Bagaimana Cara Meningkatkan Kesuburan?

Kita seringkali mendengar kasus kehamilan diluar nikah atau kehamilan yang tidak direncanakan yang akhirnya membuat kita berfikir bahwa kita dapat langsung hamil dengan mudah apabila kita berhubungan seksual dengan pasangan kita. Namun, kenyataannya tidak semudah itu karena kehamilan memerlukan waktu. Sebagai gambaran, perempuan sehat berumur 30 tahun hanya memiliki peluang sebanyak 20% setiap bulannya untuk hamil, jadi sangat normal apabila Anda memerlukan waktu beberapa bulan atau bahkan lebih lama untuk dapat hamil.

Apabila Anda dan pasangan Anda mulai berencana untuk memiliki anak, Anda pastinya sudah memikirkan tentang kesuburan Anda dan cara untuk meningkatkanya. Nah, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda dan pasangan Anda lakukan untuk meningkatkan kesuburan Anda dan pasangan Anda.

  • Konsumsi makanan yang sehat

Walaupun tidak ada makanan yang spesifik didesain untuk meningkatkan kesuburan, tapi mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil. Pastikan bahwa keperluan nutrisi Anda seperti potrein, zat besi, zinc, vitamin C, vitamin D, dan lemak Anda terpenuhi. Kurangnya salah satu nutrisi tersebut dapat dikaitkan dengan siklus menstruasi yang bertambah panjang sehingga ovulasi Anda tidak berlangsung sebanyak semestinya, membuat Anda lebih susah untuk hamil. Selain itu, walaupun lemak sangat penting bagi tubuh Anda, tetapi hindarilah konsumsi lemak trans atau lemak yang seringkali dijumpai di makanan olahan. Lemak tipe ini dapat menjadi bahaya karena merupakan bentuk dari lemak jenuh. Lemak tipe ini sering kali diasosiasikan dengan masalah ovulasi dan ketidaksuburan. Untuk lemak, cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti lemak dalam sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan beberapa jenis ikan seperti salmon.

Selain mengkonsumsi makanan yang sehat, cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan. Untuk laki-laki, konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan dapat membantu meningkatkan kualitas sperma. Selain itu, studi menunjukkan bahwa antioksidan dapat meningkatkan kesuburan baik bagi Anda maupun pasangan Anda. Ada banyak jenis antioksidan, namun berikut ini adalah beberapa yang telah diteliti untuk potensinya meningkatkan kesehatan sperma:

– Asam folat: hati sapi, sayuran berdaun hijau, buah buahan, dan kacang polong.

– Lycopene : tomat, aprikot, dan semangka.

– Selenium : kacang Brazil, ayam, sapi, dan kalkun.

– Vitamin C : sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, kiwi, dan paprika merah

– Vitamin E : sayuran berdaun hijau, kacang dan biji-bijian, dan minyak zaitun.

– Zinc : tiram, kepiting, daging merah, unggas, dan kacang-kacangan.

  • Hindari kafein dan alkohol

Penelitian telah mengaitkan konsumsi alkohol berlebihan dengan menurunnya kemampuan untuk hamil. Hal ini karena alkohol dapat mempengaruhi tingkat hormon esterogen yangmana dapat mengganggu penanaman sel telur. Selain alkohol, apabila Anda sedang mencoba untuk hamil, cobalah untuk mengurangi konsumsi kafein. Kafein dikaitkan dengan waktu pembuahan yang lebih lama dan resiko keguguran yang lebih besar. Apabila Anda masih ingin mengkonsumsi kopi atau teh, batasi konsumsi Anda sampai maksimal 200 mg per hari (200-400 ml kopi). Hal ini juga berlaku untuk pasangan Anda.

  • Hindari rokok

Kita selama ini diajarkan bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan, dan pengetahuan ini juga berlaku apabila Anda sedang mencoba untuk hamil. Racun yang dihasilkan oleh rokok tidak hanya merusak sel telur Anda dan mengganggu proses kesuburan dan pembuahan, tetapi juga membuat indung telur Anda menua. Hal ini berarti indung telur seorang wanita perokok berumur 35 tahun berfungsi sama dengan wanita berumur 42 tahun yangmana sudah tidak begitu subur. Masalah kesuburan ini juga dapat Anda dapatkan bahkan apabila Anda merupakan perokok pasif (pasangan Anda merokok). Untuk pasangan Anda, merokok dapat mengurangi kuantitas sperma dan mengurangi kemampuan sperma untuk berenang. Selain itu, merokok juga dapat mempengaruhi bentuk sperma.

  • Dingin

Untuk pasangan Anda, cobalah untuk menghindari suhu yang panas. Penelitian menunjukkan bahwa suhu yang tinggi dapat merusak sperma. Alat reproduksi laki-laki terletak diluar tubuh karena mereka harus berada di suhu yang lebih rendah dari 37° celcius (suhu normal manusia). Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan pasangan Anda untuk menghindari kerusakan sperma akibat suhu yang terlalu tinggi:

– Hindari berendam air panas, terutama dalam waktu yang lama karena dapat meningkatkan temperatur skrotum.

– Hindari duduk dalam waktu yang lama. Duduk dalam waktu yang lama telah dikaitkan dengan menurunnya kesehatan sperma. Apabila pekerjaan pasangan Anda mengharuskannya untuk terus duduk, ingatkanlah untuk berdiri dan berjalan ke sekitar setiap beberapa jam. Selain menghindari kerusakan sperma, dengan berdiri dan berjalan, bahkan sekedar berjalan untuk mengisi ulang botol minum atau mengobrol dengan rekan kerja di sebrang ruangan sangatlah bagus untuk kesehatan, baik fisik maupun mental.

– Hindari menaruh laptop di paha. Panas yang dihasilkan oleh kedua kaki pasangan Anda yang merapat untuk menjaga keseimbangan laptop diatasnya dan panas komputer dapat meningkatkan temperatur scrotum.