Warna ASI biasanya kuning, putih, bening, krem, cokelat, atau semburat biru. Namun, di beberapa waktu selama pengalaman menyusui Anda, Anda mungkin terkejut menemukan bahwa ASI Anda juga bisa berwarna lain. Perubahan warna ASI umumnya bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Meski begitu, ibu menyusui tetap perlu memahami seperti apa perubahan warna ASI yang normal dan tidak normal.

Tergantung pada apa yang Anda makan atau minum, ASI Anda mungkin terlihat berwarna hijau, merah muda, atau merah. Kadang-kadang, sedikit darah bahkan bisa masuk ke dalam ASI sehingga memberikan warna coklat atau seperti karat.

Anda mungkin memperhatikan bahwa warna ASI Anda berubah seiring waktu. Mungkin yang membuat Anda bertanya-tanya apa warna ASI seharusnya dan apa yang normal?

Perubahan Warna berdasarkan Tahapan nya

Selama beberapa minggu pertama setelah Anda melahirkan, ASI Anda berubah dengan cepat. Tidak hanya komposisi dan jumlah, tetapi juga warnanya (2)  Jadi, apa warna ASI? Berikut adalah perubahan normal warna ASI berdasarkan tahapan.

Kolostrum

Kolostrum adalah ASI pertama yang dibuat tubuh Anda. Kolostrum keluar menjelang waktu melahirkan hingga beberapa hari pertama kelahiran bayi. Kolostrum sangat kaya akan protein, vitamin, dan imunoglobulin yang penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh bayi.

Anda hanya membuat kolostrum dalam jumlah kecil, tetapi terkonsentrasi dan bergizi tinggi. Meskipun kolostrum terkadang jernih, tipis, dan berair, kolostrum lebih sering berwarna kuning atau oranye dan kental. Tingginya kadar beta-karoten dalam kolostrum memberinya warna kuning tua atau oranye

ASI transisi

ASI transisi muncul di akhir produksi kolostrum, produksi ASI meningkat dan tubuh Anda mulai membuat ASI transisi. Selama masa transisi dua minggu ini, warna ASI biasanya berubah dari kuning menjadi putih. ASI transisi ini mengandung banyak lemak dan laktosa.

ASI matang

Setelah sekitar dua minggu, tubuh Anda mencapai tahap susu matang. ASI yang matang berubah penampilan berdasarkan seberapa banyak lemak yang dikandungnya. ASI matang muncul setelah melewati masa transisi. Jenis ASI ini mengandung lebih banyak air dibandingkan karbohidrat, protein, dan lemak.

ASI matang terbagi dalam dua jenis, yaitu Foremilk yang berwarna agak jernih dan kebiru-biruan dan hindmilk yang tampak berwarna putih. Meski berbeda, kedua jenis ASI matang ini sangat diperlukan bagi tumbuh kembang bayi.

Foremilk: Secara umum, ketika ASI matang mulai mengalir keluar dari payudara Anda pada awal sesi menyusui atau memompa, ASI lebih tipis dan lebih rendah lemak. Susu ini disebut foremilk. Karena foremilk tipis, cenderung terlihat jernih atau kebiruan

Hindmilk: Saat Anda terus memompa atau menyusui, kandungan lemak dalam ASI Anda naik. Saat lemak meningkat, ASI berubah menjadi susu yang lebih kental yang disebut hindmilk. Hindmilk memiliki penampilan putih atau kuning yang lebih tebal

 

Warna Lain dan Apa Artinya

Makanan tertentu, herbal, suplemen nutrisi, dan obat-obatan dapat mengubah warna ASI Anda. ini juga dapat memengaruhi warna urin Anda dan urin bayi Anda.

Meskipun mungkin mengejutkan dan menakutkan untuk dilihat, namun ini normal jika ASI bervariasi dalam warna. Perubahan ini biasanya berhubungan dengan diet dan tidak berbahaya. Berikut adalah beberapa warna ASI yang berbeda.

ASI hijau

Anda mungkin melihat warna hijau pada ASI Anda setelah Anda makan makanan hijau atau makanan yang mengandung pewarna hijau. ASI Anda mungkin berwarna kehijauan jika Anda makan makanan yang berwarna hijau seperti bayam, rumput laut, atau jika Anda menambahkan herbal atau suplemen vitamin tertentu ke dalam makanan Anda.

ASI Merah Muda, Oranye, dan Merah

ASI berwarna merah muda, oranye, atau merah setelah makan makanan yang secara alami berwarna ini, atau setelah makan atau minum yang mengandung pewarna makanan merah, kuning, atau oranye. Bit, dan buah naga.

