Bidan Kita

Home Blog Page 90

HIPNOSIS

0

 

Apa itu Hipnosis?

 

Seperti yang ditulis di atas bahwa hipnosis berasal dari kata “hypnos” yang dalam bahasa Yunani berarti “tidur”. Namun perlu Anda ketahui bahwa kondisi hipnosis tidaklah sama dengan tidur. Seseorang yang berada dalam kondisi hipnosis, meskipun tubuhnya beristirahat (selayaknya orang tidur), ia masih bisa mendengar dengan jelas dan merespon informasi yang diterimanya dari luar. Hal ini tentu berbeda dengan orang yang sedang tidur pulas yang seringkali tidak menyadari dan tidak bisa mendengar suara-suara disekitarnya.

 

Hipnosis telah dipelajari secara ilmiah lebih dari 200 tahun. sehingga defisini hipnosis yang diungkapkan setiap tokoh masih berbeda-beda. Berikut ini beberapa definisi tentang hipnosis:

1. Hipnosis adalah teknik atau praktek dalam memengaruhi orang lain untuk masuk ke dalam kondisi trance hipnosis

2. Hipnosis adalah suatu kondisi yang menyerupai tidur, yang dapat secara sengaja dilakukan kepada seseorang, di mana seseorang yang dihipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan.

3. Hipnosis adalah seni komunikasi untuk memengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak dari Beta, menjadi Alpha dan Theta.

4. Hipnosis adalah suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga sugestibilitas (daya terima saran) meningkat sangat tinggi.

5. Hipnosis adalah seni komunikasi untuk meng-eksplorasi alam bawah sadar

6. Hipnosis adalah kondisi kesadaran yang meningkat.

7. Hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran atau sugesti.

8. Keadaan terfokusnya perhatian pada objek fisik atau gambaran mental tertentu yang ditAndai dengan meningkatnya sugestibilitas sebagai efek sikap kooperatif dengan orang lain.

9. Hipnosis merupakan suatu keadaan dimana seseorang berada dalam keadaan rileks dengan menggunakan energi sendiri.

Hipnosis itu Alami dan Normal

Setiap manusia normal mengalami kondisi yang mirip hipnosis minimal dua kali sehari, yaitu saat akan tertidur dan bangun tidur tapi masih malas untuk bangun. Pada saat itu, seluruh tubuh beristirahat tapi pikiran masih bekerja walaupun setengah sadar, tentunya Anda semua pernah mengalaminya.

Contoh sederhana peristiwa hipnosis adalah, ketika Anda membaca buku yang bagus di ruangan yang ribut penuh orang tanpa merasa terganggu, atau ketika Anda membaca novel atau menonton film yang seru. Anda merasakan tegang, semangat, cemas, sedih, menangis, dan tertawa, padahal Anda tahu bahwa yang Anda saksikan hanyalah cerita fiksi belaka. Hipnosis hanya bisa Anda rasakan apabila Anda mengizinkan diri Anda untuk mengalaminya. Seperti ketika Anda membaca novel atau menonton film, Anda sendiri yang mengizinkan diri Anda untuk terpengaruh oleh film atau terhanyut dalam cerita novel yang Anda baca.

Hipnosis bukanlah cara menguasai pikiran seseorang. melainkan seni mengelola pikiran. Setiap manusia normal punya kemampuan untuk mengalami hipnosis. Namun Anda dapat menolak hipnosis dengan cara mengabaikan semua yang dikatakan hypnotist. Seperti halnya Anda bisa menolak untuk terharu oleh cerita yang sedih dalam film dengan cara memikirkan hal lain ketika menonton film.

 

semoga bermanfaat

Tentang Nyeri Melahirkan?

Sakit/Nyeri adalah cara tubuh Anda memberitahu Anda untuk mengambil tindakan. Saya sering mengatakan kepada klien saya bahwa nyeri adalah alarm dari tubuh yang menginformasikan kepada Anda bahwa ada sesuatu dalam tubuh Anda yang memerlukan perhatian khusus.

Coba bayangkan kalau tidak ada rasa nyeri?

Apa jadinya ketika Anda menggoreng dan tangan Anda tercelup minyak panas dan Andapun tak merasakan nyeri? Bisa-bisa tangan Anda ikut matang di goreng.

Atau ketika gigi Anda berlobang dan Anda tidak merasakan nyeri sama sekali. Bisa jadi gigi Anda habis dan Anda tidak menyadari bahwa ada lubang pada gigi yang harus diatasi.

Atau jika tidak ada rasa nyeri dalam persalinan misalnya? Bisa jadi ketika sedang asyik belanja ke pasar, tiba-tiba Anda melahirkan dan tidak terasa kalau melahirkan? Bisa dibayangkan betapa hebohnya bukan?

Nyeri persalinan memberikan pesan: bahwa saat kelahiran sudah dekat. Ini mendorong Anda untuk mengambil tindakan: untuk memilih tempat yang aman untuk melahirkan, mengumpulkan orang yang memberi dukungan kepada Anda, dan membawa bayi ke dunia.

Namun rasa sakit melahirkan sangat berbeda dengan kebanyakan jenis lain rasa sakit.

ini TIDAK merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang salah. Nyeri pada saat Melahirkan membantu Anda menentukan apa yang terjadi dalam tubuh Anda, bagian apa dari proses persalinan Anda berlangsung, dan apa tindakan yang mungkin Anda ambil.

Rasa ini tidak konstan, kadang datang dan pergi sesuai dengan kontraksi yang ada, memberikan Anda kesempatan untuk beristirahat dan beristirahat serta mengumpulkan energi kembali.

Nyeri melahirkan Ini adalah rasa sakit dengan tujuan yang positif. menyebabkan kelahiran bayi Anda, yang sangat berbeda dari rasa sakit dari cedera, infeksi, atau penyakit kronis.

Menyadari efek yang kuat bahwa bahasa bisa memainkan persepsi kita, beberapa ahli menyarankan adanya penggantian nama untuk rasa sakit melahirkan karena rasa ini menyediakan hubungan positif yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tubuh, daripada asosiasi negatif yang menyertai kata nyeri. Satu mencatat bidan, Ina May Gaskins, menggunakan istilah “bergegas”, dan di kelas Hypnobirthing , ibu didorong untuk berbicara tentang “lgelombang rahim” bukan rasa sakit/nyeri kontraksi.

Bagaimana cara mengatasi rasa sakit/nyeri?

Belajar untuk mengatasi rasa sakit bukanlah konsep baru bagi kebanyakan wanita. Setiap orang memiliki pengalaman akan rasa sakit, dan sebagian besar dari kita telah mengidentifikasi langkah-langkah yang membantu. Berikut adalah beberapa ide yang dapat membantu dalam proses melahirkan.

Cobalah teknik yang Anda rasa membantu sebelum dalam menghadapi rasa sakit, seperti kompres dingin untuk sakit kepala atau tehnik pernapasan dalam.

Jika Anda telah memiliki bayi, berpikir tentang yang teknik manajemen sakit yang paling sukses untuk membantu Anda dalam mempersiapkan persalinan lagi. Jika Anda merasa agak tidak berhasil dalam mengatasi nyeri persalinan sebelumnya, Anda mungkin takut atau gugup ketika Anda berpikir tentang melakukannya lagi. Luangkan waktu untuk mengakui hal ini dan mengakui bahwa ini adalah perasaan yang normal.

Identifikasi bagaimana Anda mengekspresikan rasa sakit. Apakah Anda bisa beradaptasi ataukah tidak. Anda mungkin menangis, merintih, atau mengeluh ketika Anda mengalami rasa sakit. Atau Anda mungkin akan menutup mata dan mencoba untuk tetap tenang. Semua tanggapan ini adalah normal, namun beberapa menghasilkan reaksi yang lebih besar dari orang di sekitar Anda. Banyak sekali kejadian dimana ketika seornag ibu memasuki proses persalinan dan meringis kesakitan, dan justru yang lebih panik adalah orang disekitarnya seperti orang tua atau suami. Dan ini akan sangat mempengaruhi status emosional Anda nanti. Untuk itu berbicara atau peran-bermain dengan mereka tentang bagaimana Anda dapat mengekspresikan rasa sakit dan bagaimana mereka respon terbaik mereka sangatlah penting.

Apa yang menyebabkan rasa sakit saat melahirkan?

Ada tiga tipe dasar rasa sakit saat melahirkan. Memahami apa yang menyebabkan rasa sakit saat bagian-bagian yang berbeda dari proses persalinan dapat membantu Anda mengidentifikasi yang tubuh Anda lakukan. Teknik yang berbeda mungkin diperlukan untuk mengatasi ini sensasi yang berbeda.

Tipe pertama nyeri berhubungan dengan kontraksi otot leher rahim adalah membuka atau melebarkan. Selama ini bagian dari melahirkan, barisan otot dalam rahim anda (memperpendek), membuka leher rahim setiap kali ada kontraksi. Kebanyakan wanita menggambarkan perasaan ini sebagai rasa nyeri yang sangat kuat saat menstruasi seperti kram. Ini dapat dirasakan di bagian bawah rahim, pinggang, atau keduanya.

Tipe kedua adalah sensasi rasa tekanan kuat setelah posiis janin lebih rendah dan mendorong pada otot-otot di panggul dan kandung kemih dan rektum.

Jenis ketiga dari rasa sakit, yang terjadi setelah bayi lahir, adalah perasaan terbakar atau peregangan pada vagina dan peregangan kulit perineum ketika bayi lahir.

Bagaimana ketakutan dan ketegangan berhubungan dengan rasa sakit?

Pada tahun 1920, Grantley Dick-Read dijelaskan apa yang telah menjadi dikenal sebagai siklus “Fear-Tension-Pain”. Dia menyarankan bahwa ketakutan menyebabkan seorang wanita untuk menjadi tegang, dan ketegangan yang meningkatkan nyeri. Rasa sakit meningkat, pada gilirannya, meningkatkan ketakutan, dan siklus ini terus berulang.

Dick-Read menyarankan untuk mengganggu dan memutuskan siklus ini dalam dua cara:

  1. Mengurangi rasa takut dengan mendidik perempuan tentang apa yang terjadi saat melahirkan
  2. Mengurangi ketegangan dengan mempromosikan relaksasi, sehingga mengurangi rasa sakit.

Metode melahirkan paling modern persiapan telah berevolusi dari teori ini

Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan jumlah rasa sakit dari kontraksi dan untuk mengatasi rasa sakit yang Anda rasakan.

Ingat bahwa rahim adalah kumpulan otot. Seperti semua otot, mereka yang berada di rahim anda bekerja terbaik dengan rasa sakit yang minimal ketika mereka terhidrasi dengan baik dan menerima banyak oksigen. Anda dapat meningkatkan aliran darah dan aliran oksigen ke rahim dengan minum banyak cairan dan tetap berusaha bergerak dan tegak. (Berbaring terlentang dapat mengurangi aliran darah ke rahim oleh hampir 30%!)

Cara lain untuk mengurangi jumlah rasa sakit yang Anda rasakan dengan kontraksi adalah menjaga otot perut rileks. Metode persiapan melahirkan banyak fokus pada belajar teknik relaksasi untuk mencapai hal ini. Teknik relaksasi progresif, self-hypnosis, pernapasan, visualisasi, dan pijat adalah cara-cara untuk mempromosikan relaksasi otot dan mengurangi jumlah rasa sakit yang Anda alami.

Beberapa minggu mempraktekkan dan berlatih tehnik ini akan membantu Anda sehingga teknik ini menjadi kebiasaan yang “mendarah daging” dan lebih mudah digunakan selama masa stres atau sakit.

Penggunaan kompres hangat atau dingin, ke salah punggung atau perut bagian bawah Anda, mungkin bisa membantu mengurangi rasa sakit dengan Hidroterapi, Baik di pancuran atau bak, juga dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit dan membantu relaksasi. Anda bisa duduk di bangku di kamar mandi jika Anda lelah, dan mengarahkan aliran air ke punggung atau perut Anda, mana yang terasa terbaik. Jika menggunakan bak mandi, semakin dalam air, semakin baik, karena Anda dapat merendam perut Anda.

Memilih posisi yang nyaman juga sangat membantu. Selama persalinan, Anda mungkin menemukan bahwa posisi tegak seperti berdiri, berjalan, atau duduk di kursi goyang atau pada bola persalinan dapat membantu Anda mengatasi kontraksi. Bergoyang atau menggerakkan pinggul bisa membantu, sementara juga mendorong bayi untuk memilih jalur terbaik melalui tulang-tulang panggul. Secara umum, Anda harus mengikuti pesan tubuh Anda dan memilih posisi yang anda rasa paling terbaik.

Jika Anda menemukan bahwa kontraksi sangat menyakitkan di tulang belakang Anda, ini dapat menjadi sinyal bahwa bayi Anda menghadap ke depan juga disebut posisi posterior. Untuk beberapa bayi, ini adalah cara mereka terbaik untuk cocok melalui tulang-tulang panggul, tetapi sebagian besar bayi lebih cocok jika mereka menghadap punggung, disebut posisi anterior.

