“Bagaimana rasanya kalau sedang kontraksi?” atau “Apa yang saya rasakan nanti jika saya kontaksi?” Ini mungkin pertanyaan yang paling sering diajukan pertama kali oleh ibu hamil menjelang Hari Perkiraan Lahir-nya. Dan ketika Anda menanyakan hal ini kepada teman, sanak saudara ataupin bidan dan dokter, bisa jadi jawabannya akan sangat bervariasi.

Mulai dari teman yang menyatakan “Aduh Sakit Sekali pokoknya!”, “ya, kenceng kayak orang sedang mens”, “mulas, pegel pokoknya nggak nyaman” hingga jawaban seperti ini: “Kenceng tapi bisa ditahan kok, nikmati saja”

 

Dan saya yakin bagi Anda yang belum pernah hamil sebelumnya, rasa ingin tahu akan “rasa” kontraksi ini kadang membuat Anda semakin penasaran, sehingga setiap kali ada ketegangan di perut maka Anda langsung mengira itu adalah kontraksi bahkan kadang rasa penasaran ini bisa menjadikan diri Anda paranoid.

panduan-audio-hypnofertility-ads

 

 

Ketika Anda mencoba mencari definisi dari kata kontraksi rahim di Google atau di buku diktat,maka anda akan temukan jawaban sebuah pendefinisian kontraksi sebagai berikut:

Cara dan rasa dari kontraksi berbeda pada setiap wanita, namun secara umum, Anda akan merasakan adanya pengetatan rahim dan nyeri atau kram yang mungkin dimulai pada punggung bawah dan menyebar ke bagian depan rahim.

Dan jika Anda melakukan pencarian di Google Anda akan menemukan tanggapan mereka tentang rasa kontraksi yang berkisar dari “kram yang intens pada perut seperti saat menstruasi ” untuk Beberapa wanita yang mengalami mereka kadang menggambarkan sebagai rasa sakit yang sangat intens “tekanan dan sakit di punggung.” sementara yang lain menggambarkan kontraksi sebagai tidak lebih dari kram biasa.

Kontraksi persalinan adalah pengetatan periodik dan santai dari otot rahim, otot terbesar di tubuh wanita. Sesuatu memicu kelenjar pituitari melepaskan hormon yang disebut oksitosin yang merangsang pengetatan rahim. Sulit untuk memprediksi kapan kontraksi persalinan yang sebenarnya akan dimulai. Kontraksi sering digambarkan sebagai sensasi kram atau pengetatan yang dimulai di belakang dan bergerak memutar ke depan dengan cara yang seperti gelombang. Yang lain mengatakan kontraksi terasa seperti tekanan di bagian belakang. Selama kontraksi, perut menjadi sulit untuk disentuh. Dalam proses melahirkan, Kontraksi ini menyebabkan bagian atas rahim (fundus) mengencang dan menebal sementara serviks dan bagian bawah rahim meregang dan rileks, membantu bagian terendah janin memasuki jalan lahir.