ASI Coklat, Berwarna Karat, dan Berwarna Darah

Jika darah dari dalam payudara Anda bocor ke saluran susu Anda, ASI Anda mungkin terlihat coklat, oranye tua, atau berwarna karat. Ketika ASI terlihat seperti air kotor dari pipa tua yang berkarat, itu disebut sindrom rusty pipe

Darah juga bisa masuk ke dalam ASI jika puting Anda pecah-pecah. Ini mungkin terlihat seperti garis-garis merah atau merah muda. Jangan panik. Anda tidak perlu membuang ASI atau berhenti menyusui. Sedikit darah dalam ASI Anda tidak akan membahayakan anak Anda. Dalam kebanyakan kasus, pendarahan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Jika tidak, dan Anda terus melihat darah dalam ASI Anda setelah seminggu, tanyakan kepada dokter Anda

ASI Hitam

Produksi ASI hitam terkait dengan antibiotik Minocin (minocycline). Minocin juga menyebabkan penggelapan kulit. Penggunaan Minocin tidak dianjurkan saat Anda sedang menyusui. Itulah mengapa sangat penting bagi Anda untuk selalu memberi tahu dokter bahwa Anda sedang menyusui sebelum minum obat apa pun

Secara umum, beragam perubahan warna ASI yang tidak normal ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun bila perubahan warna ASI terjadi berlarut-larut, disertai dengan rasa gatal, nyeri, atau perdarahan pada payudara, sebaiknya Anda segera

Konsultasi ke provider Anda

ASI yang disimpan

Saat Anda memompa dan menyimpan ASI, itu bisa sedikit berubah. Di lemari es, ASI dapat terpisah menjadi beberapa lapisan. Mungkin ada lapisan krem ​​​​yang tebal, putih atau kuning di bagian atas, dan lapisan bening atau berwarna biru yang lebih tipis di bagian bawah. Anda tidak perlu khawatir. Itu normal, dan itu tidak berarti susu menjadi kelek kualitasnya. Anda hanya perlu mencampur lapisan dengan memutar botol dengan lembut. ASI juga bisa berubah warna di dalam freezer. ASI beku mungkin terlihat lebih kuning

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Sebagian besar waktu, setiap perubahan warna ASI Anda disebabkan oleh sesuatu yang Anda makan, dan kemungkinan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika Anda memiliki kekhawatiran tentang ASI Anda, Anda harus merasa nyaman menghubungi provider Anda. Dokter atau spesialis laktasi Anda akan dapat mendengarkan kekhawatiran Anda, mengevaluasi situasi, dan meminta Anda datang untuk melakukan pemeriksaan, jika perlu.

Sumber:

  1. Bastianelli KS, Henry L. Variations in the Color of Breast Milk. Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing. 2012;41. doi:10.1111/j.1552-6909.2012.01363_28.x
  2. Andreas NJ, Kampmann B, Le-Doare KM. Human breast milk: A review on its composition and bioactivity. Early Human Development. 2015;91(11):629-635. doi:10.1016/j.earlhumdev.2015.08.013
  3. Patton S, Canfield LM, Huston GE, Ferris AM, Jensen RG. Carotenoids of human colostrum. Lipids. 1990;25(3):159-65.
  4. Lawrence RA, Lawrence RM. Breastfeeding, A Guide for the Medical Profession. Elsevier Health Sciences; 2015.
  5. Yazgan H, Demirdöven M, Yazgan Z, Toraman AR, Gürel A. A mother with green breastmilk due to multivitamin and mineral intake: a case report. Breastfeed Med. 2012;7:310-2. doi:10.1089/bfm.2011.0048
  6. Faridi MM, Dewan P, Batra P. Rusty pipe syndrome: counselling a key intervention. Breastfeed Rev. 2013;21(3):27-30.
  7. Hunt MJ, Salisbury EL, Grace J, Armati R. Black breast milk due to minocycline therapy. Br J Dermatol. 1996;134(5):943-4.
  8. Academy of Breastfeeding Medicine Protocol Committee. ABM clinical protocol# 8: Human milk storage information for home use for full-term infants. Original protocol March 2004; revision# 1 March 2010. Breastfeeding Medicine. 2010;5(3).
  9. Additional Reading
  10. Barco I, Vidal M, Barco J, Badia À, Piqueras M, García A, Pessarrodona A. Blood-Stained Colostrum and Human Milk during Pregnancy and Early Lactation. Journal of Human Lactation. 2014 Nov 1;30(4):413-5.
  11. Drewniak MA, Lyon AW, Fenton TR. Evaluation of Fat Separation and Removal Methods to Prepare Low-fat Breast Milk for Fat-intolerant Neonates With Chylothorax.Nutrition in Clinical Practice. 2013 Oct;28(5):599-602.
  12. Riordan J, Wambach K. Breastfeeding and Human Lactation Fourth Edition. Jones and Bartlett Learning. 2014.