Jika Anda mengalami nyeri punggung atau jika bidan, dokter atau perawat memberitahu Anda bahwa mereka pikir bayi berada dalam posisi posterior, maka dengan menggunakan rasa sakit ini sebagai pesan dan mencoba beberapa posisi lebih condong ke depan yang mungkin mendorong bayi Anda untuk mengubah posisinya lebih optimal lagi adalah pilihan bijak. Anda dapat mencoba berbaring miring. Atau coba menghabiskan waktu beristirahat dengan merangkak, atau berdiri dan membungkuk ke depan. Posisi ini juga membiarkan pasangan Anda memberikan sedikit pijatan di punggung atau pinggul, yang sangat dapat membantu meringankan sakit punggung. Kompres Es atau kompres hangat juga dapat di berikan pada punggung Anda. Anda dapat menggabungkan semua terapi, dengan menggunakan posisi-posisi condong ke depan.

Buku-buku yang tercantum di bawah ini merupakan Bacaan Tambahan yang menggambarkan teknik lain untuk mengatasi rasa nyeri melahirkan dengan baik.

Apakah ada teknik lain untuk mengurangi nyeri persalinan?

Akupresur adalah metode lain dari pengurangan rasa sakit yang dapat digunakan dan sangat efektif selama persalinan. Berbagai tekanan pada titik-titik tertentu dapat digunakan, dan jika Anda tertarik pada teknik ini, Anda harus melakukannya. Meskipun Anda atau pasangan Anda dapat melakukannya selama persalinan, Anda mungkin ingin untuk mengunjungi seorang praktisi akupresur dengan pasangan Anda sebelum persalinan dimulai untuk memastikan Anda memahami teknik ini. Anda bisa mengunjungi situs www.bidankita.com

Alternatif lain untuk mengurangi rasa sakit termasuk penggunaan unit saraf transkutan stimulasi listrik atau unit TENS. Ini adalah perangkat dengan elektroda kecil yang diletakkan/ditempelkan pada kulit Anda, dan kemudian digunakan untuk mengirim impuls listrik selama kontraksi. Anda dapat menyewa satu unit sebelumnya. Tanyakan operator Anda untuk rujukan ke ahli terapi fisik atau chiropractor yang dapat membantu Anda mendapatkan satu dan menunjukkan cara menggunakannya.

Terapi komplementer lain seperti Reiki, Healing Touch, atau relaksasi hypnobirthing juga Refleksologi juga dapat digunakan selama persalinan. Jika Anda tertarik, Anda dapat belajar teknik seperti Reiki dan relaksasi hypnobirthing sendiri.

Akhirnya, mempertimbangkan untuk menyewa doula atau menyewa bidan pendamping khusus untuk memberi Anda dukungan. Doula adalah orang yang memberikan dukungan terus menerus kepada wanita dalam persalinan. Dia dapat disertifikasi melalui organisasi pelatihan doula dan telah mempelajari berbagai teknik untuk mengatasi nyeri pada persalinan, namun sayangnya di Indonesia keberadaan doula masih sangat sedikit sekali. Jadi jika tidak ada doula setidaknya Anda dapat mencari bidan pendamping yang sudah memahami hypnobirthing sehingga bisa membantu Anda .

Bagaimana dengan nyeri selama fase terakhir dari persalinan?

Ketika proses persalinan Anda berlangsung, dan bayi Anda bergerak lebih bawah lagi di panggul, perasaan tekanan yang Anda rasakan dapat meningkat. Akhirnya, perasaan tekanan akan berubah, dan Anda mungkin mulai merasa perlu untuk mendorong atau mengejan. Untuk beberapa wanita, perasaan ini sangat halus, untuk orang lain, itu sangat banyak atau terasa sekali. Sekali lagi perasaan ini adalah sinyal atau pesan, mengatakan bahwa mungkin sudah saatnya untuk mulai mendorong atau mengejan selama kontraksi, untuk membantu membawa bayi Anda turun lebih lanjut.

Umumnya, Anda dapat mengikuti pesan-pesan atau isyarat tubuh Anda dan mendorong Anda utuk merasa nyaman. Anda bisa melakukan ini dalam berbagai posisi; melihat contoh dari posisi melahirkan yang efektif. Bidan, dokter, dapat membantu memberikan petunjuk untuk mengejan secara efektif.

Akhirnya, ketika bayi Anda lahir, Anda mungkin merasa ada perasaan terbakar yang intens saat bayi keluar. ini adalah normal, dan ini adalah sinyal bahwa vagina dan kulit perineum Anda mengalami peregangan untuk memberikan ruang bagi bayi, banyak wanita merasa bahwa perineum mereka robek. Menggunakan kompres basah hangat pada perineum (kulit antara vagina dan anus) ketika anda mengejan dapat membantu memandu Anda untuk mengetahui di mana arah untuk mendorong/mengejan dan dapat mengurangi beberapa rasa sakit ketika kepala mulai crowning.

Bidan atau dokter dapat memberikan tuntunan verbal/sugesti kepada Anda seperti untuk mendorong lembut ketika kepala mulai crowning untuk membantu meminimalkan robekan perineum. Kabar baik tentang rasa terbakar ini adalah bahwa hal itu tidak berlangsung lama, hanya berlangsung beberapa kontraksi saja.

Khusus untuk ibu pertama kalinya, melakukan pijat perineum (pijat kulit di sekitar bagian belakang vagina) selama kehamilan dapat membantu mencegah robekan perineum, dan memberikan beberapa perasaan sensasi peregangan.sehingga ketika proses persalinan Anda dengan mudah dapat beradaptasi dengan rasa tersebut.

Bagaimana rasa sakit ditangani di rumah sakit?

Di rumah sakit, Anda mungkin diminta untuk mengetahui skala “tingkat” nyeri dan menawarkan obat jika rasa sakit Anda berada di atas tingkat tertentu.Perawat Anda mungkin menyarankan obat atau epidural untuk membantu mengatasi nyeri persalinan. Karena pilihan ini tidak populer di kalangan wanita bersalin, perawat Anda mungkin memiliki sedikit pengalaman dengan beberapa tindakan holistik untuk mengatasi rasa nyeri dan sakit saat melahirkan. Di sisi lain, perawat Anda mungkin memiliki banyak pengalaman dengan metode alternatif untuk membantu Anda.

Anda dapat membantu perawat dan staf rumah sakit lain dengan:

  1. Memberitahu mereka tentang rencana Anda untuk mengatasi rasa nyeri/sakit tersebut dan meminta bantuan mereka. Jika Anda telah mempersiapkan rencana kelahiran (birth plan), tunjukkanlah kepada mereka.
  2. Membiarkan perawat Anda tahu bagaimana Anda mengekspresikan rasa sakit, terutama jika Anda bahwa mereka akan dengan senang hati membantu Anda.
  3. Membiarkan perawat Anda tahu apa rencana Anda untuk manajemen nyeri
  4. Meminta saran lain yang mungkin ada.
  5. Anda juga dapat meminta bantuan mereka untuk dalam memaksimalkan kebebasan bergerak dan kemampuan Anda untuk memilih posisi nyaman. Beberapa praktek rumah sakit, seperti pemantauan janin terus menerus atau pemasangan infus dapat membatasi aktivitas Anda. Anda dapat meminta untuk pemantauan intermiten atau pemasangan infus yang dilakukan jika ada indikasi saja. Jika pemantauan terus menerus menjadi perlu, itu tidak berarti Anda harus tinggal di tempat tidur. Anda dapat meminta untuk duduk kursi goyang dan bola melahirkan yang dekat dengan monitor (jika memungkinkan).

Bagaimana jika saya tidak bisa mengatasinya dengan menggunakan teknik ini?

Tidak setiap teknik akan berlaku untuk setiap wanita, karena proses persalinan itu adalah unik. Yang terpenting adalah, Cobalah untuk tidak membuat keputusan pada puncak kontraksi, tetapi menggunakan waktu antara kontraksi untuk membahas apa yang Anda sudah Anda usahakan sejauh ini dan apa yang mungkin ingin Anda pertimbangkan. Kadang-kadang, lebih banyak dukungan bisa membuat perbedaan.

Mintalah perawat, bidan, atau dokter untuk tidak menawarkan obat penghilang sakit saat Anda mengalami kontraksi. Dan ingatlah bahwa setiap intervensi selalu memiliki konsekuensi.

Tambahan Bacaan

Buku persiapan persalinan:

  • Hipnostetri, 2010. Yesie Aprillia, Gagas Media, jakarta
  • Siapa bilang melahirkan itu sakit, 2011, Yesie Aprillia, Andi Offset, Yogyakarta
  • Gentle Birth, 2011, Yesie Aprillia, Grasindo, Jakarta
  • Active Birth: The New Approach to Giving Birth Naturally, Revised ed. 1992. Janet Balaskas. Harvard Common Press.
  • Birthing from Within. 1998. Pam England, CNM. Partera Press.
  • Ina May’s Guide to Childbirth. 2003. Ina May Gaskin. Bantam.
  • Natural Childbirth the Bradley Way, Revised ed. 1996. Susan McCutcheon-Rosegg. Plume.
  • Pregnancy, Childbirth and the Newborn: The Complete Guide. 2001. Penny Simkin. Meadowbrook.
  • The Thinking Woman’s Guide to a Better Birth. 1999. Henci Goer. Perigee Trade.

Khusus untuk pasangan Anda:

  • The Birth Partner, 2nd Ed. 2001. Penny Simkin. Harvard Common Press.
  • Buku Catatan Ayah Pintar, Yesie 2015, Andi Offset, Jogja

Referensi:

  • Albers LL. (2007). The evidence for physiologic management of the active phase of the first stage of labor. Journal of Midwifery & Women’s Health. 52(3), 207-215.
  • Caton, D., Corry, M.P.,  Frigoletto, F.D., Hopkins, D.P., Lieberman, E., Mayberry, L., Rooks, J.P.,  Rosenfield, A., Sakala, C., Simkin, P., Young, D. (2002). The nature and management of labor pain. American Journal of Obstetrics & Gynecology, 186(5), S1-S15.

Cascade Intervensi dalam Persalinan

medium_2932203983 Image courtesy of photopin.com

Apakah “cascade intervensi?” Banyak hal dalam hidup yang memiliki saling keterhubungan atau saling keterkaitan atau bahkan saling berantai. Begitupula sebuah intervensi dalam persalinan. Tanpa disadari mereka mungkin memiliki efek yang diinginkan namun kadang juga memiliki efek yang tidak diinginkan yang akhirnya menimbulkan masalah baru yang ternyata harus diselesaikan dengan intervensi lain yang mungkin berakhir dengan intervensi lain lagi ketika ternyata intervensi yang digunakan untuk mengatasi masalah sebelumnya ada efek samping yang tidak diinginkan pula dan begitu seterusnya.   Artinya ketika ada sesuatu kejadian yang tidak diinginkan terjadi dalam sebuah persalinan atau ada masalah dalam persalinan maka seringkali sebuah masalah di selesaikan dengan intervensi lebih lanjut, yang pada gilirannya ternyata justru menciptakan lebih banyak masalah. Nah Rantai peristiwa ini disebut sebagai “Cascade Intervensi.”

Banyak sekali pasangan suami istri yang tidak menyadari bahwa intervensi rutin banyak dapat menyebabkan pengalaman yang tidak direncanakan dan efek samping yang tidak diinginkan. Biasanya ini terjadi karena kekurang tahuan, ketidak siapan dan kurangnya informasi yang jelas dan jujur ketika hendak dilakukan intervensi dalam persalinan.

.

Berikut ini adalah contoh nyata yang terjadi dalam persalinan berdasarkan dari cerita Klien saya di Bidan Kita yang sharing tentang pengalaman persalinannya pada anak pertamanya 20 bulan yang lalu.  Sebut saja Ny.A. beliau saat itu berumur 24 th, hamil anak pertama dan pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan sangatlah minim. Ketika hari H persalinannya Ny A mengalami flek dan kontraksi seperti layaknya proses persalinan biasa, karena panik dan takut juga karena merasa kesakitan akhirnya Ny A masuk ke RS dan begitu sampai di RS dan di lakukan pemeriksaan dalam ternyata Ny A sudah mengalami pembukaan 2 cm. Saat itu karena jarak anatara RS dengan rumah dekat dan kontraksi belum teratur maka Ny A meminta untuk pulang ke rumah dahulu dan mempersiapkan semua perlengkapan, namun pihak RS melarangnya dan mengharuskan Ny A untuk tetap tinggal di RS. Setengah jam kemudian Ny A diberikan Infus, karena ketidaktahuan ya akhirnya Ny A menerima begitu saja dan mengira bahwa ini adalah prosedur yang memang harus dilakukan pada setiap ibu yang hendak melahirkan. Nah setelah 4 jam berlalu dokter datang dan melakukan pemeriksaan dalam ulang pembukaan sudah 6 cm dan kemudian sang dokter melakukan pemecahan ketuban lalu melarang Ny A untuk beraktifitas, karena ketuban sudah dipecahkan dan saat itu Ny A juga berfikir positif saja karena Ny A mengira memang kalau mau bersalin harus diperlakuakn demikian. Karena kontraksi semakin kuat dan ada pembatasan gerak, maka Ny A semakin merasakan sakit yang luar bisasa setiap kali ada kontraksi, dan 3 jam kemudian Ny A merasa kelelahan dan ingin menyerah. Semakin cemas dan khawatir akhirnya dokter melakukan pemeriksaan dalam ulang dan ternyata tidak ada kemajuan pembukaan, lalu dokter melakukan CTG dan ternyata ada deselerasi detak jantung bayi dan detak jantung bayi semakin melemah ketika ada kontraksi, gerakannyapun dirasakan berkurang oleh Ny A. Karena kondisi tersebut, Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan SC dengan alasan kondisi kesejahteraan janin yang menurun.

