SONY DSC

prosedur rutin yang merupakan bagian dari setiap kunjungan antenatal setelah sekitar 12 minggu kehamilan adalah PALPASI. Palpasi adalah Istilah medis untuk meraba. Tujuan mereka melakukan palpasi pada perut Anda adalah untuk memonitor perubahan ukuran rahim Anda dan pertumbuhan dan posisi bayi Anda untuk menilai sesuai dengan perkembangan dan “kemanuan” kehamilan. Tindakan palpasi ini tidak menyakiti bayi Anda karena mereka dikelilingi oleh bantalan yaitu cairan ketuban. CATATAN: sebenarnya Anda tidak perlu membuka baju untuk diraba/dipalpasi tapi memang dengan membuka pakaian di bagian perut akan memudahkan bidan dan dokter melakukan prosedur ini.

 

apa yang bidan atau dokter cari atau periksa saat meraba perut Anda sangatlah bervariasi tergantung pada berapa minggu umur kehamilan Anda. Berikut ini adalah panduan informasi yang mereka coba dapatkan melalui palpasi perut selama berbagai tahap kehamilan.

Ketika Anda hamil…lalu memeriksakan diri ke Bidan atau Dokter, apa yang biasanya mereka lakukan pertama kali setelah melakukan anamnese? Biasanya mereka melakukan palpasi yaitu

Dari konsepsi sampai kurang dari 12 minggu kehamilan, ukuran rahim masih sangat kecil dan sebagian besar masih berada di dalam tulang panggul dan tidak dapat dirasakan melalui perut luar/agak sulit di waba melalui perabaan di perut. Setelah sekitar 12 minggu, rahim cukup besar dirasakan di atas panggul oleh bidan/dokter Anda (dan Anda), biasanya mereka hanya mampu menyentuh bagian paling atas dari rahim atau fundus.

Beberapa ibu yang sudah pernah hamil sebelumnya biasanya rahim mereka sedikit lebih besar dibanding dengan ukuran rahim di kehamilan sebelumnya, sehingga mungkin sekitar 10 atau 11 minggu sudah bisa diraba dan dirasakan. Ini juga terjadi jika Anda memiliki bayi kembar. Jadi Jika Anda merasa telah hamil 12 minggu atau lebih namun rahim Anda tidak dapat dirasakan oleh bidan/dokter Anda, maka Anda harus waspada, bisa jadi penghitungan umur kehamilan yang salah atau mungkin kehamilan Anda belum mencapai 12 minggu, bisa jadi janin tumbuh lambat, atau bisa jadi ada kemungkinan yang lain.

Dari 12 sampai 20 minggu kehamilan bidan/dokter Anda akan melakukan palpasi secara rutin di setiap kunjungan. Selama fase ini bayi belum cukup besar untuk terdeteksi posisi mereka, sehingga tujuan utama palpasi sebelum 20 minggu hanya untuk memastikan bahwa rahim tumbuh dan berkembang sehat.

sekitar 16 minggu kehamilan bagian atas rahim atau fundus akan tumbuh menjadi sekitar pertengahan antara garis rambut kemaluan dan pusar (terasa ketika berbaring). Dengan sekitar 20 minggu kehamilan fundus harus mendekati tingkat pusar. bidan Anda mungkin mulai menggunakan pita pengukur untuk mengukur Anda tinggi fundus.

Dari 20 sampai 34 minggu bayi Anda jauh lebih besar dan sekarang cukup besar bagi bidan/dokter Anda untuk mengetahui di mana kepala bayi berada. Bidan/dokter Anda bahkan mungkin dapat membimbing tangan Anda selama pemeriksaan ini sehingga Anda dapat merasakan kepala bayi Anda sendiri. Atau bahkan bisa mengajari patner/suami Anda untuk melakukan palpasi untuk mengetahui posisi bayi Anda. Namun jika belum dapat dilakukan, Tanyakan kepada bidan/dokter apakah mereka dapat mengajarkan Anda tentang hal ini pada kunjungan kehamilan berikutnya.

mulai umur kehamilan 34 minggu sebagian besar posisi kepala janinsudah berada di bawah atau bahkan sudah turun ke panggul, namun ada kalanya posisi kepala bjanin masih di atas nah itu disebut sungsang. Tak perlu terlalu khawatir jika Anda menemukan bahwa posisi janin Anda masih sungsang, karena Anda tetap mempunyai waktu untuk mengupayakan merubah posisi kepala janin menjadi vertek (kepala di bawah) coba buka link ini: https://www.bidankita.com/joomla-overview/monthly-guide/175-cara-mengubah-bayi-sungsang-menjadi-letak-kepala. Jika Anda hamil kembar, sering kali bidan/dokter menemukan bahwa satu janin kepalanya di bawah, sementara saudara mereka sungsang.

