviks, banyak induksi masih gagal. Obat pematangan serviks bukan obat mujarab untuk mempersiapkan tubuh untuk melahirkan ketika tubuh Anda sendiri sebenarnyabelum siap. Obat itu akan bekerja dengan baik ketika bayi berada dalam posisi yang baik. Dan Metode pematangan serviks sangat tidak mungkin untuk membantu wanita dengan nilai Bishop Skor yang sangat rendah.

Sekarang, jika leher rahim telah melebar sebelumnya, induksi lebih mungkin untuk berhasil. Wanita yang telah memiliki kelahiran vagina sebelum memiliki tingkat sesar jauh lebih rendah setelah induksi dalam penelitian sekitar 14%.

2 COMMENTS

  1. Bude, mohon maaf saya mau tanya.

    saya rini dari karawang, persalinan saya yang pertama berakhir di meja hijau tahun 2017 akhir.
    Jam 1 malem ketuban rembes, dan sudah ada lendir darah. Saya pergi ke bidan, di cek belum ada pembukaan. Kemudian jam 6 pagi bidan menyarankan induksi ( saat itu kami iyakan karna menurut bidan kl sudah ketuban rembes, hanya bisa menunggu kurang lebih 24 jam ).

    Saya induksi melalu infus, dr jam 6 pagi sampai jam 10 malam mentok di bukaan 4 ( sudah habis 2 infusan induksi ) akhirnya saya di rujuk ke RS ( posisinya saya terus2an muntah, dan bidan menyarankan untuk berbaring ke kiri terus).
    di RS masih di tunggu pembukaan sampai jam 5 pagi, masih tetap bukaan 4, dan mulesnya sudah luar biasa.
    sampai akhirnya dokter menyarankan SC, saya dan suami meng-iyakan.

    dan setelah lahiran, menurut ( paraji / tukang urut ibu hamil dan menyusi ) saat mau menguburkan ari2 dan tali pusat, katanya tali pusat saya pendek, jadi sulit untuk bukaan.
    Apa hal itu salah satu yg mempengaruhi gagalnya induksi bude?

    Saya berniat agar lebih cerdas dalam kehamilan kedua nanti, kalau Tuhan mempercayai saya dan suami untuk punya anak lagi..

    Terima kasih bude.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here