Karena ketidaktahuan maka Ny A dengan rela hati pasrah dengan semua keputusan dokter tersebut. Nah dari cerita Klien Bidan Kita di atas tadi kita tahu bahwa karena ketidak tahuan atau minimnya pengetahuan yang dipunyai ibu dan ayah, maka mereka dengan mudah menerima semua intervensi tanpa mempertimbangkan efek amping dan resiko yang bisa saja menyertai.

Berikut ini beberapa praktik intervensi dalam persalinan yang dapat menyebabkan Cascade intervensi meliputi:

1. menggunakan berbagai obat untuk menginduksi persalinan

2. melakukan pemecahan air ketuban sebelum dan selama proses persalinan

3. menggunakan oksitosin sintetis untuk mempercepat proses persalinan

4. memberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit

5. menggunakan posisi berbaring untuk melahirkan.

6. Pembatasan gerak dan pembatasan pemilihan posisi selama proses persalinan Dalam banyak kasus, praktek-praktek tersebut ini menimbulkan masalah karena mengganggu fisiologi normal dari kehamilan, persalinan dan kelahiran

misalnya, dengan:

1. mengganggu produksi hormon yang ada di sepanjang persalinan dan kelahiran

2. menciptakan peluang untuk infeksi

3. memiliki efek yang tidak diinginkan pada bayi Anda, atau

4. mengganggu kemampuan Anda untuk mendorong bayi keluar.

Apa contoh dari cascade intervensi?

Analgesia epidural dapat memberikan pereda nyeri yang sangat efektif selama persalinan. Namun ini juga meningkatkan risiko ibu untuk mengalami penurunan tekanan darah secara mendadak, kesulitan bergerak, kesulitan buang air kecil, kesulitan mendorong bayi keluar, demam, dan efek yang tidak diinginkan lainnya.

Berbagai intervensi – seperti pemantauan janin elektronik yang terus menerus dan pemberian cairan infus – banyak digunakan untuk memantau, mencegah atau mengobati efek ini pada ibu yang bersalin dengan epidural,. Dan intervensi lain-lain menjadi lebih mungkin, termasuk penggunaan oksitosin sintetis untuk memperkuat kontraksi, penggunaan kateter urin untuk mengosongkan kandung kemih, dan penggunaan vacuum extractor atau forsep untuk membantu bayi keluar atau lahir.

Dan akhirnya semua Ini pada gilirannya mungkin memiliki efek samping yang mengarah pada penggunaan intervensi lain. Dampaknya pun juga dapat dirasakan oleh bayi. Sebagai contoh, penggunaan epidural meningkatkan kemungkinan ibu terkena demam, jika seorang ibu demam, maka dokter yang merawat pasti khawatir bahwa bayinya mungkin terkena infeksi. karena beberapa bayi yang ibunya demam yang berhubungan epidural pada kenyataannya juga memiliki infeksi, sebagai tindakan pencegahan ini bayi biasanya harus menjalani tes darah dan diobati dengan antibiotik segera setelah lahir. Mereka juga harus diawasi secara khusus di ruang bayi, yang ini juga dapat mengganggu ikatan dan gangguan kemampuan menyusu.

Contoh diatas adalah Rantai kemungkinan efek dari intervensi epidural dan bisa saja rantai ini juga akan terjadi pada intervensi yang lainnya dan ini berarti menunjukkan betapa pentingnya informasi yang jujur, jelas dan sangat penting bagi Anda untuk berhati-hati ketika mengambil keputusan dalam proses persalinan.

Bagaimana saya bisa membatasi masalah dalam cascade intervensi?

Hampir setiap intervensi memiliki beberapa potensi untuk menyebabkan kerusakan.

Anda harus membuat keputusan yang hati-hati tentang apakah Anda akan menerima intervensi tersebut. Saya berharap agar Anda hanya menerima intervensi yang menawarkan lebih banyak manfaatnya daripada bahayanya. Dalam menimbang keuntungan dan kerugian, penting untuk mengandalkan bukti terbaik tentang efek potensial, dan mempertimbangkan bagaimana tentang kemungkinan hasilnya. Hal ini juga penting untuk mengetahui pilihan lain yang mungkin tersedia.  Sayangnya, tidak mungkin untuk sepenuhnya dan akurat mengetahui terlebih dahulu proses pengambilan, dan sejauh mana intervensi lain dan efeknya akan ikut bermain.

Cara terbaik untuk membatasi masalah cascade intervensi adalah mencari informasi yang jelas dan jujur, mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan Anda b, menetapkan tujuan dan rencana Anda, dan menghindari intervensi dengan potensi kerugian, bila memungkinkan.

Gambaran Cascade Intervensi Berikut ini gambaran dari cascade intervensi: ** gambar di ambil dari http://www.birthtakesavillage.com/induction-risks/

Berikut ini dapat membantu Anda untuk menghindari intervensi yang tidak perlu:

1. memilih bidan dan dokter dengan penggunaan intervensi umum tingkat rendah, ini bisa Anda dapatkan dengan melakukan wawancara sejak ANC nah apa saja pertanyaan yang bisa Anda ajukan ada di : https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=452:ayo-interview-dengan-dokter-dan-bidan-anda&catid=40:monthly-guide&Itemid=34

2. menjadi akrab dengan penelitian ilmiah yang tersedia tentang intervensi yang paling mungkin untuk memicu terjadinya cascade dari intervensi, termasuk Induksi Persalinan, Pemberian obat penghilang Rasa Nyeri, dan operasi caesar

3. melakukan dialog terbuka dan saling menghargai dengan bidan dan dokter Anda tentang alasan untuk setiap intervensi yang diusulkan

4. mengajukan Birth Plan kepada bidan atau dokter Anda sejak pemeriksaan kehamilan, tentang birth plan dapat Anda baca di : – https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=374:mari-menyusun-birth-plan-perencanaan-persalinan&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=351:contoh-birth-plan&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

5. belajar tentang manfaat pada pendampingan dan dukungan yang terus menerus selama proses persalinan, dan mempertimbangkan terlibat bidan khusus untuk membantu Anda mencapai tujuan Anda

6. mengkomunikasikan keinginan Anda dengan jelas, dan mendapatkan dukungan dari pasangan, bidan, atau keluarga

7. mengetahui bahwa Anda memiliki hak untuk menerima atau menolak semua prosedur, obat, tes dan perawatan, dan pilihan Anda wajib dihormati. nah untuk itu sebelum menambil keputusan untuk menerima sebuah intervensi gunaka BRAIN (https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=262:gunakan-brain-pada-saat-mengambil-keputusan-dalam-persalinan&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56) karena sebenarnya

PENGETAHUAN ADALAH KUNCI

jadi mari berdayakan diri.

Semoga bermanfaat

Salam hangat Bidan Kita

MELAHIRKAN TANPA BANTUAN “UNASSISTENED BIRTH”

Bidan Kita

Saya adalah seorang bidan, dan semakin mendalami tentang Gentle Birth dan menjadi praktisinya membuat saya bercita-cita untuk bisa melahirkan sendiri tanpa bantuan. Selain karena saya bidan dan karena saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya kelak (baca= https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=265:kami-memilih-untuk-melahirkan-scr-alami-karena-kami-tahu-apa-yg-sebenarnya-terjadi-di-rumah-sakit&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56) dan saya tidak ingin menciptakan dan menginvestasikan trauma kepada anak saya, maka saya mempunyai cita-cita untuk melahirkan sendiri tanpa bantuan kelak.

Seringkali orang lain berkomentar “ah kayak tidak ada Rumah Sakit Saja?” namun banyak juga yang mendukung karena mereka tahu saya bidan jadi setidaknya pengetahuan tentang persalinan sudah lumayan cukup. Namun Apa komentar Anda jika saudara Anda, istri Anda atau bahkan Anda sendiri yang notabenenya bukan tenaga kesehatan memilih untuk melahirkan tanpa bantuan?

Di Luar negeri melahirkan tanpa bantuan sudah lumayan marak ini bisa dilihat dari cerita-cerita kisah persalinan di:

http://www.unassistedchildbirth.com/

http://outlawbirths.com/

http://unassistedbirth.livejournal.com/

dan di Indonesia-pun dilakukan oleh beberapa orang, termasuk selebritis kita yaitu Dewi Lestari (baca: http://www.gentlebirthindonesia.com/kisah-kelahiran/kisah-kelahiran-atisha-prajna-tiara). namun kejadian ini biasanya terjadi karena ketidaksengajaan atau “kebrojolan” sehingga keluarga tersebut belum sempat memanggil bidan namun sang bayi sudah lahir terlebih dahulu di rumah mereka.

Mengapa saya berfikir atau berniat untuk melahirkan tanpa bantuan, karena saat ini semakin banyak pihak tenaga kesehatan yang berfikir bahwa persalinan adalah peristiwa medis pathologis, telah terjadi pergeseran paradigma yang mana dahulu persalinan adalah peristiwa sakral dan terjadi di rumah tetapi sekarang dijadikan urusan publik dan dibawa ke arah publik. Banyak sekali intervensi yang dilakukan dalam persalinan. Dan lebih tragisnya lagi proses yang begitu sakral ini telah dijadikan ladang bisnis yang menjanjikan bagi sebagian oknum

Lihat:

https://www.youtube.com/watch?v=4DgLf8hHMgo

Nah lalu jika Anda menginginkan Un assistened birth apa yang seharusnya dipersiapkan?

Langkah 1: Pilih dan tentukan apakah Anda ingin melahirkan dibantu Obsgyn, bidan, atau jika Anda menginginkan kehamilan tanpa bantuan. Keputusan untuk melahirkan tanpa bantuan adalah sangat besar, memang pemerintah sangat tidak menganjurkan hal ini, namun ketika seorang pasien menentukan dan memilih keputusan ini berarti sang pasien harus mau dan mampu memberdayakan diri dengan sebaik-baiknya sehingga tidak akan ada hal-hal yang tidak diinginkan. Memilih untuk melahirkan tanpa bantuan bukan berarti selama masa kehamilan Anda bisa bebas dari periksa dengan bidan ataupun dokter. Namun justru ketika memilih keputusan ini Anda harus benar-benar memastikan bahwa Anda adalah pasien yang beresiko rendah.

Nah penapisan untuk ibu bersalin dengan resiko rendah itu seperti apa? Berikut adalah beberapa kondisi yang tidak memungkinkan untuk melahirkan tanpa bantuan:

1. Riwayat Bedah Besar, yaitu bila Ibu pernah mengalami operasi besar seperti Laparatomie, Caesar, dll

2. Perdarahan Pervaginam, yaitu bila Ibu mengalami perdarahan melalui jalan lahir

3. Persalinan Kurang Bulan, yaitu bila umur kehamilan Ibu kurang dari 37 minggu

4. Ketuban Pecah dengan Mekonium yang kental, yaitu Ibu mengeluarkan air ketuban dengan warna hijau tua dan kental karena tercampur mekonium atau BAB bayi

5. Ketuban Pecah Lama, yaitu bila Ibu telah mengeluarkan air ketuban selama 24 jam

6. Ketuban Pecah pada Persalinan Kurang Bulan, yaitu Ibu mengeluarkan air ketuban dengan umur kehamilan kurang dari 37 minggu

7. Ikterus, yaitu bila Ibu menngalami kelainan berupa sakit kuning (kuku,sclera mata,kulit berwarna kuning)

8. Anemia Berat, yaitu bila kadar Hb dalam darah Ibu kurang dari normal

9. Tanda/gejala Infeksi, misalnya bila Ibu mengalami panas tinggi

10. Preeclampsia/Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK), ditandai dengan tekanan darah dan kadar protein urine tinggi,disertai kejang

11. Tinggi Fundus Uteri 40 cm atau lebih, yaitu pembesaran rahim yang melebihi normal

12. Gawat Janin, yaitu denyut jantung janin 160x/menit

13. Primipara dalam Fase Aktif Persalinan, dengan  dengan Palpasi Kepala Janin masih 5/5, atau dengan kata lain pada Ibu yang baru pertama kali akan bersalin,kepala janin belum masuk panggul

14. Presentasi bukan Belakang Kepala.

15. Presentasi Ganda.

16. Kehamilan GEMELLI.

17. Tali pusat menumbung.

18. Syok.

Jadi Jika Anda memilih untuk melahirkan tanpa bantuan, Pastikan Anda merasa nyaman dengan keputusan ini dan pastikan kehamilan Anda sehat dan beresiko rendah. Mulailah untuk Mendidik diri sendiri!

Langkah 2: Jadwalkan kunjungan prenatal yang teratur dengan tenaga medis profesional. Pastikan Anda merasa nyaman dengan dokter atau bidan karena ini adalah seseorang yang Anda percaya dengan bayi Anda. Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan karena ini adalah kesempatan Anda untuk mendidik diri sendiri untuk melahirkan tanpa bantuan Anda.

