JANGAN BURU-BURU DI POTONG TALI PUSATNYA YA!

Jika penolong persalinan Anda sudah mengenal tentang penundaan pemotongan tali pusat, maka meminta seberapa lama menunda pemotongan tali pusat rasanya kemungkinan akan lebih mudah di negosiasikan. Namun, terkadang Anda juga  harus berjuang untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Mungkin saja ketika Anda mengajukan birthplan yaitu meminta penundaan pemotongan tali pusat maka jawaban kebanyakan provider adalah:

“untuk Apa bu? Setelah bayi lahir tuh talipusat dan plasenta itu sudah tak berguna lagi, dan itu sampah jadi harus segera di potong dan dibuang”

Namun apabila provider Anda sudah tahu dan mendukung penundaan pemotongan tali pusat, maka dia akan mengatakan bahwa tali pusar – yang menempel pada plasenta – masih memiliki fungsi yang sangat penting untuk memenuhi hak untuk bayi setelah lahir dan sampai 30 menit – atau bahkan lebih –

Hal yang perlu Anda ketahui saat ini adalah, Setelah kelahiran bayi, plasenta dan tali pusat nya akan terus memompa darah selama 30 menit! Ini volume darah ekstra yang sangat penting bagi paru-paru bayi Anda untuk benar berkembang (penting sekali untuk masa transisi aliran oksigen intra uteri dan ekstra uteri). Anda lihat, tanpa volume darah tambah, tekanan darah bayi Anda akan berkurang dan ini berpotensi menyebabkan anemia, kerusakan otak, asfiksia, apnue dan serangan jantung.

penjelasan fisiologis proses pernafasan dari plasental ke paru-paru dapat dilihat dari kutipan artikel berikut ini: http://hcp.obgyn.net/fetal-monitoring/content/article/1760982/1911275.

Pada kondisi normal – fisiologis – ketika bayi dilahirkan dia akan melakukan “resusitasi”itu sendiri secara spontan. Perubahan suhu yang drastis dari intra uteri ke ekstra uteri “memicu” refleks menangis dan akibat reflek ini, maka Sirkulasi janin “diaktifkan” dan dirubah menjadi sirkulasi manusia dewasa. Paru-paru dikembangkan, dan pembuluh pusar kemudian menutup. Namun, penjelasan ini sangat sederhana dan tidak lengkap. Beralihnya proses pernafasan dari plasenta ke paru-paru hanya sebagian dari keseluruhan proses perubahan yang drastis pada bayi baru lahir; beralih dari alimentation plasenta dan plasenta untuk ekskresi pencernaan bayi baru lahir ke organ ekskretoris juga merupakan bagian dari resusitasi “alami”. Untuk memulai dan membangun fungsi baru lahir dari paru-paru, usus, ginjal, dan sistem lainnya, termasuk otak, ini diperlukan perfusi yang terus menerus ke organ-organ; transfusi besar darah plasenta saat persalinan alami “mengaktifkan “semua sistem organ ini yang semula melalui plasenta (40% dari curah jantung janin) dialihkan ke organ-organ ini selama penutupan fisiologis pembuluh tali pusat. Penutupan pembuluh darah talipusat secara tiba-tiba dapat menghentikan pasokan glukosa dari plasenta ke otak (digunakan dalam respirasi aerobik dan anaerobik); hati (pusat glikogen) harus mulai menjaga kadar glukosa darah. Sebagian besar dari pasokan darah hati adalah dari pembuluh darah portal yang berasal darah dari arteri mesenterika. Jika usus (dan karenanya hati) perfusi nya tidak “deras,” hipoglikemia dapat menyebabkan kejang neonatal. kekurangan Perfusi pada hati juga dapat menjadi faktor dalam ekskresi bilirubin dan “fisiologis” penyakit kuning. Makanya inilah alasannya mengapa banyak sekali kasus jaundice pada bayi baru lahir yang dipotong talipusatnya segera setelah lahir!