Perineum adalah area anatomi antara uretra, saluran yang membawa urin dari kandung kemih, dan anus. Pada wanita, vagina termasuk area di perineum. Area ini mengalami banyak stres dan perubahan selama kehamilan dan persalinan, dan perlu perawatan khusus sesudahnya.

Beberapa wanita mengalami pengguntingan perineum/jalan lahir yang disebut episiotomi ketika mereka melahirkan bayi. Tindakan ini ini dilakukan untuk mempercepat proses persalinan, walaupun intervensi ini bukanlah merukana keharusan, namun sebagian besar provider seringkali melakukan intervensi ini secara rutin terutama kepada para ibu yang baru pertama kali melahirkan. (dibuat menjadi semacam Standart Operating Prosedur).

Tindakan episiotomy, robekan alami pada perineum dan tindakan penjahitan perineum paska melahirkan sering sekali menjadi moment yang cukup traumatic bagi para ibu.

Bahkan beberapa ibu menyatakan bahwa rasa sakit saat di jahit perineumnya melebihi rasa sakit saat mengalami proses kontraksi dan melahirkan bayi itu sendiri.

Cedera pada vagina dan perineum selama proses persalinan dapat menyebabkan pembengkakan, memar, atau kumpulan darah di bawah kulit yang disebut hematoma. Setiap cedera ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan hingga rasa sakit yang parah.

Hematoma kecil / ringan biasanya hilang tanpa pengobatan. Hematoma yang nyeri dan besar mungkin membutuhkan drainase (proses pembuangan) darah yang terkumpul di dalamnya. Jika banyak pembengkakan jaringan terjadi di sekitar uretra, buang air kecil mungkin sulit. Jika ini terjadi, tabung kecil yang disebut kateter dapat dimasukkan ke dalam kandung kemih sampai buang air kecil bisa dilakukan dengan mudah dan nyaman.

Laserasi adalah lecet hingga robekan pada perineum. ini dapat diperbaiki dengan penjahitan, tetapi pada robekan yang hanya derajat 1 atau lecet saja biasanya akan sembuh sendiri tanpa dilakukan penjahitan (hanya perawatan perineum saja).

Sedangkan pada luka episiotomy, setelah proses penjahitan selesai maka saat luka episiotomi sembuh, itu dapat membentuk bekas luka. ibu yang memiliki luka belkas episiotomy yang lalu harus benar benar hati hati dan mempersiapkan diri dan tubuhnya dengan baik supaya luka tersebut tidak kembali terbuka ketika proses persalinan mendatang.