Ungkapkan keinginan dan niat Anda kepada mereka dan mintalah mereka untuk berjaga-jaga seandainya di fasen tertentu Anda membutuhkan mereka.

Mulailah menjaga pola makan yang baik. Yaitu dengan menjaga asupan gizi dengan gizi yang seimbang. Jangan biarkan bayi Anda terlalu besar ata terlalu kecil. Pastikan untuk berolahraga karena hal ini menguntungkan bagi kesehatan Anda dan bayi. Berikut adalah beberapa saran: yoga, berjalan pagi, Tai chi, pilates untuk ibu hamil, renang. Dan Pastikan Anda sehat secara mental dan emosional sepanjang kehamilan. Saran yang bisa dilakukan adalah mulailah untuk rajin melakukan relaksasi hypnobirthing dan meditasi. Ini akan emmbantu menyiapkan mental dan meningkatkan spiritual Anda.

Langkah 3: Lakukan Setiap pemeriksaan Prenatal yang Dianggap Diperlukan oleh Anda Selama Kehamilan Anda. Tes ini dapat meliputi: pap smear, darah, toleransi glukosa, USG, dll Anda tahu tubuh Anda dan bayi Anda lebih baik dari orang lain. Jika Anda merasa Anda perlu untuk melakukannya ya lakukan saja. Jika Anda tidak nyaman dengan pemeriksaan tersebut, ya tidak perlu melakukannya. Di atas segalanya, riset tes apa pun perlu Anda pertimbangkan untuk menentukan apakah manfaat lebih besar daripada risiko (jika ada).

Langkah 4: Sepanjang kehamilan anda, perbanyaklah membaca tentang bagaimana cara menolong kelahiran tanpa bantuan, dan membaca / menonton banyak cerita kelahiran / juga video-video yang menggambarkan tentang melahirkan tanpa bantuan.

Mendidik diri sendiri akan membantu Anda mempersiapkan semua skenario dan membangun kepercayaan pada diri sendiri. Ini juga merupakan rencana yang baik untuk mendidik mereka yang akan mendukung Anda dalam kehamilan dan kelahiran seperti pasangan Anda, akan menanamkan kepercayaan pada mereka juga. Karena sangatlah penting bahwa Anda merasa nyaman dengan keputusan Anda dan dikelilingi oleh orang-orang yang mendukung Anda,

Berikut ini dua situs favorit tentang melahirkan tanpa bantuan:

http://www.unhinderedliving. com / childbirth.html

http://www. unassistedchildbirth.com /

Langkah 5: Tentukan siapa yang Anda ingini untuk menghadiri proses persalinan Anda. Ini bisa saja pasangan Anda, anggota keluarga, teman, atau sama sekali tidak ada .

Langkah 6: Visualisasikan Anda mampu melahirkan dengan Aman, normal, dan lancar serta bayipun lahir dengan sempurna.

Semakin Anda percaya Anda akan memiliki pengalaman proses persalinan yang baik, maka semakin baik dan banyak kesempatan Anda untu memiliki itu menjadi kenyataan, karena tidak hanya akan mmembuat Anda kemudian melahirkan tanpa rasa takut, tetapi Anda akan memiliki pola pikir positif tentang hal itu dan menyambut proses tersebut dnegan positif dan optimis. Hal ini memungkinkan proses untuk terjadi lebih cepat dan mudah, dan bayi ini kemudian lebih mungkin lahir tanpa komplikasi.

Di atas semuanya yang terpenting adalah KEPERCAYAAN,, percayalah kepada tubun Anda, percayalah kepada bayi Anda, dan percaya pada diri sendiri. Salah satu bagian paling penting dari perawatan kehamilan Anda selain nutrisi dan fisik adalah persiapan mental dan spiritual.

Langkah 7: ikuti pelatihannya dengan sungguh sungguh lalu Praktek teknik relaksasi hypnobirthing dan posisi dalam melahirkan selama kehamilan.

Ini akan membantu Anda untuk mentolerir rasa ketidaknyamanan selama proses persalinan. Apa yang membantu Anda bersantai? Pijat, musik, bernapas dalam-dalam? Anda mungkin tiba-tiba merasakan kontraksi semakin intens dan sangat intens dan Anda perlu untuk bersantai untuk menghilangkan rasa sakit atau menggunakan teknik pernapasan. Ini membantu untuk mengetahui apa yang terbaik membuat Anda santai. Dan ingat bahwa rasa sakit pada persalinan adalah sinyal tubuh Anda untuk melakukan sesuatu: bergerak, makan, minum, mengubah posisi, membersihkan diri dari ketakutan atau gangguan emosi, santai, dll juga dapat sinyal bahwa ada sesuatu yang salah.

Langkah 8: Memiliki rencana kelahiran dan / atau rencana cadangan.

Hal ini penting karena dokumen tentang apa keinginan Anda, memastikan pendamping persalinan Anda cobalah untuk Siap untuk setiap kemungkinan, sehingga Anda tidak menemukan diri Anda panik ketika bayi Anda mulai muncul dalam posisi sungsang atau bahunya terjebak, atau jika tali pusatmelilit leher (yang umum). Kebanyakan “komplikasi” tidak memerlukan bantuan medis, terutama untuk kemungkinan bahwa Anda mungkin merasa Anda perlu untuk merujuk ke rumah sakit.

Langkah 9: Kumpulkan semua perlengkapan Anda mungkin ingin untuk kelahiran dan segera setelah melahirkan.

1. Kolam jika Anda ingin melahirkan di dalam air

2. shower tirai atau kain vinil meja

3. bantal

4. handuk yanga banyak sekitar 8 biji bunda

5. klem tali pusat steril jika Anda menginginkan untuk di potong tali pusatnya dan ini tidak berlaku jika Anda menginginkan untuk lotus birth

6. gunting steril, kassa steril, bethadine

7. mangkuk plasenta

8. selimut, beberapa kain, waslap, beberapa under pad

9. topi bayi

Saya pribadi merekomendasikan melakukan pencarian untuk item tertentu yang Anda inginkan satu per satu, kecuali Anda berencana untuk memesan hal yang berbeda. (Banyak hal dapat ditemukan di sebuah department store perlengkapan bayi di sekitar rumah Anda.) Anda juga mungkin memutuskan bahwa Anda ingin melakukan pemantauan (denyut jantung bayi, tekanan darah Anda, pemeriksaan serviks, dll), dalam hal ini Anda dapat menggunakan perlengkapan untuk pertolongan persalinan, hanya memang biayanya cukup mahal terutama untuk membeli alat doppler kecuali Anda memutuskan untuk memantau detak jantung janin dengan menggunakan fetoskop nah untuk ketrampilan ini latihlah suami untuk mendengarkan detak jantung janin Anda sejak Anda hamil dengan meminta bantuan bidan untuk mengajari suami Anda. Atau Anda bisa membeli “Angel Sound” coba lihat : http://www.babyangelsounds.com/

Caranya seperti di video berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=-CWn79bJXuc

 

sedangkan untuk melihat seberapa pembukaan sudah terjadi Anda bisa menggunakan pedoman secara visual. Untuk lengkapnya Anda bisa membuka dan mempelajari seperti di artikel berikut ini: https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=358:panduan-visual-sebuah-persalinan&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

walaupun Anda bahkan mungkin tidak ingin merujuk atau melahirkan ke Rumah Sakit, namun Anda harus menyiapkan sistim rujukan dimana Anda siapkan tas persalinan dan kendaraan yang stand bye jika ada “sesuatu” di rumah.

Visualisasikan persalinan Anda dan putuskan apa yang Anda butuhkan. Jika Anda pikir Anda mungkin mengalami (atau takut) akan terjadi komplikasi tertentu, Anda mungkin harus mempersiapkan terutama untuk yang satu itu, yaitu untuk ketenangan pikiran. Be optimis dan be positif adalah kuncinya.

Langkah 10: Persalinan

Ingatlah bahwa segala sesuatu kadang tidak sesuai rencana dan selalu akan terbuka terhadap segala kemungkinan terjadi sesuatu, dan inilah waktunya bagi Anda untuk dengarkan isyarat tubuh Anda (dan bayi). Satu keuntungan untuk memiliki kelahiran, alami tanpa intervensi adalah bahwa hal itu jauh lebih mudah bagi diri Anda, dan Anda dapat merasakan segala sesuatu yang sedang terjadi. Percayai kekuatan tubuh Anda, ikuti irama dan insting tubu Andam karena tubuh Anda mempunyai pengettahuan sempurna untuk melahirkan secara alami.

Lakukan apa yang terasa tepat untuk Anda. Makan, minum, mengerang, mengubah posisi, jogging di sekitar rumah jika Anda merasa ingin seperti itu. mengejanlah ketika Anda merasakan dorongan untuk mengejan. Usahakan selalu mengejan dengan posisi vertikal baca:

https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=357:posisi-melahirkan&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56#comment-366

https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=429:posisi-terburuk-dalam-persalinan&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56#comment-486

Anda dapat memilih untuk  melakukan massage dan kompres hangat pada perineum. Anda dapat melakukannya sendiri atau meminta bantuan pasangan dan melakukannya sebelum kelahiran dengan minyak zaitun (pijat), dan menggunakan kain panas untuk melonggarkan jaringan sebelum dan selama kelahiran. Ini akan sangat membantu Anda.

jika Anda berada dalam posisi jongkok (sehingga kepala bayi tidak menekan keras terhadap perineum Anda karena dalam posisi telentang) dan tidak mengejan terlalu cepat, Anda mungkin tidak akan mengalami robekan pada perineum, bahkan dengan bayi besar.

Adapun ketika menangkap bayi, ini bisa dilakukan oleh sang ibu. Beberapa ingin melakukannya sendiri, beberapa ingin (atau perlu) pasangan mereka untuk melakukannya. Jika tidak, bayi tidak perlu ditangkap sama sekali dan dapat lahir pada permukaan yang lembut tanpa di tangkap. Yang penting sediakan kain empuk dan hangat di bawah vagina Anda.

Langkah 11: Evaluasi ibu dan bayi setelah melahirkan.

Pastikan bahwa bayi bernafas (Anda bisa gunakan apgar skore) dan evaluasi ibu agar tidak kehilangan terlalu banyak darah. Yang dilakukan adalah lakukan IMD segera peluk bayi Anda dan ciumi dia ini akan meningkatkan hormon oksitosin dan membuat kontraksi rahin membaik sehingga tidak terjadi perdarahan.

Setelah melahirkan, Anda mungkin menemukan bahwa perineum telah robek. Ambillah tindakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah dengan baik, bahkan jika itu berarti Anda harus pergi ke rumah sakit. Juga perlu diingat bahwa setiap ibu berbeda. Seorang wanita dapat kehilangan banyak darah dan baik-baik saja, dan satu lagi mungkin kehilangan sedikit tetapi butuh bantuan. (Umumnya, jika Anda telah kehilangan darah lebih dari 2 cangkir, ini memprihatinkan.) Inilah sebabnya mengapa penting untuk merawat diri selama kehamilan. Perdarahan jelas merupakan suatu keprihatinan untuk para wanita yang mengalami anemia (memiliki kadar zat besi rendah). Jadi selama hamil Anda bisa mengkonsumsi penambah darah.  Rentang normal adalah 11-14. Perineum yang robek dapat direkatkan dengan meletakkan perban atau kassa steril di perineum, ini tergantung dari seberapa besar robekannya jika terlalu besar berilah bethadie lalu panggil bidan atau dokter yang dapat membantu untuk dilakukan penjahitan.

Oya, Anda tidak perlu untuk mencuci vernix dari bayi. Vernix yang bermanfaat. Melindungi kulit dalam beberapa jam setelah lahir baca: https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=459:jangan-mandikan-bayi-anda&catid=47:all-about-childbirth&Itemid=59

Langkah 12: Plasenta

Anda dapat memilih untuk melahirkan plasenta Anda ke dalam bak mandi, mangkuk, atau pada under pad. Mungkin keluar 5 menit atau 30 menit setelah kelahiran bayi.  Jika Anda merasa Anda perlu untuk membantu plasenta keluar, ada tips yang dapat Anda lakukan yaitu massage rahim dengan lembut, lakukan rangsangan puting susu dan ciumin bayi Anda.

Jangan tarik tali pusat, karena hal ini kemungkinan besar akan menyebabkan Anda perdarahan. Setelah plasenta keluar, periksalah untuk memastikan plasenta itu utuh, dan bahwa tidak ada bagian yang hilang. Nah jika ternyata perdarahan terlihat banyak segera panggil bantuan dan usahakan sang ibu tetap terehidrasi dengan baik, minum teh manis, oralit untuk mengganti cairan

Langkah 13: Pemotongan tali pusat.

Beberapa ahli / orang tua setuju bahwa penundaan pemotongan tali pusat adalah hal yang paling aman dan terbaik yang dapat dilakukan . Umumnya tunggu hingga 1) tali pusat telah berhenti berdenyut, atau 2) plasenta telah dilahirkan. Sebagian menunggu sampai plasenta dilahirkan, tetapi jika bayi Anda memiliki talipusat yang pendek dan plasenta belum dilahirkan, beberapa lebih suka memotong ketika tali pusat telah berhenti berdenyut.

