Yuk Mari Optimalisasikan Posisi Janinmu

10092 0

 

Akhir akhir ini di group Laskar Gentle Birth maupun di IG, dan Fan Pages Bidan Kita sering sekali ada pertanyaan seperti ini:

  • Umur kehamilan 38w, tapi kata dokter belum masuk panggul, dan katanya kalau sampai minggu depan belum masuk panggul harus SC?
  • Umur 34 minggu masih posisi sungsang atau lintang, sudah nungging tiap hari tapi belum juga mapan?
  • Kata dokter, hasil USG posisi kepala mendongak sehingga persalinan bakalan susah, suruh SC?

Dan masih banyak sekali masalah masalah yang terjadi baik di masa kehamilan maupun persalinan, di masal persalinan misalnya:

  • pembukaan lama , karena posisi kepala oblique
  • kepala masih tinggi, padahal pembukaan sudah lengkap. Karena kepala tengadah
  • kontraksi tidak intens dan pembukaan berjalan sangat lambat karena posisi janin tidak optimal.

slide39

 

Dan Issue yang saat ini semakin marak terjadi adalah:

Issues              

Semakin banyak kasus persalinan macet, kemajuan persalinan tidak seperti seharusnya dan berakhir di meja operasi

slide40

Ingat ibu ibu POSISI menentukan Prestasi.

Ketika posisi janin Optimal, maka proses persalinan semakin Lancar.

 

Hari ini kita akan membahas tentang optimalisasi posisi janin saat kehamilan maupun saat proses persalinan.

 

 

Semoga artikel ini bisa membantu:

  • Ibu semakin siap menghadapi proses persalinan
  • Birth partner mengetahui apa saja yang harus di lakukan saat mendampingi persalinan istrinya
  • Ada banyak pilihan alternative yang bisa digunakan ibu untuk membuat proses persalinan menjadi lancar

 

 

Sehingga Nanti kami akan memberikan semacam TUGAS untuk Anda kerjakan di rumah. Dan silahkan bagikan apa rencana Anda berkaitan dengan upaya optimalisasi posisi janin ini di Group (SHARE ya?)

 

Tapi sebelumnya kembali saya ingatkan bahwa untuk mendapatkan proses persalinan yang lancar dan minim trauma tidaklah Instan. Butuh latihan, butuh persiapan dan butuh ketekunan.

Berikut ini kunci untuk mendapatkan Gentle Birth

  1. High Knowledge
  2. Mindulness & Awareness
  3. Healing Birth Trauma
  4. Breathe
  5. Relaks Mind
  6. Mind, baby & body Balance
  7. Mobility and gravity during labor
  8. Gentle Birth Provider & support

 

Untuk mendapatkan proses persalinan yang lembut dan minim trauma memang tidaklah mudah, perlu upaya, niat dan pengorbanan.

  1. Harus bersedia memberdayakan diri (mencari informasi, perluas wawasan, mau membaca)
  2. Harus mempunyai niat dan keyakinan yang kuat
  3. Harus mempunyai komitmen yang tinggi untuk mencapai gentle birth
  4. Harus merasa bertanggung jawab terhadap pilihannya tentang gentle birth yaitu bertanggung jawab kepada Tuhan, bertanggung jawab kepada Anak, suami dan keluarga.
  5. Harus rela untuk mengerjakan Pe eR atau mau mengupayakan diri mulai dari latihan relaksasi hypnobirthing, olahraga teratur seperti yoga, tai chi, dll
  6. Harus rela melakukan maternity tour (mencari provider) yang bersedia memfasilitasi dan mengerti Apa yang Anda inginkan (dan untuk hai ini sangat tidaklah mudah)

 

Sebelum Lanjut, mari melihat proses persalinan dulu seperti apa ya?

slide42

Silahkan Lihat video ini dahulu :

https://www.youtube.com/watch?v=ZRQdNlY8tHE

semakin mengenali anatomi tubuh Anda sendiri maka Akan memudahkan Anda untuk memahami bagaimana tubuh Anda bekerja luar biasa saat proses melahirkan

jadi berucap syukur ya….

 

Pelan pelan coba raba tulang panggul Anda ….

Cari mana simphisis pubis Anda…

Cari mana Iliac Crest

Cari mana Tulang duduk, atau Ischium

Cari mana tulang Sacrum

lalu sekarang kita lihat anatomi dan posisi kepala janin

 

slide61 slide60 slide59 slide58 slide57 slide56 slide55

jadi ternyata posisi kepala janin di bawah itu tidak selalu optimal bukan?

Dan yang terbaik adalah posisi OA, LOA dan bagian terendah harus Ubun Ubun kecil. Kenapa? Yuk lihat lagi disini

slide63 slide62

 

dan ternyata yang berperan dalam optimalisasi posisi janin tidak hanya panggul saja lho. Tapi juga Ligamen dan Fascia.

