Di beberapa kasus, proses kehamilan dan persalinan terkadang membawa beberapa efek samping, salah satunya adalah inkontinensia urin. Inkontinensia urin adalah kondisi dimana Anda tidak bisa menahan buang air kecil, sehingga Anda dapat “mengompol” sewaktu-waktu. Kondisi ini cukup umum terjadi dan menurut data dari WHO, 200 juta penduduk di dunia mengalami inkontinensia urin, dan sebagian besar penderitanya adalah perempuan.

Inkontinensia memang bukanlah suatu kondisi yang mengancam jiwa, namun kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas hidup Anda. Inkontinensia urin bukan hanya suatu masalah kesehatan, namun juga dapat mempengaruhi emosional, psikologis, dan kehidupan sosial Anda. Bila Anda menderita kondisi ini, Anda mungkin merasa malu dan putus asa. Kabar baiknya adalah, walaupun inkontinensia urin bukanlah suatu hal yang normal, namun kondisi ini dapat diobati. Pengobatan inkontinensia urin dapat beragam tergantung jenis inkontinensi urin yang diderita, umur, kondisi kesehatan, dan kondisi mental.

Ada beberapa jenis inkontinensia urin, seperti:

panduan-audio-hypnofertility-ads
  1. Stress Incontinence

Inkontinensia jenis ini merupakan kondisi dimana urin Anda keluar/bocor ketika kandung kemih Anda mendapat tekanan, seperti ketika Anda batuk atau tertawa. Gejala utama inkontinensia jenis ini adalah kebocoran terjadi ketika Anda aktif, batuk, atau tertawa. Aktifitas dan banyaknya kebocoran yang ada tergantung oleh tingkat keparahan inkontinensia yang dialami.

  1. Urge Incontinence

Inkontinensia jenis ini berarti urin Anda keluar/bocor segera setelah Anda merasa ingin buang air kecil. Gejala utama inkontinensia jenis ini adalah adanya keinginan kuat untuk buang air kecil yang tidak dapat Anda kontrol dan datang secara tiba-tiba.

  1. Overflow incontinence

Dalam inkontinensia jenis ini, Anda tidak dapat mengosongkan kandung kemih Anda sepenuhnya, sehingga urin Anda seringkali keluar/bocor sedikit demi sedikit. Gejala utama inkontinensia jenis ini adalah sering buang air kecil dalam jumlah kecil atau tetesan urin yang terjadi secara terus menerus.

  1. Inkontinensi total

Pada inkontinensia total, kandung kemih Anda tidak dapat menyimpan urin sama sekali, sehingga urin Anda akan keluar begitu saja segera setelah diproduksi, menyebabkan Anda terus menerus atau sering mengalami kebocoran. Gejala utama inkontinensia jenis ini adalah buang air kecil dalam jumlah besar secara terus-menerus atau buang air kecil sesekali yang diiringi dengan kebocoran.