Jika karena alasan tertentu anda perlu memotong kabelnya sebelum berhenti berdenyut, anda dapat melakaukannya dengan mengikatnya di dua sisi lalu potong diantara ikatannya dengan gunting yang steril.

Berikut ini beberapa penatalaksanaan untuk pemotongan tali pusat :

https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=419:keajaiban-tali-pusat&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=225:burning-cord-so-sterile-so-calm-so-gentle-so-sweet-so-comfortable-for-baby&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=168:lotus-birth-a-gentle-way-to-gentle-birth-a-gentle-mothering&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56

https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=421:merawat-tali-pusat-bayi-anda&catid=49:baby-born&Itemid=41

Langkah 14: Mungkin Anda memilih untuk pergi ke Rumah Sakit Segera setelah postpartum.

Lakukan ini hanya jika Anda merasa itu perlu tetapi dengarkan tubuh Anda .

Langkah 15: tentukan untuk menghubungi atau tidak menghubungi dokter anak

Anda dapat memilih untuk melakukan atau tidak melakukan hal ini segera setelah lahir (dalam seminggu), dalam beberapa bulan setelah lahir, atau hanya bila diperlukan. Namun, mungkin diperlukan untuk akte kelahiran jadi coba fikirkanlah.

Berikut ini gambaran cerita tentang unassitened birth:

http://godassistedchildbirth.blogspot.com/2008/07/mikahs-unassisted-birth-story-with-pics.html

http://www.hobomama.com/2012/01/alriks-birth-story-sweet-surprise.html

Nah semoga ini bermanfaat

https://www.youtube.com/watch?v=EsNhCWsDVQI

 

Salam hangat

Bidan kita

Bagaimana Cara Mengejan Yang Baik saat melahirkan?

SONY DSCBagaimana cara mengejan yang baik saat melahirkan? Ini adalah pertanyaan yang hampir selalu diungkapkan oleh klien saya di kelas hypnobirthing terutama mereka yang baru pertama kali hamil atau belum mempunyai pengalaman sama sekali tentang melahirkan pervaginam. Bahkan ada beberapa ibu yang notabenenya sudah berkali-kali melahirkna-pun masih kebingungan dengan cara mengejan yang baik karena mereka merasa selalu salah saat mengejan di persalinan yang lalu.

Nah lalu apakah ketika melahirkan si ibu harus mengejan dengan sekuat tenaga? Jawabannya adalah Tidak. Karena bahkan beberapa klien saya ada yang melahirkan tanpa mengejan padahal bayinya lumayan besar yaitu 4 kg. Wow, bagaimana rahasianya? Nah di artiikel ini saya akan mencoba share tentang cara mengejan yang baik saat melahirkan.

https://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=268&Itemid=1

 

Mengejan adalah tahap akhir dalam persalinan sebelum Anda bertemu bayi Anda. Ini mungkin adalah Periode persalinan yang paling menyakitkan atau sumber terbesar dari ketakutan dan kekhawatiran seorang wanita karena seringkali mereka merasakan tidak apa yang harus dilakukan saat itu. Sulit untuk menggambarkan sensasi dan usaha yang terkait dengan mendorong janin atau mengejan dalam proses persalinan tetapi ada banyak teknikyang dapat dicoba kelahiran bayi Anda. Bidan, dokter dan pendamping akan memberikan bimbingan kepada Anda selama mengejan bila diperlukan.

Langkah 1

Tunggu sampai dokter atau bidan menegaskan bahwa pembukaan serviks Anda benar-benar sudah sempurna. Ini berarti serviks telah membuka sekitar 10 centimeter. Memang terkadang Anda akan merasakan sensasi seperti ingin mengejan atau seperti hendak Buang Air Besar padahal pembukaan serviks belum sempurna. Nah jika Anda mengalami hal ini, usahakan untuk tidak meng-hejankan atau menuruti sensasi itu dengan berusaha untuk tetap tenang, rileks dan berusaha menarik nafas panjang dan dalam. Karena apabila Anda mengejan sebelum pembukaan serviks sempurna yang terjadi justru akan ada pembengkakan di serviks Anda dan itu justru dapat menyulitkan dan menghalangi proses persalinan Anda nanti.

atau minimal Anda musti meluhat (pendamping bisa membantu melihat) dan memastikan bahwa anus Anda benar benar terbuka. karena ketika pembukaan lengkap dan Anda siap untuk mengejan, maka tubuh akan memberikan tanda dan sinyal yaitu ANUS anda Membuka

Anus

jadi tanpa di lakukan periksa dalam pun, jika Anus Anda sudah membuka seperti gambar di atas, maka bisa dipastikan Anda sudah mengalami pembukaan lengkap dan bayi Anda siap untuk di lahirkan

Langkah 2

Carilah posisi yang paling nyaman untuk tubuh Anda. Berbagai posisi dianggap lebih efektif daripada yang lain, seperti jongkok, duduk bukannya terbaring di tempat tidur. Posisi yang dapat Anda lakukan sangatlah beragam, tergantung pada penggunaan epidural atau fasilitas persalinan.

 

Langkah 3

Memanfaatkan kontraksi Anda ketika Anda mengejan. karena ini lebih efektif untuk mengejan selama kontraksi bukannya mengejan secara terus-menerus. Kontraksi dapat terjadi setiap lima menit bahkan tujuh menit untuk beberapa ibu dan dengan durasi antara 45 dan 90 detik. Sehingga ketika tidak ada kontraksi Anda justru bisa istirahat bahkan tertidur untuk sejenak, atau minum untuk memulihkan dan menyusun kembali energi Anda.

Langkah 4

Dorong seperti jika Anda buang air besar, Ketika usaha ini diberikan, bayi dapat ditekan jalan lahir dan keluar vagina.

Langkah 5

Bersantai di akhir kontraksi, duduk atau berbaring. Bahkan Anda juga bisa mengubah posisi Anda ketika kontraksi berakgir. Ini sangat penting untuk membantu mengoptimalkan posisi janin. Dan akan sangat membantu jika Anda memilih untuk mengambil posisi yang vertikal atau tegak karena gaya gravitasi bumi akan membantu janin lebih turun lagi ke jalan lahir. Memang akan terasa sangat susah bahkan terasa berat ketika Anda harus mengubah posisi misalnya dari posisi setengah duduk ke posisi jongkok ketika Anda berada atau bersalin di atas tempat tidur. Namun hal ini tidak berlaku bagi Anda yang emmilih untuk melahirkan di dalam air atau waterbirth karena dengan waterbirth Anda bisa bebas untuk mobilisasi dan merubah posisi selama persalina dan ini sangat membantu memperlancar proses persalinan Anda.

Langkah 6

Jika memungkinkan, mintalah bidan atau dokter Anda untuk meletakkan cermin di dekat lubang vagina saat bayi mulai crowning, atau kepala terlihat di vagina. Hal ini dapat membantu beberapa ibu berkonsentrasi untuk mengejan di daerah ini. Bahkan ini dapat membantu sang ibu untuk lebih semangat lagi ketika mengejan. Sesuai pengalaman saya di lapangan saya selalu menganjurkan ibu untuk memegang kepala bayinya ketika kepala bayi sudah terlihat di vagina, hal ini ditujukan untuk meningkatkan dan merangsang hormon oksitosin yang ada didalam tubuh ibu sehingga kontraksi akan semkin seringd an si ibu pun merasa lebih semangat dan lebih “tersambung” dengan tubuhnya.

Langkah 7

Lanjutkan untuk mengejan di setiap kontraksi sampai bayi dilahirkan. Dokter mungkin akan menyarankan dan memberi aba-aba kapan Anda harus mengejan jika Anda menggunakan epidural.

Tips dan Peringatan

– Tarik nafas dalam ketika Anda hendak mengejan. Masukan dagu Anda ke dada Anda. Ingat bahwa mengejan dapat berlangsung antara 30 menit dan beberapa jam.

– Minumlah air, bisa juga air gula atau madu atau menyelipkan es batu di antara kontraksi untuk tetap terhidrasi.

– Berpindah dan merubah posisi jika Anda merasa perlu. Beberapa ibu akan menemukan posisi yang paling nyaman bagi tubuhnya untuk mengejan-kan bayinya. Dan bisa jadi ini bukan posisi terlentagn maupun setengah duduk. Ikuti insting dan naluri serta irama tubuh Anda. Dan komunikasikan dengan bidan atau dokter sehingga mereka bisa memfasilitasinya.

– Hindari mengejan ketika pembukaan servik belum lengkap. Kontraksi bisa membuat Anda merasakan dorongan yang tak terbantahkan untuk mendorong dan mengejan, namun ketika Anda mengejan dan posisis leher rahim saat itu masih sebagian tertutup justru dapat menyebabkan leber rahim membengkak. Istirahat dan tarik nafas panjang dan dalam meskipun kontraksi anda rasakan terus.

– Anda dapat saja tidak mengejan atau tidak sengaja menghejankan janin Anda selama persalinan. Kuncinya ada di nafas dan posisi Anda. Ketika Anda dapat selalu kontrol di nafas dan rileks juga dapat mengatur posisi yang paling nyaman maka bayi Anda akan melakukan tugasnya yaitu mendorong tubuhnya untuk keluar dari jalan lahir. Karena sebenarnya ketika Anda rileks maka seluruh otot di jalan lahir akan terbuka dan melebar. Ikutilah irama tubuh Anda, dan tanpa di hejankan dengan sengaja maka tubuh Anda akan mengejan dengan sendirinya. Anda cukup rileks dan tenang.

– Dorong ata mengejanlah seolah-olah Anda mengalami buang air besar – yang terbesar dalam hidup Anda. Dan berbicara tentang buang air besar, menaruh semua konsentrasi dan fokus saat mengejan – bukan menjadi khawatir apakah Anda akan dapat mengosongkan perut Anda. Karena pada dasarnya melahirkan rasanya hampir sama dengan membuang air besar bayangkan ketika Anda mengalami obstipasi atau sembelit bebera hari dan anda henda buang air besar, semakin Anda berusaha mengejan yang terjadi feaces semakin tidak bisa keluar karena ternyata semua otot Anda tegang, namun ketika Anda berusaha untuk rileks maka proses buang air besar justru semakin lancar.

– Ketika hendak mengejan cobalah untuk fokus dan tenang, dan bagi bidan atau dokter seharusnya mendukung hal ini dengan menjaga suasana yang tenang dan privat. Bidan tidak perlu berteriak-teriak untuk memberi aba-aba kepada ibu cukup berikan sugesti positif dan ajak ibu untuk mengikuti irama tubuhnya. Memang butuh kesabaran namun ini sangat baik untuk memperlancar proses persalinan.

Posisi untuk Mengejan

Beberapa posisi yang berbeda yang dapat digunakan untuk mengejan. Dalam semua posisi, menjaga dagu Anda ke bawah untuk membantu otot perut membantu rahim anda dalam mendorong bayi Anda. Anda mungkin dapat untuk mempercepat kemajuan persalinan jika Anda mencoba posisi di mana gravitasi membantu Anda (yaitu duduk, berdiri atau jongkok). Namun, jika bayi prosesnya atau lajunya cepat, Anda mungkin dapat memperlambat peregangan perineum dengan mencoba posisi di mana gaya gravitasi netral (yaitu berbaring miring atau merangkak). Hal ini penting untuk bereksperimen mencari titik kenyamanan Anda untuk mengejan dalam posisi yang berbeda.

berikut ini beberapa video tentang proses persalinan dan Anda dapat melihat bahwa ketika seorang ibu bisa mengikuti irama tubuhnya dan memahami bayinya, dia bahkan tidak perlu mengejan saat melahirkan.

 

 

https://www.youtube.com/watch?v=LRUxqyzk9EE

 

semoga bermanfaat

Salam hangat

Bidan Kita

Referensi

WhattoExpect.com: Pushing the Baby Out

California Pacific Medical Center: Labor: Second Stage/Pushing

Ina May Gaskin. (2003). Ina May’s Guide to Childbirth

Relaksasi di antara Kontraksi pada saat bersalin

Salah satu hal yang menjadi momok bagi ibu pada saat bersalin adalah kontraksi. Padahal kontraksi sebenarnya sangat berguna bagi proses persalinan. Namun karena seringkali kontraksi yang dirasakan ibu merupakan suatu perasaan yang tidak nyaman bahkan nyeri, maka berbagai metode di kembangkan untuk mengatasi rasa nyeri pada saat terjadi kontraksi tersebut.

Salah satu yang harus dikuasai ibu pada saat bersalin adalah melakukan relaksasi disela kontraksi. Pada saat inilah perlu peran dari pendamping persalinan atau suami, biarkan ibu berbaring denagn posisi yang paling nyaman menurutnya teliti dan yakinkan bahwa posisi ibu benar-benar nyaman. Suami bisa menambahkan beberapa bantal untuk menyangga bagian tubuh ibu agar ibu merasa nyaman. Yakinkan dan anjurkan ibu untuk menutup keduamatanya karena ini membuat ibu dapat lebih berkonsentrasi dengan sensasi yang akan dia rasakan.

ditha

Tujuan utama dari latihan ini adalah membantu ibu bersalin yang memasuki kala I persalinan merasa nyaman dan aman walaupun ibu tersebut mengalami kontraksi.

Langkah-langkahnya antaralain:

1. Rilekskan seluruh tubuh anda

2. Letakkan dan rebahkan kepala anda di atas bantal dan biarkan kepala dan leher anda rileks

3. Rilekskan otot-otot di daerah wajah anda, rasakan semakin lama otot-otot di wajah anda semakin rileks

4. Perlahan-lahan rilekskan pula otot di daerah sekitar mata dan biarkan rahang anda sedikit terbuka dan lidah menempel ke langit-langit, rasakan semakin anda rileks dan rileks

5. Sekarang rilekskan otot di leher anda, bahu kanan dan kiri dan berusahalah untuk merilekskan otot-otot di lengan dampai jari-jemari tangan anda.

6. Kemudian rilekskan otot di daerah dada dan perut anda.dan pada saat anda merasakan gelombang alami dari rahim anda rasakan secara otomatis anda langsung menarik nafas panjang dan saat anda menghembuskannya rasakan perut dan pinggang anda terasa nyaman dan rileks. Dan rasakan semakin sering gelombang alami rahim anda tersebut datang, maka tubuh anda semakin rileks dan anda semakin tenang.

7. Sekarang hilangkan semua ketegangan yang anda rasakan di pinggang, paha dan betis anda. Biarkan kaki anda terletak dengan lembut dan biarkan semuanya rileks

8. Rasakan dan biarkan anda semaikn focus denagn sensasi yang anda rasakan pada saat gelombang rahim dan sugestikan dalam tubuh anda bahwa tubuh anda bekerja secara harmonis dan gelombang rahim yang anda rasakan membuat jalan lahir semakin terbuka.

9. Lakukan latihan ini berulang kali karena denagn pengulangan maka hasil dari latihan ini akan lebih maksimal.

Bagi suami pendamping persalinan ini merupakan bagian yang paling penting dalam proses persalinan untuk membantu ibu tetap nyaman. Selalu beri motivasi, dukungan dan sugesti positif saat ibu mengalami kontraksi contohnya dengan mengatakan kepada ibu rileks, rilekskan tubuhmu sayang.

Dalam metode relaksasi hypno-birthing ini, konsep persalinan yang mudah, aman dan nyaman dapat terjadi dengan cara klien di tuntun untuk menyadari kekuatan pikiran baawah sadar, karena hukum pertama dari pikiran bawah sadar adalah: Apapun yang anda pikirkan, tubuh anda dapat menciptakannya dan memberikan anda sesuai dengan apapun yang anda pikirkan.

Dalam persalinan, rasa nyeri dapat terabaikan dengan cara relaksasi dan visualisasi karena pada dasarnya manusia biasa memusatkan perhatian pada satu hal saja pada suatu waktu. Saat kita memusatkan perhatian pada satu objek atau sensasi, perasaan lain akan dikesampingkan. Seperti pernyataan sebelumnya bahwa pikiran mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap tubuh kita demikian pula halnya dalam persalinan. Maka ketika pikiran dalam keadaan tenang menerima keyakinan bahwa persalinan akan berlangsung secara alami, nyaman dan lancar, maka yang akan dialami pun seperti yang diyakini. Selama persalinan tubuh ibu hanya akan merasakan tarikan atau tekanan dari gerakan rahim saat menjalankan tugasnya membuka leher rahim dan mengeluarkan bayi secara alami, namun ibu merasakannya dengan nyaman, dan dengan kesadaran bahwa ibu benar-benar mampu memegang kendali atas tubuhnya. Oleh karena itu, Dengan melakukan relaksasi dan visualisasi maka rasa nyeri dalam persalinan dapat diminimalisasikan.

Program ini mengajarkan calon ibu untuk menyatu dengan gerak dan ritme dari tubuh yang alami saat menjalankan proses persalinan, membiarkan tubuh dan pikiran untuk bekerja dan meyakini bahwa tubuh mampu berfungsi sebagaimana seharusnya, sehingga rasa sakit menghilang. Relaksasi hypno-birthing mengajarkan calon ibu untuk menjalankan teknik relaksasi yang alami, sehingga tubuh dapat bekerja dengan seluruh saraf secara harmonis dan dengan kerja sama penuh, bukannya melawan.

Untuk melakukan relaksasi hypno-birthing yang dibutuhkan adalah ketenangan dan niat (kemantapan hati). Kondisi relaks akan memunculkan Endorphin sebagai anestesi alami yang akan menggantikan hormon pemicu rasa sakit (hormon stres). Metode relaksasi hypno-birthing ini bisa dilakukan di usia kehamilan berapa pun. Namun, umumnya sering dilakukan di usia kehamilan 7 bulan atau 2 minggu sebelum proses persalinan. Bisa dilakukan dua kali sehari di saat pagi maupun menjelang tidur malam. Tiap kali lamanya sekitar 10-15 menit.

 

Ayo semangat berlatih. dan jika Anda menginginkan proses persalinan yang nyaman ikutilah kelas relaksasi hypnobirthing di

Alamat Klinik Bidan Kita Jl Piere Tendean no 20, Sikenong, Klaten Selatan (Belakang TOSERBA LARIS)

 

Kunci Untuk Mencapai Relaksasi

0

Sesungguhnya relaksasi Hypno-birthing merupakan tehnik lama yang dahulu sering diajarkan dan dilakukan oleh orang-orang  tua kita. Dan saat ini dijelaskan dengan penjelasan ilmiah dan dilengkapi dengan berbagai riset/penelitian, sehingga dapat dilakukan secara terprogram sehingga  hasil yang diperoleh menjadi lebih optimal. Metode relaksasi Hypno-birthing merupakan salah satu tehnik swasugesti, dalam menghadapi dan menjalani kehamilan serta persiapan melahirkan sehingga para wanita hamil mampu melalui masa kehamilan dan persalinannya dengan cara yang alami, lancar, dan nyaman (tanpa rasa sakit).  Dan yang lebih penting lagi adalah untuk kesehatan jiwa dari bayi yang dikandungnya.

Metode relaksasi Hypno-birthing ini dikembangkan berdasarkan adanya keyakinan bahwa dengan persiapan melahirkan yang holistic/menyeluruh (Body, Mind and Spirit) maka di saat persalinan, wanita dan juga pendampingnya (suami), akan dapat melalui pengalaman melahirkan yang aman, nyaman, tenang dan memuaskan, jauh dari rasa takut yang menimbulkan ketegangan dan rasa sakit. Dengan kata lain, jika pikiran dan tubuh mencapai kondisi harmoni, maka alam akan bisa berfungsi dengan cara yang sama seperti pada semua mahluk lainnya Melalui latihan-latihan yang diberikan oleh bidan/dokter, wanita hamil bisa mengkondisikan tubuh dan jiwa/pikiran secara harmonis selama kehamilan hingga mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan. Dengan demikian, tercipta rasa tenang dan rasa yakin bahwa tubuhnya akan mampu berfungsi secara alami dalam proses tersebut. Sebab setelah belajar memasuki kondisi relaksasi yang dalam, wanita hamil akan mampu menetralisir rekaman negatif yang ada di alam/jiwa bawah sadarnya serta menggantinya dengan memasukkan program positif/ reprogamming

SONY DSC

Untuk mencapai kondisi relaksasi, ada dua kunci. Pertama adalah Observasi latihan ini sangatlah penting hal ini juga diajarkan kepada pendamping. Untuk melakukan observasi dengan baik, anda dapat melakukan latihan seperti dibawah ini:

  1. Atur posisi anda senyaman mungkin.
  2. Tegangkan dan kencangkan otot-otot di wajah anda sesaat (lakukan beberapa saat) dan sekarang relakskan.
  3. Sekarang tegangkan kedua bahu anda sangat kuat. Hanya rasakan ketegangan tersebut sampai anda benar-benar menyadari dan merasakan ketegangan tersebut. Setelah anda benar-benar merasakan ketegangan tersebut kemudian lepaskan dan relakskan.
  4. Kemudian tegangkan sebagian kecil dari otot di wajah anda (bisa rahang, bisa mata) rasakan sejenak kemudian relakskan.
  5. Lakukan tahapan ini beberapa kali secara berulang. Kemampuan anda untuk dapat mengobservasi otot yang tegang dan otot yang rileks sangat membantu anda untuk lebih tanggap terhadap keadaan tubuh anda
  6. Kemudian sekarang tegangkan dan kencangkan seluruh ekstremitas anda (tangan dan kaki) rasakan sesaat lalu rilekskan kembali
  7. Tegangkan sebagian kecil dari tubuh anda (contohnya dipaha) rasakan sesaat kemudian relakskan.

Tujuan dari latihan observasi diatas adalah untuk melatih ibu juga pendamping persalinan agar lebih tanggap dengan segala ketegangan yang ada di dalam tubuh dan dapat membedakan antara kondisi tubuh yang tegang dengan kondisi yang rileks. Kunci yang kedua adalah secara sadar mampu melepaskan segala ketegangan. Relaksasi hypno-birthing bukanlah sekedar seperti relaks saat anda hendak tidur. Karena pada saat anda hendak tidur biasanya anda akan naik ke tempat tidur dan menunggu sampai seluruh tubuh anda relaks dengan sendirinya. sedangkan pada saat proses persalinan anda harus mampu melakukan observasi terhadap ketegangan yang anda rasakan kemudian secara sadar melepaskan semua ketegangan tersebut. Pada saat anda berlatih, jangan mudah merasa puas tetapi lakukan latihan secara terus menerus dan dengan sungguh-sungguh terutama di trimester akhir kehamilan anda supaya anda dapat merasakan relaksasi di seluruh tubuh anda. *** Setelah melakukan relaksasi dasar, Anda dapat mengisi worksheet relaksasi:

Worksheet Relaksasi Ini adalah contoh lembaran worksheet untuk latihan relaksasi pada ibu hamil :

Ketika saya ingin bersantai, saya:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Bagian tubuh saya yang tegang adalah: ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Untuk merasakan bagian dari tubuh saya menjadi lebih santai, saya biasanya melakukan: ………………………………………………………………………….

Jenis pernapasan yang membantu saya santai adalah: …………………………………………………………………………………………………………………………………………

Kadang-kadang membantu saya untuk rileks jika saya berpikir tentang atau fokus pada: ………………………………………………………………………………..

Ayo semangat berlatih. dan jika Anda menginginkan proses persalinan yang nyaman ikutilah kelas relaksasi hypnobirthing

di Klinik Bidan Kita

Jl Piere Tendean no 20, Sikenong, KLATEN (Belakang TOSERBA LARIS)

Salam hangat

 

Relaksasi dasar pencapaian harmonisasi tubuh dan pikiran

0

 

SONY DSC

Bayangkan Anda bersalin tanpa rasa takut!

Bayangkan anda dan janin anda bekerja sama secara harmoni, damai dan tenang

suara pendamping anda membuat anda lebih tenang dan yakin bahwa anda bisa melampaui semua proses ini dengan nyaman.

Hypno- birthing adalah cara sederhana dan mudah untuk menciptakan proses persalinan yang nyaman dan mampu menciptakan harmonisasi hormone-hormon di dalam tubuh yang memungkinkan otot-otot untuk rileks begitu dalam sehingga proses persalinan berlangsung nyaman dan lancar.

Relaksasi adalah teknik untuk mencapai kondisi rileks. Metode relaksasi hypno-birthing akan sangat bemanfaat bagi mereka selama proses melahirkan. Pada saat ibu hamil beristirahat dalam keadaan duduk atau terbaring rileks, otot-otot dinding perut dan rahim juga dalam keadaan rileks. Ini akan meningkatkan aliran darah ke rahim dan meningkatkan jumlah oksigen dan zat-zat gizi yang dibutuhkan bayi. Selain itu, akan memberikan bayi lebih banyak ruang gerak. Umumnya bayi akan mengetahui hal ini dan menyukainya.

Menurut penelitian, wanita yang mengikuti kelas relaksasi sebelum dan selama hamil, mengalami lebih sedikit komplikasi dan lebih kecil risikonya melahirkan bayi dengan berat badan rendah dibandingkan dengan ibu yang tidak terbiasa relaksasi secara teratur selama kehamilannya relaksasi adalah suatu kondisi istirahatnya jiwa raga. Untuk mengetahui apakah calon ibu sudah relaks atau belum, salah satunya dapat menggunakan pemeriksaan EEG (Electro Ensepahalo Grafi). Dalam pemeriksaan tersebut akan terlihat perbedaan irama otak pada saat otak bekerja (kondisi beta) di atas 12 Hz perdetik, sedangkan otak pada saat istirahat (kondisi alfa) 8-12 Hz perdetik.

Berikut ini Tahapan Relaksasi yang dapat dilakukan:

1. Siapkan ruangan yang tenang dan nyaman dengan lampu redup, putar gunakan musik yang tenang.

2. Relaksasi otot.

Otot adalah bagian yang paling luas di tubuh manusia dan banyak digunakan untuk beraktivitas. Pada saat kita berpikir, yang seharusnya menggunakan kemampuan otak saja, otot juga ikut berpikir alias mengalami ketegangan. Awalnya rasakan ketegangan otot mulai dari telapak kaki sampai ke wajah. Rasakan beberapa saat kemudian lepaskan ketegangan sambil mengendurkan seluruh otot, mulai dari wajah sampai telapak kaki.