Apa itu ligament dan fascia?

Mari lihat gambar berikut:

slide50 slide49

 

kalau dilihat dari keseluruhan berarti sangat di butuhkan keseimbangan.

Analogi Anatominya adalah seperti ini

 

slide80

bayangkan :

Panggul = keranjang

Rahim = Balon udara

Ligament = Tali pancang

 

Apa yang terjadi jika tali pancangnya tidak seimbang? Antara kanan dan kiri?

Otomatis rahimnya miring atau condong ke salah satu sisi bukan?

Nah apa yang terjadi kalau Rahim yang notabenenya “wadah” janin itu posisinya miring? Otomatis posisi bayipun miring bukan? Dan tidak optimal!

 

Lalu apa yang terjadi jika panggulnya gak pernah di goyang?

Analoginya adalah panggul = toples , janin = kerupuk

Kalau ingin masukin banyak kerupuk ke toples, biar muat banyak, kira kira krupuknya yang di remuk atau toplesnya yang di goyang?

Lalu apa yang terjadi kalau toplesnya di goyang?

Krupuk akan menyesuaikan diri sesua dengan celah yang ada bukan? (mengikuti gaya gravitasi)

Jadi bayangkan jika kaleng itu panggul dan kaleng itu gak pernah di goyang,…lalu tali nya tadi tegang di salah satu sisi sehingga si balon udara aliyas si Rahim miring? Kira kira janin bisa masuk panggul tidak? Kira kira posisi janin bisa optimal tidak?

 

ALL is About BALANCE, MOVING AND GRAVITY

 

Nah sekarang kita lihat proses turunnya kepala janin dalam proses persalinan:

ini adalah proses bagaimana kepala bayi turun panggul dan lahir

dari video ini Anda akan semakin menyadari sebenernya BAYI ANDA yang BEKERJA

https://www.youtube.com/watch?v=ze53Ep-gwBQ

 

dan lihat ini ya bu

https://www.youtube.com/watch?v=duPxBXN4qMg

 

nah apa itu optimalisasi posisi janin?

 

jadi intinya adalah bayi membutuhkan Space untuk turun dan memposisi diri seoptimal mungkin.

Ada banyak sekali tehnik sebenarnya, namun  bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari terutama semasa kehamilan?

Daily Routine and some technique for Pregnancy and labor:

  1. Berjalan

Berjalan yang di maksud disini bukan jalan pagi yang pelan pelan, tetapi jalan cepat.

Karena dengan berjalan cepat semua otot psoas dan ligament di area panggul akan semakin terlatih. Otot psoas akan lebih kuat tapi lentur dan fleksibel, penurunan kepala akan terjadi lebih baik karena otot panggul dan tulang belakang menjadi lebih selaras

Frekuensi         : setidaknya 5 kali dalam seminggu

Durasi              : kenali tubuh Anda dan lakukan secara bertahap mulai dari 500 m sampai 4-5 km. (ukur kemampuan tubuh Anda)

 

#catatan        :

  • Jika Anda mengalami SPD (Symphisis Pubic Disfunction) atau rasa sakit di area syphisis, gunakan pregnancy belt, atau menunggu sampai sakit nya berkurang atau hilang, baru mulai berjalan dengan ritme yang lebih lambat.
  • Jika perut Anda termasuk perut gantung, gunakan pregnancy belt juga senyamannya (jangan terlalu kencang)

 

  1. Forward Leaning Inversion

Gerakan ini berpotensi untuk memberi dukungan pada ligamen untwists ke segmen bawah rahim dan leher rahim, sangat bermanfaat untuk ligament uterosakrum dan ligamen di area leher rahim. Forward leaning inversion merupakan peregangan otot yang lembut rileks.

Ketika Anda tegak kembali maka ligamen ini akan bersantai. Mengulangi peregangan berkali-kali membantu untuk melepaskan ketegangan yang mungkin ada atau mengurangi kondisi asimetri pada ligament Anda dan memungkinkan kepala bayi agar optimal dengan lebih mudah selama persalinan.

 

Saat melakukan di Rumah pertama kali ..carilah pasangan untuk support. Anda bisa memakai Sofa, atau anak tangga. Yang penting SAFETY First.

 

Frekuensi         : setiap hari (sejak 30 w ke atas, hingga saat proses persalinan)

Durasi              : 30 detik saja atau tiga siklus nafas Anda

 

#catatan        :

  • Jangan lakukan jika Anda memiliki sakit maag (sedang kumat), glaucoma, hipertensi atau beresiko stroke, anemia. Juga jika ketuban anda terlalu banyak (hasil usg)
  • Dengarkan tubuh Anda, jika anda merasa sakit sekali di perut saat melakukan ini, istirahat segera dan jangan lakukan dulu sementara.
  • Jika Anda ragu, coba dengan menggunakan pregnancy belt dulu
  • Ingat terkadang habis melakukan FLI ini anda akan sedikit tidak nyaman di kepala sesaat setelah “come out” dari pose tersebut, tapi kalau sakit kepalanya parah, ya ini berarti tidak wajar.
  • Gunakan permukaan yang stabil dan rata ya.
  • Sangat baik jika dilakukan oleh ibu dengan posis janin masih melintang atau sungsang.
  • Jika bayi sungsang, lakukan FLI selama 30 detik dan kemudian melakukan “Breech tilt” untuk 5-20 menit. Atau, ikuti dengan “open knee chest” è nah ini belum saya ajarkan. Jangan lakukan breech tilt dan open knee chest dengan bayi kepala di bawah. Ketika bayi sungsang, Anda dapat melakukan side lying release selama 30 detik masing-masing, sisi beberapa kali sehari, bersama dengan teknik lain tadi. Sebelum breech tilt bisa gunakan moxa dulu ya…

 

 

Cara A Forward-Leaning Inversion

 

Lakukan dengan Lembut! Jangan jatuh! Bergerak lambat dan dikendalikan untuk melindungi plasenta.

 

  • Berlutut di tepi sofa (atau puncak tangga)
  • Hati-hati menurunkan diri Anda. gunakan Anda satu persatu ke lantai dan kemudian turunkan diri Anda dengan menekuk lengan Anda. pastikan siku sudutnya 90 derajat,
  • Biarkan kepala Anda tergantung bebas. dagu rileks. Jangan istirahatkan atau bahkan bertumpu pada kepala Anda di lantai. leher Anda perlu sedikit gerakan.
  • Anda bisa memiringkan atau menggoyangkan panggul Anda pada posisi ini
  • Ambil 3 napas. Perut longgar, bahu yang kuat. Dagu terselip dan leher panjang.
  • Setelah selesai gunakan tangan satu persatu untuk bertumpu dan kemudian duduk tegak kembali

 

 

  1. Side Lying Release

Posisi ini bukan berarti Anda tidur berbaring miring dan kaki Anda di gantung dalam jangka waktu yang lama lho ya?

Sidelying Release (SLR) menggunakan prinsip “stretch statis” untuk sementara, dengan sedikit membesar dan melembutkan panggul. Peregangan pada otot panggul ini mampu memperpanjang otot-otot panggul selama kurang lebih 1-4 jam.

 

Manfaat Sidelying Rilis bersifat sementara dan termasuk:

 

  • Memberikan mobilitas yang lebih pada panggul
  • Melepaskan kekejangan otot di sekitar panggul dan pinggang sehingga ibu menjadi lebih mudah untuk tidur di masa kehamilan (terutama trimester 3), dan mampu mengurangi rasa ketidaknyamanan saat kontraksi datang di masa persalinan.
  • Meringankan rasa sakit pada kehamilan dan proses kelahiran
  • Membuat dan memberi ruang untuk bayi sehngga janin bisa berubah menjadi posisi yang lebih baik
  • otot-otot dasar panggul menjadi lebih lembut untuk bayi sehingga memudahkannya bergerak melewatinya selama proses kelahiran
  • Dapat diulang setiap 4-6 jam, karena manfaat yang bersifat sementara

 

 

SLR sangat berguna di saat saat seperti ini:

 

  • Persalinan Macet (kontraksinya kuat dan intens namun tidak ada penambahan pembukaan atau awalnya kontraksi terasa kuat, namun tiba tiba kontraksi berkurang bahkan berhenti, dan proses pembukaanpun terhenti)
  • Dirasakan nyeri punggung dan pinggul (masa kehamilan maupun saat proses persalinan)
  • Bayi dalam posiis sungsang, lintang, miring dan posisi posterior
  • Kontraksi dengan tidak ada kemajuan
  • kepala atau bayi asinklitik (miring)

Tampilkan gambar Asinklintik position

  • bayi dalam posisi Posterior (saat proses persalinan, lakukan SLR ini hingga melalui 3x kontraksi di setiap sisi atau 3 pada sisi pertama dan 2 pada sisi kedua)
  • Kontraksi yang terasa lebih menyakitkan dari yang diperkirakan

 

 

Seberapa sering saya lakukan SLR ?

 

  • Dua kali seminggu pada kehamilan untuk posisi janin yang lebih baik
  • Setelah di awal persalinan untuk mengurangi nyeri persalinan nanti dan waktu dibutuhkan
  • Bersalin lagi jika ada kontraksi yang kuat dan tidak ada kemajuan

 

 

Bagaimana melakukan Rilis Sidelying

 

Ini adalah teknik yang harus dilakukan dengan bantuan orang lain

Ibu kalau bisa, memilih sisi mana yang dia merasa lebih nyaman. Lakukan ini pada KEDUA sisi sehingga panggul seimbang.

