Untuk meyakinkan lagi bahwa Pitocin digunakan secara aman dan konservatif, American Journal of Obstetrics & Gynecology (AJOG) mengabarkan suatu pendapat klinis pada tahun 2009 dengan rekomendasi sebagai berikut terkait pemberian oxytocin sintetis (Pitocin):

  • Pitocin harus dimulai dengan dosis yang relative rendah
  • Pemantauan janin yang layak harus dilakukan
  • Kontraksi dianggap dapat diterima jika kontraksi tersebut mempunyai kekuatan dan tingkat yang konsisten, atau jika ada pola yang konsisten dari kontraksi yang kuat setiap dua sampai tiga menit yang berlangsung selama 60-90 detik.
  • Ketika sudah ada kontraksi yang dapat diterima, tidak dibenarkan untuk menaikkan dosis Pitocin.
  • Pitocin harus dititrasi menjadi dosis terendah dan cocok dengan tingkat aktivitas rahim yang seharusnya.
  • Persalinan dengan C-section (bukan Pitocin lagi) diindikasikan ketika aktivitas Rahim yang seharusnya sudah tercapai denga dosis terendah, tapi persalinan tidak mengalami kemajuan seperti seharusnya.

Pitocin sudah lama dikenal sebagai obat yang berbahaya, dan peneliti juga menyatakan bahwa kesehatan janin dapat berada dalam bahaya ketika terjadi hiperstimulasi induksi saat persalinan. Karena itu sangatlah penting untuk menggunakan Pitocin secara konservatif, obat ini digunakan hanya jika induksi medis diperlukan, dan jika pemantauan janin dilakukan.

Jika tim medis tidak memperlakukan ibu dan bayi selama persalinan dengan sikap yang konsisten dan standar sesuai dengan panduan pemberian Pitocin, itu merupakan suatu kelalaian. Jika kelalaian ini berakibat pada adanya cidera pada bayi atau ibu, maka itu adalah malpraktek medis, dan dapat dituntut secara hukum.

nah smog Anda mulai mempertimbangkan untung dan rugi me lakukan Induksi. lalu mencoba mencari informasi tentang alternatif lain untuk induksi Alami.

panduan-audio-hypnofertility-ads

silahkan buka disini.

salam hangat

Yesie