Ukuran rahim Anda harus terus tumbuh, hingga mencapai dasar tulang dada atau sternum di umur kehamilan sekitar 36-37 minggu. Dari 37 minggu hingga masa menjelang kelahiran, Janin Anda posisi kepalanya harus di bawah sekarang. Meskipun jarang, namun beberapa janini dapat mengubah posisi nya bahkan pada tahap akhir kehamilan.

Nah ketika posisi kepala sudah berada dibawah, maka bidan/dokter akan meraba perut Anda untuk mengetahui apakah kepala janin Anda sudah masuk kedalam panggul atau belum.

Kepala janin dapat masuk panggul kapan saja dari 1 sampai 4 minggu sebelum kelahiran. Meskipun sebenarnya masih normal bagi janin pada beberapa ibu hamil dimana kepalanya belum masuk panggul hingga proses persalinan dimulai, namun hal ini yang sering dijadikan “alasan” bagi para dokter/bidan untuk melakukan intervensi. Padahal sebenarnya hal ini masih bisa di upayakan, entah dengan mobilisasi, pengaturan posisi tubuh dan pengoptimalan posisi janin. Bidan/dokter Anda juga biasanya mencoba untuk menentukan bagaimana posisi tubuh janin menghadap atau bagaimana posisi berbaring janin Anda. Apakah mereka berada dalam posisi anterior (dengan punggung bayi ke arah depan perut Anda) atau posterior (ke arah belakang Anda), atau lateral (ke arah sisi Anda). Setelah kepala janin Anda masuk ke panggul, Bayi masih bisa bergerak dari anterior ke posisi posterior dan sebaliknya dengan cukup mudah sebelum persalinan dimulai. Nah untuk mengupayakan agar posisi janin tetap baik dan optimal silahkan buka link: https://www.bidankita.com/joomla-license/natural-childbirth/566-posisi-terbaik-bayi-dalam-kandungan

Ukuran rahim Anda tidak tumbuh ke atas, karena tidak ada lebih banyak ruang untuk melakukan hal ini. Namun, perut Anda sekarang tumbuh keluar atau menonjol. Jika kepala bayi Anda bergerak, ketinggian fundus biasanya turun lebih rendah, meskipun pengukuran fundus umumnya tidak digunakan selama minggu-minggu terakhir kehamilan.

 

Mengukur tinggi fundus Anda

Melakukan pengukuran, Menggunakan pita ukur untuk menentukan tinggi fundus selama kehamilan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an. Ini semakin populer di akhir 1980-an dan karena sederhana dan murah, dan ini banyak digunakan oleh bidan, meskipun tidak semua menggunakannya. Tujuan utama dari pengukuran tinggi fundus selama kehamilan adalah untuk mendeteksi kemungkinan:

– Bayi luar biasa kecil

– Bayi luar biasa besar

– Berapa kemungkinan umur kehamilan & tafsiran berat janin, meskipun mungkin lebih relevan penggunaan USG.

Pengukuran tinggi fundus diadopsi karena diyakini lebih akurat dari sekedar perasaan bidan/dokter saat melakukan palpasi dengan tangan mereka. Melakukan pengukuran dasarnya,. Cara Mengukur tinggi fundus adalah dengan meminta sang ibu untuk berbaring lalu bidan/dokter menempatkan ujung dari pita ukur pada tulang kemaluannya (simfisis pubis). Simfisis pubis tulang terletak tepat di bawah garis rambut kemaluan di tengah. Lalu ukur hingga batas Fundus dan ketahui ukurannya dalam cm.

CATATAN: tinggi Fundus dapat diukur walaupun Anda masih mengenakan pakaian,sehingga Anda tidak perlu melepaskan celana Anda untuk melakukannya. Jika Anda ingin, Anda bisa merasakan sendiri tulang simfisis pubis Anda maka letakkan tangan Anda di atas pinggul Anda, kemudian memindahkan mereka ke depan dan ke bawah, mengikuti lengkungan tulang pinggul ke bawah hingga lengkungan tersebut berakhir di tengah di bawah garis rambut kemaluan Anda. Rasanya seperti benjolan keras di bawah rambut kemaluan.

Ketinggian fundus cenderung digunakan dari 16 sampai 37 minggu kehamilan, dengan keakuratan terbesar diyakini antara 22 sampai 34 minggu. Sebuah buku teks tentang pengukuran tinggi fundus menyatakan bahwa tinggi fundus seharusnya sama dengan jumlah minggu kehamilan. Sebagai contoh, hamil 20 minggu = 20 cm dan sebagainya (sampai sekitar 36-37 minggu). Namun, pengukuran tinggi fundus dapat berfluktuasi 2 sampai 4 cm lebih tinggi atau lebih rendah dari norma yang diharapkan karena berbagai alasan, dengan bayi masih sangat normal dan sehat. Alasan tinggi fundus lebih kecil atau lebih besar dapat meliputi: