Masa post partum adalah masa masa yang tidak kalah pentingnya dalam proses perjalanan Anda menjadi seorang ibu

Dimana Anda telah meninggalkan bulan-bulan dalam masa kehamilan dan jam-jam panjang dalam proses persalinan, dan sekarang telah resmi menjadi seorang ibu. Namun, peralihan dari masa kehamilan menuju masa pasca-melahirkan seringkali ada bermacam-macam keluhan baru. Akan ada dan timbul beberapa pertanyaan misalnga:

  • Mengapa saya banyak berkeringat?
  • Mengapa saya masih merasakan kontraksi padahal sudah melahirkan?
  • Apakah saya akan bisa duduk lagi?
  • Mengapa saya masih terlihat seperti hamil 6 bulan?

Nah apa saja yang mungkin Anda rasakan?

Seminggu setelah melahirkan, bergantung pada cara anda melahirkan (mudah atau sulit, normal atau operasi sesar) dan faktor-faktor lainnya, anda mungkin mengalami semua atau beberapa gejala berikut:

Secara fisik

  • Keluarnya darah nifas, serupa dengan ketuika menstruasi
  • Kram perut saat rahim anda berkontraksi
  • Kelelahan
  • Rasa tidak nyaman, nyeri, atau mati rasa pada perineum jika anda melahirkan secara normal (terutama jika dijahit)
  • Rasa sedikit tidak nyaman pada perineum jika anda melahirkan melalui operasi sesar
  • Daerah di sekitar bekas luka operasi terasa nyeri, dan kelak mati rasa, jika anda melahirkan melalui operasi sesar (terutama pada operasi pertama)
  • Duduk dan berjalan menjadi tidak nyaman jika anda menjalani episiotomi, memiliki jahitan pada bagian yang sobek, atau melahirkan dengan operasi sesar
  • Sulit buang air kecil selama satu atau dua hari
  • Sembelit; rasa tidak nyaman ketika buang air besar selama beberapa hari pertama
  • Wasir yang berlanjut dari masa kehamilan, atau baru saja muncul akibat mengejan ketika melahirkan
  • Pegal di seluruh tubuh, terutama jika anda banyak mengejan
  • Mata mengeluarkan darah; bekas-bekas berwarna hitam dan biru di sekeliling mata, pipi, dan bagian-bagian lain, akibat mengejan terlalu kuat
  • Berkeringat,terutama pada malam hari
  • Rasa tidak nyaman dan pembengkakan pada payudara yang mulai terjaid pada hari ketiga dan keempat setelah melahirkan
  • Puting susu terasa perih atau pecah-pecah, jika anda menyusui

Secara kejiwaan

  • Perasaan gembira, sedih, atau terombang-ambing di antara keduanya
  • Kegelisahan khas ibu baru; takut merawat bayi, terutama jika anda belum pernah mengasuh bayi
  • Putus asa, jik anda mengalami kesulitan saat pertama kali menyusui
  • Merasa kewalahan karena menghadapi berbagai tantangan fisik dan kejiwaan
  • Bersemangat menjalani kehidupan yang baru bersama bayi anda

Inilah beberapa pertanyaan yang mungkin timbul di benak Anda.

Perdarahan

“Saya tahu bahwa saya akan mengalami perdaraha setelah melahirkan, tetapi ketika bangun dari tempat tidur dan melihat darah mengalir di kaki saya, saya agak ketakutan.”

Ambil saja pembalut wanita, lalu tenangkan diri anda. Dalam 3-10 hari setelah melahirkan, sisa-sisa darah, lendir, dan jaringan dari rahim anda yang disebut darah nifas-biasanya keluar sama banyaknya dengan (atau lebih banyak daripada) darah menstruasi. Totalnya dapat mencapai 2 cangkir sebelum akhirnya berkurang.

Terkadang tampaknya banyak sekali. Aliran yang muncul dengan tiba-tiba saat anda berdiri pada beberapa hari pertama adalah hal yang normal; biasanya hanya merupakan aliran yang terkumpul saat anda berbaring atau duduk.

Karena darah dan gumpalan darah merupapakan komponen utama darah nifas selama beberapa minggu setelah melahirkan, aliran yang keluar dapat berwarna sangat merah mulai sekitar hari kelima hingga minggu ketiga, lalu sedikit demi sedikit berubah menjadi merah muda encer, kemudian cokelat, hingga akhirnya putih kekuning-kuningan.

Pembalut tebal-bukan tampon-dapat digunakan untuk menyerap aliran yang mungkin akan terus datang dan pergi selama 2-6 minggu. Pada beberapa orang wanita, perdarahan ringan berlanjut selama 3 minggu. Aliran darah ini berbeda-beda pada setiap orang.

Aktifitas menyusui dan/atau pemberian suntikan Pitocin yang biasanya dilakukan oleh beberapa orang dokter dapat mengurangi keluarnya darah nifas dengan merangsang kontraksi rahim.

Kontraksi ini membantu mengecilkan rahim kembali pada ukuran asalnya sambil menjepit pembuluh darah yang terbuka di tempat melekatnya plasenta pada rahim. Informasi lebih lanjut mengenai kontraksi ini dapat anda baca pada pertanyaan selanjutnya.

Jika anda masih berada di rumah sakit/ rumah bersalin, dan menurut anda perdarahan anda mungkin berlebihan, beri tahukanlah kepada perawat. Jika anda mengalami perdarahan berat yang tidak normal setibanya dirumah, segera hubungi dokter atau bidan anda. Jika anda tidak dapat menghubunginya, pergilah ke IGD (di rumah sakit tempat anda melahirkan, jika memungkinkan).

 Rasa Nyeri Setelah Melahirkan

perut saya terasa seperti kram, terutama ketika menyusui. Apa yang terjadi?

Anda pikir kontraksi-kontraksi itu sudah berlalu? Belum, mereka tidak segera berhenti setelah anda melahirkan, demikian juga dengan rasa tidak nyaman yang ditimbulkannya. Rasa nyeri itu dipicu oleh kontraksi rahim saat mengecil dan kembali ke tempat asalnya, yaitu di pinggul, setelah melahirkan.

Anda dapat mengikuti perkembangan proses ini dengan menekan perlahan-lahan di bawah pusar. Pada akhir minggu keenam, anda mungkin sudah tidak lagi merasakan rahim anda di sana .

Rasa nyeri ini melakukan tugas yang baik. Selain membantu rahim menemukan jalan kembali ke ukuran dan posisi semula, kontraksi tersebut membantu memperlambat perdarahan yang terjadi setelah melahirkan.

Kontraksi itu mungkin terasa lebih baik menyakitkan pada wanita yang otot-otot rahimnya kurang lentur karena sudah pernah melahirkan atau karena rahimnya meregang secara berlebihan (seperti pada kehamilan kembar).

Rasa nyeri ini pun mungkin lebih terasa selama menyusui, ketika hormon oksitosin yang merangsang kontraksi dilepaskan oleh tubuh (sebenarnya, hal ini baik karena rahim anda akan mengecil lebih cepat) dan/ atau jika anda diberi infus Pitocin setelah melahirkan.

Rasa nyeri itu semestinya akan berkurang dalam 4-7 hari. Pada saat ini, asetaminofen (parasetamol) dapat meredakan nyeri. Jika tidak, atau jika rasa nyeri tidak berkurang setelah 7 hari, hubungi dokter atau bidan anda untuk memastikan tidak ada masalah lain, termasuk infeksi.

Rasa Nyeri di Perineum

Saya tidak menjalani episiotomi, dan tidak mengalami sobekan. Mengapa terasa amat nyeri di bawah sana?

Anda tidak dapat mengharapkan bayi seberat 3 kilogram keluar begitu saja tanpa ketahuan. Meskipun perineum anda tetap utuh selama melahirkan, bagian itu tetap meregang, memar dan mengalami trauma ringan sehingga muncullah rasa tidak nyaman dalam taraf yang ringan hingga tidak begitu ringan.

Hal ini wajar terjadi. Rasa nyeri itu mungkin akan semakin menjadi-jadi ketika anda batuk atau bersin, bahkan anda merasa sakit ketika duduk. Anda dapat mencoba kiat yang sama dengan yang diberikan dalam jawaban atas pertanyaan berikutnya, untuk wanita yang menderita nyeri akibat sobeknya perineum.

Akibat mengejan saat melahirkan, anda pun mengalami wasir dan sobekan di dubur. Keduanya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga nyeri hebat.

Perineum saya sobek saat melahirkan, dan sekarang saya merasakan sakit yang luar biasa. Mungkinkah jahitan saya terinfeksi?

Setiap orang yang melahirkan secara normal dan (dan yang mengalami proses persalinan panjang sebelum akhirnya melahirkan operasi sesar) dapat mengalami timbulnya rasa nyeri di sekitar perineum. Rasa nyeri itu mungkin lebih parah jika perineum tersobek atau disayat dalam prosedur episiotomi.

Sebagimana luka yang baru dijahit, bekas luka operasi atau episiotomi akan memerlukan waktu untuk sembuh, biasanya sekitar 7-10 hari. Rasa nyeri tanpa disertai gejala lain pada bagian tersebut dalam kurun waktu pemulihan tidak menunjukan bahwa mengalami infeksi, kecuali jika rasa nyeri itu sangat parah.

Kemungkinan terjadinya infeksi sangat kecil jika perineum anda dirawat dengan baik sejak melahirkan. Ketika anda masih berada di rumah sakit/ rumah bersalin, perawat akan memeriksa perineum anda sedikitnya sekali dalam sehari untuk memastikan tidak ada peradangan atau tanda-tanda infeksi lainnya.

Ia juga akan meminta anda untuk kebersihan perineum setelah melahirkan. Hal ini penting untuk mencegah infeksi pada bagian yang dijahit dan pada bagian dalam vagina (kuman dapat masuk kesana). Oleh karena itu, pencegahan yang sama berlaku pada orang-orang yang perineumnya tetap utuh selama melahirkan. Berikut ini cara merawat kesehatan perineum setelah melahirkan:

  • Gantilah pembalut wanita anda setidaknya setiap 4-6 jam
  • Siram atau semprotlah perineum anda dengan air hangat (atau cairan antiseptik, jika dianjurkan oleh dokter atau perawat) ketika anda buang air kecil (untuk meredakan rasa panas yang muncul pada bagian tersebut), dan setelah buang air kecil (untuk menjaga daerah tersebut agar tetap bersih). Usaplah hingga kering dengan kasa steril atau dengan kertas pembersih yang disediakan bersama pembalut dari rumah sakit, selalu usapkan dari depan ke belakang. Usapkan dengan lembut, dan jangan digosok.
  • Jangan menyentuh perineum anda hingga daerah tersebut benar-benar sembuh.

Kendati rasa tidak nyaman mungkin akan lebih terasa jika anda dijahit (selain terasa nyeri, bekas jahitan juga mungkin terasa gatal), saran-saran berikut mungkin akan bermanfaat, seperti apa pun cara anda melahirkan.

Mendinginkan. Untuk mengurangi pembengkakan dan meredakan rasa nyeri, tempelkanlah pembalut wanita yang didinginkan, sarung tangan bedah yang diisi dengan butiran-butiran es, atau bantalan berpendingin pada bagian yang terasa nyeri selama 24 jam pertama setelah melahirkan.

Memanaskan. Merendam pinggul dan pantat anda di dalam air hangat selama 20 menit beberapa kali dalam sehari atau menggunakan kompres hangat akan meredakan rasa tidak nyaman.

Membuat mati rasa. Gunakanlah obat bius lokal dalam bentuk semprot, krim, salep, atau bantalan yang dianjurkan oleh dokter anda. Asetaminofen juga dapat membantu.

Menghindari tekanan. Untuk menghindari tekanan pada perineum anda yang terasa nyeri, berbaringlah menyamping, dan jangan berdiri atau duduk terlalu lama. Duduk di atas bantal (terutama yang bagian tengahnya berlubang) atau tabung yang dapat dipompa (biasanya dijual untuk penderita wasir) juga dapat membantu, demikian juga dengan mengencangkan pantat anda sebelum duduk.

Melonggarkan. Pakaian dalam yang ketat dapat menggesek, menimbulkan iritasi, dan memperlambat penyembuhan. Biarkan perineum anda terkena udara bebas sebanyak mungkin, misalnya dengan memakai celana longgar berbahan katun.

Melatihnya. Latihan Kegel yang dilakukan sesering mungkin setelah melahirkan hingga masa pemulihan sakan memperlancar aliran darah ke daerah tersebut, mempercepat penyembuhan, dan memperbaiki kelenturan otot.

Jangan khawatir jika anda tidak dapat merasakan latihan Kegel yang anda lakukan; daerah tersebut akan mati rasa segera setelah melahirkan. Anda akan dapat kembali merasakan tekanan pada daerah tersebut secara berangsur-angsur selama beberapa minggu berikutnya. Latihan Kegel anda tetapi bermanfaat, walaupun anda tidak dapat merasakannya.

Jika perineum anda tampak sangat merah, nyeri, dan bengkak, atau anda mencium bau tidak sedap, anda mungkin mengalami infeksi. Hubungi dokter atau bidan anda.

Memar Setelah Melahirkan

Saya tampak seperti baru saja keluar dari ring tinju, bukan dari kamar bersalin. Mengapa demikian?

Tampak atau merasa seperti baru saja dipukuli? Itu kondisi yang normal. Bagaimanapun juga, anda mungkin saja bekerja lebih keras untuk melahirkan bayi daripada petinju yang bertarung di atas ring,meskipun anda hanya menghadapi “lawan” seberat 3 kilogram.

Kontraksi yang dahsyat dan aktivitas mengejan yang kuat (terutama jika anda melibatkan otot wajah dan dada ketika mengejan), boleh jadi anda memperoleh bermacam-macam cenderamata pasca-persalinan yang sebenarnya tidak diharapkan, seperti mata merah dan memar pada wajah.

Anda dapat memakai kacamata hitam untuk menutupi mata merah dari pandangan orang lain hingga mata anda kembali normal. Meletakkan kompres dingin selama 10 menit beberapa kali dalam sehari akan membantu mempercepat penyembuhan. Mata merah anda mungkin disertai memar yang berupa titik-titik kecil di pipi hingga tanda hitam dan biru yang lebih besar di wajah dan dada bagian atas.

Anda juga mungkin membawa pulang rasa sakit di dada dan/atau kesulitan mengambil napas dalam-dalam karena otot-otot dada anda masih tegang (mandi atau berendam di dalam air panas, dan menggunakan bantalan pemanas ,mungkin dapat mengurangi ketegangan).

Anda mungkin pula merasakan nyeri di sekitar tulang ekor (air panas dan pemijatan mungkin dapat membantu), dan/atau merasa pegal di sekujur tubuh (lagi-lagi, air panas mungkin akan membantu)

Kesulitan Buang Air Kecil

“Beberapa jam yang lalu saya melahirkan, tetapi masih belum bisa buang air kecil hingga sekarang”.

Hampir setiap wanita tidak segera dapat buang air kecil selama 24 jam pertama setelah melahirkan. Beberapa orang wanita bahkan sama sekali tidak merasakan desakan untuk buang air kecil, tetapi tidak mampu.

Beberapa orang wanita berhasil buang air kecil, tetapi disertai rasa nyeri dan rasa seperti terbakar. Ada segudang alasan yang mengakibatkan kandung kemih anda belum dapat menjalankan tugas dengan baik beberapa waktu melahirkan:

  • Kapasitas kandung kemih meningkat karena tiba-tiba memiliki lebih banyak ruang sehingga desakan untuk buang air kecil kini akan berkurang dibandingkan dengan ketika masih hamil.
  • Kandung kemih mungkin mengalami trauma atau memar ketika anda melahirkan. Karena masih mengalami kebas untuk sementara, organ ini mungkin tidak dapat mengirimkan sinyal ke otak untuk buang air kecil sebagai mana seharusnya, bahkan dalam keadaan penuh sekalipun.
  • Epidural mungkin menurunkan kepekaan kandung kemih, atau membuat anda tidak dapat merasakan desakan tersebut, walaupun kandung kemih telah memberikan sinyal untuk buang air kecil.
  • Rasa nyeri di sekitar perineum dapat mengakibatkan saluran kemih mengalami kejang sehingga sulit untuk buang air kecil. Pembengkakan perineum juga dapat mengakibatkan anda sulit buang air kecil.
  • Bekas jahitan atau episiotomi dapat mengakibatkan rasa terbakar dan/atau nyeri saat buang air kecil. Rasa terbakar mungkin sedikit berkurang dengan berdiri mengangkang di toilet ketika buang air kecil sehingga aliran akan langsung mengarah ke bawah, tanpa menyentuh daerah yang terluka. Menyemprotkan air hangat pada wilayah tersebut ketika anda buang air kecil juga dapat mengurangi rasa tidak nyaman (gunakanlah botol semprot yang mungkin diberikan perawat kepada anda; mintalah jika tidak diberi).
  • Dehidrasi, terutama jika anda tidak minum sama sekali dan tidak diberi infus selama menjalani proses persalinan yang panjang.
  • Sejumlah faktor psikologis mungkin menahan anda untuk buang air: ketakutan akan rasa sakit, rasa malu atau tidak nyaman karena harus menggunakan pispot, atau memerlukan bantuan di kamar mandi .

Kendati anda masih merasa sulit buang air kecil, sangatlah penting untuk mengosongkan kandung kemih anda dalam 6-8 jam setelah melahirkan untuk menghindari infeksi saluran kemih,hilangnya kelenturan otot di kandung kemih akibat terlalu penuh, dan perdarahan (karena kandung kemih yang terlalu penuh dapat menghalangi rahim ketika rahim berupa untuk melakukan kontraksi normal setelah melahirkan untuk menghentikan perdarahan).

Oleh karena itu, perawat akan sering menanyai anda setelah melahirkan apakah anda sudah berhasil melakukan hal yang penting ini. Perawat mungkin akan meminta anda buang air kecil di dalam pispot sehingga ia dapat memeriksa air seni anda, dan mungkin meraba kandung kemih anda untuk memastikan tidak terjadi penggembungan. Untuk memudahkan anda buang air kecil:

  • Banyak minum: semakin banyak yang masuk, semakin besar pula kemungkinannya untuk keluar. Selain itu, anda telah kehilangan banyak cairan ketika melahirkan.
  • Berjalan-jalan. Bangkitlah dari tempat tidur dan berjalanlah perlahan-lahan segera setelah anda mampu. Itu akan membantu menggerakan kandung kemih (dan usus) anda.
  • Jika anda merasa risi jika ditunggui (siapa yang tidak?), mintalah perawat untuk menunggu diluar kamar kecil. Ia dapat kembali masuk ke kamar kecil setelah anda selesai dan mengajari anda cara membersihkan daerah sekitar perineum.
  • Jika anda merasa terlalu lemah untuk berjalan ke kamar mandi dan harus menggunakan pispot, mintalah air hangat utnuk dikucurkan ke daerah sekitar perineum. Tindakan ini mungkin dapat merangsang keinginan untuk buang air kecil, daripada berbaring diatasnya. Sekali lagi, mengatasi rasa malu akan sangat membantu anda.
  • Hangatkanlah daerah sekitar perineum anda dengan duduk berendam di air hangat sebatas pinggul atau mendinginkannya denghan kompres es, apa pun asalkan dapat merangsang anda untuk buang air kecil.
  • Nyalakan keran air, sementara anda mencoba untuk buang air kecil. Melihat dan mendengar suara air mengalir dari keran amat membantu untuk mengalirkan air dari “keran” anda.

Jika semua usaha gagal dan anda belum juga buang air kecil selama sekitar 8 jam setelah melahirkan, dokter atau bidan anda mungkin akan meminta anda dipasangi kateter (pipa yang dimasukkan ke dalam saluran kemih anda) untuk mengosongkan kandung kemih anda. Lebih baik anda mencoba metode-metode sebelumnya daripada metode terakhir ini.