3. Tahap kedua adalah relaksasi napas.

Perhatikan napas yang keluar masuk lewat hidung, napas yang rileks adalah napas perut, perlahan-lahan dan dalam sambil diniatkan setiap embusan napas membuat diri saya semakin tenang.

4. Relaksasi pikiran.

Pikiran perlu dilatih agar dapat mencapai ketenangan. Sarana yang digunakan adalah indra mata. Pada saat berbaring, pandang/fokus pada satu titik terus-menerus. Terasa kelopak mata semakin santai, mulai berkedip, dan biarkan kedua mata terpejam. Nikmati santainya jiwa dan raga.

5. Setelah mencapai kondisi rileks yang dalam, lakukan swasugesti (subconcous reprogramming) atau dalam bahasa sederhana masukkan niat atau program positif. Beberapa yang diingat dalam menanamkan program positif adalah:

  • Selalu menggunakan kata-kata positif. Contohnya, kalau ingin sehat katakan “sehat” bukan “tidak sakit”
  • Programkan mulat saat ini dan seterusnya.
  • Lakukan secara persisten.

Untuk Ibu hamil dalam keadaan santai yang dalam, masukkan niat atau program positif yang terekam di jiwa bawah sadar/disket dan terealisasi dalam kehidupan kita. Contoh program positif: “Mulai sekarang dan selanjutnya semakin tenang dalam menghadapi kehidupan, terutama dalam menghadapi persalinan, persalinan yang alami, nyaman, dan lancar.” Inilah teknik relaksasi hypno-birthing..

Teknik pernapasan perlahan dan pernapasan tidur yang diajarkan membantu memunculkan insting alami, membiarkan tubuhnya dan tubuh si bayi yang mengontrol persalinan, sementara dia memasuki kondisi rileks yang semakin dalam.

Latihan Relaksasi

a. Langkah Persiapan Perhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Pilih waktu untuk rileks jika tidak ingin mendapat gangguan. Untuk sementara matikan handphone dan buatlah anda berada pada suasana yang tenang tanpa gangguan.
  2. Lakukan pada waktu yang sama setiap hari dengan disiplin.
  3. Pilih tempat berlatih yang lampunya bisa dikecilkan/diredupkan: jadikan tempat itu untuk berlatih setiap hari.
  4. Pastikan kandung kemih kosong.
  5. Kenakan baju yang longgar dan nyaman.
  6. Pasang kaset musik relaksasi atau musik instrumentalia yang dapat membantu tubuh untuk lebih mudah rileks.

b. Memilih Posisi Relaksasi

Setelah proses persiapan, selanjutnya calon ibu perlu memilih sendiri posisi yang dirasakan paling nyaman saat relaksasi. Mengenai caranya, calon ibu tidak perlu risau karena tubuh akan memilih sendiri posisi itu jika calon ibu melakukan relaksasi. Pada dasarnya ada dua macam posisi yang dapat dipilih, yaitu posisi terlentang (namun posisi ini tidak dianjurkan jika ibu sudah memasuki trimester ketiga) dan posisi lateral (miring).

c. Mencapai Relaksasi Wajah

Mencapai relaksasi wajah yang dalam sangat penting karena akan membuat bagian lain tubuh lebih mudah mengikuti. Setelah menguasai seni relaksasi wajah, rahang akan benar-benar rileks, dengan rahang bawah sedikit mundur. Calon ibu akan dapat memasuki kondisi rileks yang alami dengan cepat.

Cara melakukan relaksasi wajah:

Biarkan kedua kelopak mata pelan-pelan menutup. Jangan dipaksa, tetapi biarkan menutup sendiri perlahan. Fokuskan diri pada otot-otot di dalam dan di sekitar mata. Begitu terasa otot-otot mata melemas secara alami, rasakan rileks mengalir dari kedua kening, turun ke kelopak mata, ke tulang pipi, dan sekeliling rahang. Biarkan rahang bawah sedikit mundur, sehingga gigi atas dan gigi bawah terpisah.

Kelopak mata akan terasa lebih berat ketika pipi dan rahang lemas. Bawa rileks dalam mata ke dalam kadar di mana seolah-olah kelopak mata tak dapat bergerak lagi. Rasakan kepala menekan bantal. Ketika mempraktikkan teknik ini, calon ibu akan merasakan leher, bahu, dan siku turun. Bayangkan bahu terbuka ke luar dan kedua tangan tergantung lemas dari siku.

Latihan relaksasi hendaknya dilakukan setiap hari sehingga ibu dapat dengan mudah mencapai kondisi relaks saat menghadapi persalina terutama saat menghadapi kontraksi ataupun ketidaknyamanan pada saat kala I persalinan. Cara mudah atau cara praktis metode ini yang dapat dilatih setiap hari adalah :

  • Aturlah dan posisikan tubuh senyaman mungkin, apakah dengan duduk, setengah duduk, berbaring telentang atau miring. Jika berbaring sebaiknya dengan posisi menyamping ke kiri. Posisi ini dapat memperbaiki aliran darah dan O2 ke rahim atau plasenta terutama pada ibu dengan kehamilan > 36 minggu. Karena dengan posisi miring ke kiri dapat menghindari penekanan vena cava inferior oleh janin.
  • Kondisikan seluruh tubuh dalam keadaan relaks. Pejamkan mata perlahan-lahan dan mulai bernapas dalam-dalam melalui hidung secara perlahan dan teratur. Kendurkan otot-otot seluruh tubuh dan istirahatkan pikiran. Berkonsentrasilah pada niat untuk melakukan relaksasi hypno-birthing
  • Bayangkan dan niatkan proses persalinan yang menyenangkan dan membahagiakan. Proses bersalin yang lancar serta bayi mungil yang sehat dan lucu.
  • Setelah kondisi relaks, tanamkan sugesti dan niat positif ke alam bawah sadar. contohnya, Aku BISA melahirkan secara alami, lancar dan normal, Bayiku sehat, tubuhku sehat, persalinanku lancar dan nyaman, bayikupun lahir dengan sehat dan selamat dan lain sebagainya. Untuk masuk ke dalam alam bawah sadar ada juga yang menggunakan ideomotorik yaitu gerak tangan secara alami dan otomatis. Cara ini bisa membuat waktu relaks jadi lebih panjang. Tapi, ada juga yang tidak menggunakan gerakan ideomotorik, hanya diam seperti orang meditasi.
  • Saat hendak selesai, biarkan otot-otot semakin relaks dengan menghirup napas panjang dan buang napas perlahan lewat hidung. Kembali ke kondisi normal dan siap melakukan kegiatan atau tidur.
  • Pada saat bersalin; tetaplah tenang, bernapaslah secara teratur, selaraskan energi dengan datangnya kontraksi sehingga tenaga tidak terbuang percuma.

 

Ayo semangat berlatih. dan jika Anda menginginkan proses persalinan yang nyaman ikutilah kelas relaksasi hypnobirthing di

Bidan KIta

Alamat Klinik Bidan Kita Jl Piere Tendean no 20, Sikenong, Klaten Selatan, KLATEN

VBAC (Vaginal Birth After Caesarea) Bersalin normal pervagina setelah Operasi Sesar Sebelumnya”

IMG_5962

Definisi

Jika Anda telah melahirkan dengan operasi sesar, Anda mungkin memiliki pilihan dengan kehamilan Anda berikutnya yaitu- SC (Sectip Caesarea) Ulang atau upaya melahirkan melalui vagina setelah caesar (VBAC).

 




Tahun lalu,setelah orang bersalin melalui SC maka pupus sudah harapan mereka untuk dapat melahirkan lagi dengan normal melalui vagina. karena mitosnya adalah “sekali SC tetap SC lagi”. Namun hari ini, hal tersebut berubah dan perubahan besar tersebut terjadi berkat perubahan dalam teknik bedah, sehingga VBAC sangatlah mungkin dilakukan dalam banyak kasus. Bahkan, 60 sampai 80 persen diperkirakan perempuan yang mencoba VBAC berakhir dengan sukses. Namun demikian, banyak rumah sakit yang tidak menawarkan bahkan tidak melayani VBAC karena mereka tidak memiliki staf atau sumber daya untuk menangani SC darurat.

 

Jika Anda telah mengalami kelahiran sesar, Anda tidak sendirian. Karena saat ini kejadian operasi SC sangat meningkat. Dan Jika Anda ingin mencoba persalinan vaginal kali ini, Anda akan senang setelah mengetahui bahwa 90% dari perempuan yang telah mengalami kelahiran sesar sebelumnya adalah kandidat untuk VBAC. Dalam kebanyakan studi yang diterbitkan, 60-80% atau 3 sampai 4 dari 5 wanita yang sebelumnya mengalami kelahiran sesar berhasil bisa melahirkan melalui vagina. Setelah membaca informasi di bawah ini dan berdiskusi dengan penyedia layanan kesehatan Anda, Anda akan dapat membuat keputusan tentang apakah VBAC dapat menjadi pilihan bagi Anda kali ini.

Seorang Perempuan memilih VBAC karena berbagai alasan, termasuk:

1. Komplikasi lebih sedikit. kejadian infeksi dan kehilangan darah yang serius dengan VBAC yang sukses lebih sedikit apabila dibandingkan dengan mengulang SC. Namun Jika VBAC gagal, bagaimanapun, juga bayi harus di lahirkan melalui SC- yang membawa risiko infeksi lebih tinggi dari pada SC ulang yang direncanakan.

2. Waktu pemulihan lebih pendek. Anda akan tinggal di rumah sakit lebih pendek setelah VBAC dari pada Anda mengulang SC. Menghindari operasi akan membantu energi Anda dan stamina kembali lebih cepat, serta mengurangi beban biaya melahirkan.

3. Partisipasi yang lebih dalam kelahiran. Bagi beberapa wanita, sangat penting untuk mengalami persalinan vagina. Jika Anda memiliki VBAC yang berhasil, Anda mungkin bisa segera memegang dan menyusui bayi Anda lebih cepat daripada Anda mengulang SC.

4. Dampak pada kehamilan berikutnya. Jika Anda merencanakan sebuah keluarga besar, VBAC mungkin pilihan yang lebih baik dengan setiap persalinan berikutnya. SC yang berulang dapat menjadi lebih rumit, sementara VBAC yang di ulangi cenderung menjadi semakin mudah.

5. Kemungkinan dari VBAC sukses adalah lebih tinggi jika: Anda hanya memiliki satu luka parut melintang rendah sebelum nya. Atau horizontal /transversal (mendatar/melintang) dan Anda juga bayi Anda sehat dan kehamilan Anda berjalan dengan normal

Kemungkinan sukses VBAC akan lebih rendah jika:

1. Kehamilan Anda berlanjut melebihi HPL

2. Anda memiliki bayi yang luar biasa besar

3. Anda punya dua atau lebih SC dan belum pernah mengalami persalinan melalui vagina

4. Anda mengalami obesitas

Dan Anda bukan calon VBAC jika Anda memiliki ruptur uterus selama kehamilan sebelumnya atau kondisi kesehatan apapun yang mungkin mempengaruhi persalinan vagina. Demikian pula, VBAC ini tidak dianjurkan jika Anda sudah mempunyai sayatan klasik  yaitu jenis sayatan uterus yang paling mungkin untuk pecah selama persalinan. VBAC mungkin dapat dilakukan dengan bayi kembar jika presentasinya kepala , tapi biasanya VBAC bukanlah pilihan untuk kembar tiga atau kelipatan lainnya.

Resiko

VBAC berpotensi menimbulkan risiko yang serius, termasuk:

1. Gagal usaha melahirkan per vagina sehingga mau tdak mau harus mengulangi SC. Dan ini terjadi pada 20 sampai 40 persen wanita yang mencoba VBAC, sering karena bayi tidak mentolerir kontraksi persalinan atau bisa juga si ibu tidak bisa tenang dan mengontrol tubuhnya. biasanya ini terjadi karena minimnya latihan dan minimnya pengetahuan sang ibu

2. Infeksi rahim akan lebih tinggi terjadi jika Anda gagal VBAC dan harus SC ulang. Dan resiko ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan SC ulang yang direncanakan.

3. Ruptur uterus. kejadian ini sangat Jarang, rahim bisa robek terbuka sepanjang garis bekas luka dari bedah Cesar sebelumnya. Jika rahim Anda pecah – baik sebelum atau selama persalinan – maka SC darurat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk kehilangan darah, infeksi dan kerusakan otak untuk bayi. Dalam beberapa kasus, rahim mungkin perlu diangkat (histerektomi) untuk menghentikan perdarahan. Jika rahim Anda diangkat, Anda tidak akan bisa hamil lagi.

4. Untuk beberapa perempuan, masalah dasar panggul juga menjadi perhatian. Berat dan tekanan dari kehamilan dapat melemahkan otot-otot dasar panggul yang mendukung rahim, dan pengiriman vagina dapat meregangkan otot-otot dasar panggul lebih jauh. Hal ini dapat menyebabkan inkontinensia sementara.

VBAC dan Risiko Pecahnya Uterine:

Perhatian terbesar bagi wanita yang memiliki sesar sebelumnya adalah risiko ruptur uterus selama persalinan normal per vagina. Namun, menurut American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG), jika Anda memiliki sesar sebelumnya dengan insisi transversal rendah, risiko ruptur uterus pada persalinan vagina adalah 0,2-1,5%, yaitu sekitar 1 di banding 500 orang.

Beberapa penelitian telah mendokumentasikan tingkat peningkatan pecahnya rahim pada wanita yang mendapatkan induksi persalinan atau augmentasi. Bahkan baru-baru ini, ACOG menyatakan bahwa VBAC lebih aman daripada bedah caesar yang berulang dan VBAC dengan lebih dari satu sesar sebelumnya tidak menimbulkan peningkatan risiko pecahnya rahim.

Jika Anda di berikan beberapa alasan untuk melakukan SC ulang daripada VBAC, Anda mungkin dapat mendiskusikan beberapa hasil penelitian berikut ini dengan penyedia layanan kesehatan Anda:

1. Distosia: Distosia mengacu pada persalinan yang lama dan sulit karena dilatasi serviks yang lambat, panggul kecil, atau bayi besar. Banyak wanita yang diberi alasan untuk tidak bisa melahirkan normal setelah sebelumnya bedah caesar karena akan melahirkan bayi lebih besar dari yang pertama! ACOG menyatakan bahwa efek [atau kesulitan] persalinan dengan bayi lebih dari 3.5 kg belum diperkuat.

2. Tidak ada bukti bahwa bayi besar memerlukan bedah caesar. Panggul dan kepala bayi tidak sebuah struktur yang kaku. kedua bisa saling berubah bentuk untuk memungkinkan kelahiran normal. Kepala punya kemampuan untuk melakukan moulase di tulang tengkoraknya sehingga memungkinkan volume kepala menjadi lebih kecil. Dan Selama persalinan ada posisi tertentu yang dapat digunakan untuk membantu membuka panggul, sehingga memungkinkan bayi untuk bergerak melewatinyai. Misalnya, berjongkok membuka outlet panggul sebesar 30%.

3. Herpes Genital: Selama bertahun-tahun, wanita dengan riwayat herpes hampir selalu di haruskan melahirkan secara sesar, karena risiko penularan herpes pada bayi saat persalinan. Dokter akan melakukan menjadwalkan SC di minggu-minggu terakhir kehamilan apalagi jika virus itu aktif. Sekarang ACOG telah menetapkan dan merekomendasikan bahwa kecuali ada lesi terlihat pada saat kelahiran, maka persalinan per vagina dapat dilakukan.

4. Distress janin: ketika tiba saatnya melahirkan, yang terpenting adalah keselamatan ibu dan bayi. Jika bayi berada dalam kesulitan maka operasi sesar dapat menyelamatkan hidup. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, 9% dari kelahiran sesar pada tahun 2010 adalah karena gawat janin. Pemantauan detak jantung janin dapat menjadi bagian rutin dari prosedur VBAC, yang membantu mendeteksi gawat janin.

Apa kriteria yang harus dipenuhi untuk dipertimbangkan untuk bisa VBAC?

1. Tidak lebih dari 2 kali persalinan SC dengan sayatan transversal rendah, walaupun di beberapa orang berhasil melahirkan normal setelah 3 kali SC, namun pasti persiapannya luar biasa dan melalui banyak pertimbangan.

2. Tidak ada bekas luka rahim tambahan, anomali atau pecah rahim sebelumnya.

3. Penyedia layanan kesehatan Anda harus siap untuk memonitor persalinan dan melakukan atau merujuk untuk SC jika diperlukan.

4. Lokasi kelahiran Anda harus memiliki tenaga/DSOG yang tersedia pada akhir pekan dan malam hari dalam kasus bedah caesar darurat jika diperlukan.

Kriteria apa yang lain yang membuat saya menjadi calon VBAC yang baik?

Jika alasan asli untuk kelahiran sesar tidak diulang dengan kehamilan ini. Artinya Anda tidak memiliki masalah medis utama:

1. Berat Badan Bayi dalam ukuran normal

2. Bayi dengan presentasi kepala

Dalam situasi apa VBAC tidak direkomendasikan?

1. Jika Anda sedang hamil dengan kembar

2. Jika Anda memiliki diabetes

3. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi

Bagaimana Anda mempersiapkan untuk VBAC?

Jika Anda memilih VBAC, meningkatkan peluang Anda untuk pengalaman positif maka beberapa hal yang harus Anda lakukan antara lain:

1. Pelajari tentang VBAC. Ambil kelas persiapan melahirkan khusus untuk VBAC. Sertakan pasangan Anda atau orang lain /pendamping, jika mungkin. Bahas keprihatinan dan harapan Anda dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Pastikan ia memiliki sejarah lengkap kesehatan Anda, termasuk catatan SC sebelumnya C-section dan prosedur atau intervensi lainnya.

2. Biarkan persalinan berlangsung sealami mungkin. Hindari induksi karena ini akan emningkatkan resiko pecahnya rahim

3. Upayakan fisik Anda selama kehamilan : Yoga, senam hamil. Tai chi, renang bisa menjadi pilihan untuk menyiapkan tubuh Anda sukses VBAC

4. Belajar dan disiplin berlatih tehnik nafas dan relaksasi hypnobirthing bisa menjadi solusi supaya Anda tetap tenang dan terkendali selama proses persalinan. Selain itu ini juga bisa membantu memperpendek lama persalinan Anda

5. Tetap siapkan plan A, plan B bahkan plan C. Artinya Anda harus siapkan fisik dan mental apabila ternyata memang harus SC mendadak (misalnya ternyata Anda mengalai pre eklamsia, kegagalan kemajuan persalinan, maupun gawat janin)

6. Penting untuk merawat diri. Makan makanan yang sehat, termasuk aktivitas fisik dalam rutinitas harian Anda – dengan kesehatan OK – dan cukup istirahat. akan membantu Anda mempersiapkan persalinan per vagina, serta tuntutan merawat bayi yang baru lahir.

Referensi:

  1. ACOG Practice Bulletin, No. 5, July 1999
  2. ACOG, Midwifery Today, Winter No 36, page 47.
  3. Levine EM, Ghai V, Barton JJ, Strom CM. Mode of delivery and risk of respiratory diseases in newborns. Obstet Gynecol 2001;97(3):439-42.
  4. International Cesarean Awareness Network,

Semoga bermanfaat

Salam hangat

Bidan Kita

Home Birth VS Hospital Birth

0

28104_1302802333564_1335640167_30725128_3367630_n

Jika Anda di hadapkan dalam satu pilihan tentang tempat melahirkan….kira kira Antara Melahirkan di Rumah Anda Sendiri dengan Melahirkan di Rumah Sakit , Anda akan memilih mana hayo?

Tolong Jawab dengan jujur………………………………………………………………………………………

dan coba dech tuliskan apa alasannya?:

– Mengapa Anda memilih melahirkan di Rumah Anda sendiri

atau

– Mengapa Anda memilih melahirkan di Rumah Sakit

 

Silahkan jawab…karena tidak ada jawaban yang salah kok, karena semua adalah “Free Will , Free Choice” anda.

Namun…saat ini Saya ingin mengajak Anda untuk semakin banyak belajar dan  memberdayakan diri.

Nah coba kita ketahui satu-satu apa keunggulan dan kelemahannya

Melahirkan di Rumah Sakit (Hospital Birth)

Positif

  • Ketersediaan teknologi terbaru untuk membantu dalam proses kelahiran
  • RS lebih banyak intervensi /”managemen aktif persalinan” daripada menghormati dan dengan sabar menunggu proses kelahiran berjalan dengan alami. Proses kelahiran diatur dan dikelola dari awal sampai akhir menggunakan teknologi terbaru
  • Ketersediaan berbagai anestesi
  • Tingkat yang lebih tinggi dari pemantauan janin elektronik dikaitkan dengan tingkat yang lebih tinggi dari kejadian forceps, episiotomi, dan SC
  • Ketersediaan tenaga medis yang terlatih
  • Dokter dan rumah sakit bertanggung jawab untuk melahirkan yang aman
  • Ketersediaan asuransi
  • Pembatasan kebebasan untuk makan dan minum (apalagi di ruang bersalin, seringkali Anda tidak diijinkan membawa makanan atau minuman), pindah ke posisi yang nyaman, dan berada dalam kontrol (sangat di atur)
  • Beberapa Rumah Sakit bersedia mengurus akte kelahiran

Negatif

  • Lingkungan rumah sakit umumnya menghasilkan lebih banyak kecemasan yang mengganggu proses persalinan
  • Banyak rumah sakit tidak mengijinkan bidan yang menolong persalinan sehingga seringkali pasien harus menahan sekuat tenaga untuk tidak mengejan (padahal sudah pembukaan lengkap) namun harus menunggu dokter hanya karena SOP.
  • Tanpa asuransi, biaya dokter dan rumah sakit sangat mahal
  • Profesional medis jarang percaya evaluasi sendiri kondisi ibu dan mengandalkan sepenuhnya pada teknologi untuk membantu membuat keputusan
  • Lingkungan RS steril, dingin, tdk menarik
  • Kontinuitas dari pengalaman melahirkan terputus ketika ibu harus pindah ke ruang bersalin
  • Spiritualitas pada proses persalinan bukanlah prioritas
  • Profesional medis terlatih dalam cara untuk mengidentifikasi dan mengobati kelainan, bukan bagaimana mengenali dan memfasilitasi kelahiran normal.
  • Banyak tes dan prosedur yang dilakukan untuk menghindari malpraktik, bukan karena Anda benar-benar membutuhkan tes dan prosedur tersebut
  • Beberapa rumah sakit tidak akan membiarkan anak-anak untuk hadir selama persalinan
  • Ibu dan bayi sering dipisahkan setelah kelahiran untuk jangka waktu 2 sampai 12 jam bahkan ada yang lebih
  • Rumah Sakit banyak mengandung berbagai jenis kuman berbahaya dan ini tidak terjadi di lingkungan rumah (karena di RS hampir semua orang dengan berbagai kasus penyakit berada disana, tentunya tingkat infeksi nosokomial lebih tinggi)
  • Air gula atau formula sering diberikan kepada bayi di kamar bayi baru lahir bahkan jika orang tua meminta agar bayi diberikan ASI saja.
  • jarang sekali bayi dan ibu dilakukan IMD dan kulit-ke-kulit sebagai kontak pertama segera setelah lahir

Melahirkan di Rumah (Home Birth)

Positif

  • Lebih banyak pilihan dalam asuhan persalinan dengan bidan dan dokter
  • Tidak semua perusahaan asuransi membayar biaya melahirkan di rumah
  • Spiritualitas dari pengalaman melahirkan menjadi prioritas
  • pembuatan untuk akte kelahiran adalah tanggungjawab orangtua, meskipun beberapa bidan melakukan hal ini
  • Pada Homebirth jumlah kejadian episiotomy dan SC lebih sedikit. karena ritme alami tubuh dihormati, prosedur ini sering dilakukan karena kurangnya kesabaran dari pengasuh/bidan/pendamping
  • Komplikasi dapat terjadi jika perawat/bidan tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat
  • Penapisan dan persiapan bisa dilakukan diawal saat ANC sehingga proses persalinan jarang terjadi komplikasi karena yang bisa dilakukan Homebirth hanyalah ibu dengan resiko rendah
  • Dalam keadaan darurat, mungkin ada keterlambatan dalam menerima perawatan rumah sakit
  • Tanggung jawab untuk kelahiran yang aman terletak dengan orang tua
  • Harus memerlukan/menyiapkan transportasi untuk mengatasi jika terjadi masalah yang emergency
  • Anda lebih bebas untuk melakukan sesuatu yang Anda rasa nyaman dan menguntungkan
  • Tidak melibatkan biaya rumah sakit, dan biaya bidan biasanya jauh lebih rendah dari dokter
  • Lingkungan aman, hangat, dan mengundang, membuat relaksasi dan persalinan lebih mudah.
  • Ibu dan bayi telah mengembangkan antibodi terhadap setiap kuman yang ditemukan di rumah, sehingga mereka (bakteri) hanya menimbulkan ancaman kecil untuk ibu dan anak
  • Ibu bisa makan, minum, dan bergerak bebas sesuai dengan pilihannya
  • Pengalaman melahirkan bayi dapat ditingkatkan melalui menurunkan tingkat kebisingan, menurunkan pencahayaan, dan melahirkan di air jika diinginkan
  • Anak-anak dapat hadir dan mendampingi pada saat kelahiran jika diinginkan
  • Tidak ada pemisahan ibu dari bayi
  • Ayah atau pasangan dapat memiliki peran aktif seperti yang ia inginkan dalam kelahiran, bahkan dapat “menangkap” bayi
  • Ibu bisa melahirkan tanpa bantuan sama sekali jika dia memilih untuk itu. Asal disiapkan sungguh-sungguh

Negatif

  • Kesterilah tidak bisa seperti di RS
  • ketika ada komplikasi, dan butuh penanganan yang lebih lanjut, maka harus di bawa atau di rujuk ke RS

 

Nah Anda pilih mana?

Free will Free choice hanya pesan saya..siapkan body, mind, soul Anda..siapkan Birth plan juga.

Semoga bermanfaat

Salam Hangat

Yesie