Oleh karena itu, penting bahwa tim medis yang terlibat dalam persalinan terampil dalam semua prosedur obstetrik dan mengikuti panduan dan standar perawatan yang direkomendasikan sehubungan dengan pemberian obat berisiko tinggi seperti Pitocin.

Komplikasi Bagi Ibu dan Cidera yang Terkait dengan Pitocin

Selain banyak ancaman yang ditimbulkan bagi sang bayi seperti di atas. Pitocin juga dapat membahayakan ibu selama dan setelah proses persalinan. Karena itu, sangat penting bagi dokter untuk memastikan bahwa keputusan untuk melanjutkan induksi Pitocin tidak hanya aman untuk bayi, tapi juga untuk ibu. Cedera dan komplikasi maternal yang terkait dengan Pitocin meliputi:

  • Kontraksi yang kuat dan berkepanjangan
  • Uterine rupture (robekan di rahim) dan hemorrhaging setelahnya (lebih hebat dari kehilangan darah normal setelah persalinan)
  • Keracunan air (terlalu banyak air di dalam system yang menyebabkan tidak seimbangnya elektrolit yang dapat menyebabkan gangguan otak berpotensi fatal)
  • Subarachnoid hemorrhage (pendarahan antara otak dengan jaringan tipis yang menutupinya)
  • Tachycardia, bradycardia, premature ventricular contractions, dan cardiac arrhythmias yang lain
  • Terganggunya aliran darah di rahim
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Anaphylaxis (reaksi alergi yang dapat mengancam nyawa)
  • Mual dan muntah
  • Pelvic hematoma (mengumpulnya darah di jaringan lembut di pelvis)
  • Placental abruption

Kelalaian Dalam Penggunaan Pitocin

panduan-audio-hypnofertility-ads

Karena tingginya resiko Pitocin, ada panduan yang ketat terkai dengan penggunaan obat ini. Tenaga ahli medis diharuskan untuk mengikuti panduan ini dan hanya memberikan Pitocin bila benar-benar diperlukan.

Jika mereka tidak mengikuti panduan seperti seharusnya, dan ada suatu cidera yang terjadi, ini adalah malapraktik medis. Ada beberapa keadaan yang pasti dimana tenaga ahlii medis tidak boleh menggunakan Pitocin, termasuk:

  • Cephalovic disproportion yang besar
  • Posisi janin yang tidak optimal
  • Keadaan darurat obstetris dimana rasio risiko dengan keuntungan maternal atau janin memerlukan operasi
  • Fetal distress yang membuat persalinan tidak mungkin terjadi dengan cepat
  • Umbilical cord prolapse
  • Aktifitas rahim tidak mengalami kemajuan yang cukup
  • Rahim yang hiperaktif atau hipertonik
  • Persalinan normal tidak memingkinkan
  • Adanya luka operasi karena operasi c-section sebelumya atau operasi rahim atau serviks lainnya
  • Posisi kepala janin yang tidak mengunci
  • Riwayat hipersensitif terhadap Pitocin

Pendapat Klinis Mengenai Pitocin