Gunakan pada permukaan yang keras. Dan tinggi

 

Silakan baca petunjuk di bawah ini dengan hati-hati. Karena kalau Salah melakukannya maka hasilnya tidak maksimal.

  1. Dimulai pada sisi pilihan ibu. Kepala diatas bantal, tidak miring. Leher lurus.
  2. penolong berdiri di depannyamenahan panggul ibu
  3. usahakan ibu Memegang kursi atau meja dekat tepi sofa, supaya seimbang dan merasa aman
  4. Penolong menelakupkan kedua telapak tangan di sekitar tepi pinggul ibu (depan dan atas; ASIS). penolong harus mencegah pinggul ibu dari condong ke depan setelah kakinya di gantung.
  5. Penolong menekan dengan kuat (tapi tidak terlalu kuat) . goyang sedikit pinggul untuk membantu mengendurkan otot.
  6. Ibu meluruskan kakinya yang lebih rendah. Tetapi penolong tidak harus menarik kaki ibu agar lurus !!
  7. Ibu sedikit mengangkat kakinya ke atas dan melewati pahanya dan kemudian perlahan menggantung kakinya di depannya. Tunggu 2-3 menit atau sampai kaki menggantung sedikit lebih rendah.
  8. Saat posisi ini penolong harus menahan panggul, memastikan panggul tetap lurus

 

Periksa: adalah punggungnya lurus Mintalah seseorang untuk melihat dari?

 

Jangan biarkan pinggulnya bersandar ke depan!

Biarkan kaki menggantung bebas.

Hindari paha ibu sehingga paha dapat tergantung bebas.

ibu bernafas dalam dan perlahan. Sebagai perutnya rileks, kakinya bisa lebil rileks.

 

The Sidelying Rilis biasanya aman sebelum dan selama kehamilan, bahkan ke awal persalinan.

 

Namun, hindari jika ibu hamil mengalami kram yang tidak jelas berkaitan dengan persalinan atau buang kotoran

Menghindari jika habis melakukan operasi pinggul.

 

Jika Anda melakukan Release Sidelying melakukannya harus pada kedua sisi dan menjaga pinggul lurus. Ini penting!

 

Kontraindikasi untuk SLR:

 

  • Jika ada riwayat kelahiran cepat, dan yang satu ini tampaknya menjadi cepat, maka SLR mungkin tidak diperlukan.
  • operasi pinggul baru-baru ini dan memar dan jahitan belum sembuh.
  • Perdarahan dari plasenta previa atau plasenta letak rendah
  • Jika Anda tidak ingin!

 

 

  1. Maternal Posittioning

Ini adalah perilaku kebiasaan sehari hari yang harus diperhatikan ibu hamil.

Ketika Anda duduk, upayakan:

 

  • Lutut lebih rendah dari pinggul
  • perut lebih rendah dari pinggul Anda (jadi agak condong ke depan)
  • Biarkan perut Anda menjadi tempat tidur gantung untuk bayi Anda.
  • Bila menggunakan bola pastikan pinggul Anda tidak lebih rendah dari lutut Anda!
  • Duduk di tulang duduk dengan punggung tegak. Jangan duduk di tulang ekor bu.
  • Jika duduk di mobil, usahakan di ganjal bola kecil agar bisa tetap bergerak dengan dinamis è belum saya contohkan kemaren

 

 

  1. Prenatal Gentle yoga
  2. PSOAS Release
  3. Open Hips
  4. Pelvic tilt

Semua gerakan yang ada di prenatal gentle yoga soft form A dan B mengandung ini semua jadi lakukan setiap hari secara rutin.

 

  1. Rest SMART

Tidur miring dengan posisi kaki tetap terbuka, ganjang kaki menggunakan beberapa bantal, pastikan panggul sejajar

Gunakan peanut ball untuk membantu membuka panggul

 

  1. Relaks è rajin lakukan relaksasi hypnobirthing (ikuti kelas nya) dan gentle birth meditasi è http://www.bidankita.com/21-day-challenges-gentle-birth-meditation-with-bidan-kita/

 

  1. Ujjayi Breath è Di ajarkan di kelas yoga. Atau bisa beli tuttorialnya di @bidankita

Nah sekarang silahkan tulis apa saja yang akan dan bisa Anda lakukan untuk Optimalisasi posisi janin di kegiatan sehari hari?

 

sumber : www.spinningbabies.com

 

 

 

 

 

 

About The Author

Praktisi dan trainer hypnobirthing dan gentle birth, Penulis buku kesehatan, Pemilik dan bidan dari Klinik Bidan Kita, salah satu pelopor dan penggiat Gentle Birth di Indonesia

No Comments on "Yuk Mari Optimalisasikan Posisi Janinmu"

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *