Faktor risiko

  • hipertensi yang sudah ada sebelumnya
  • nulliparity
  • usia ibu <20 tahun,> 35 tahun
  • diabetes
  • penyakit ginjal kronis
  • gangguan autoimun
  • Biasanya terjadi dari usia kehamilan 20 minggu hingga 6 minggu pascapersalinan
  • jika gejalanya terjadi sebelum 20 minggu pikirkan kehamilan molar

 

Gejala

panduan-audio-hypnofertility-ads
  • sakit kepala
  • penglihatan kabur
  • sakit perut
  • pertambahan berat badan (retensi air)
  • Pemeriksaan fisik
  • hipertensi
  • preeklamsia ringan => 140/90
  • preeklampsia berat => 160/110
  • edema wajah dan ekstremitas
  • mentasi yang diubah
  • hiperrefleksia

Sindrom HELLP adalah gangguan organ hati dan darah yang terjadi pada kehamilan. Sindrom ini sering dikaitkan dengan preeklampsia. Sindrom HELLP dapat mengancam nyawa dan biasanya terjadi setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu.

Sindrom HELLP merupakan singkatan dari Hemolisis (H) yaitu kerusakan sel darah merah, Elevated liver enzyms (EL) yaitu peningkatan produksi enzim hati akibat gangguan pada sel hati dan Low Platelet (LP) yaitu jumlah platelet atau trombosit yang terlalu rendah, sehingga mengganggu proses pembekuan darah.

 

Kenali Gejala yang Beragam

Faktor risiko ibu hamil mengalami sindrom HELLP, yaitu berusia diatas 34 tahun, hamil bayi kembar, atau memiliki keluarga yang pernah mengalami sindrom HELLP.

Terlebih jika ibu hamil menderita kondisi medis tertentu seperti obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal atau ada masalah dengan pengentalan darah. Selain itu, 1 dari 10 ibu hamil yang mengalami preeklampsia memiliki kemungkinan terkena Sindrom HELLP.

Gejala dari sindrom HELLP terbilang beragam pada tiap orang dan tidak terlalu spesifik, sehingga terkadang sulit dilakukan diagnosa. Gejala yang dapat timbul seperti:

  • rasa lelah,
  • sakit kepala,
  • sakit perut terutama ulu hati atau bagian kanan atas,
  • mual, muntah selama kehamilan.

Beberapa gejala lain dari sindrom HELLP termasuk pembengkakan di tangan, tungkai, atau wajah, kenaikan berat badan yang berlebihan dan tiba-tiba, perdarahan spontan tanpa pencetus, mengalami gangguan pencernaan, penglihatan terganggu, dan sakit saat bernapas juga dirasakan. Sebaiknya segera konsultasi ke dokter jika ibu hamil menunjukkan gejala-gejala tersebut.

Penanganan Sindrom HELLP

Jika gejala sindrom HELLP dirasakan, penting untuk segera berkonsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes urine untuk melihat kebocoran protein, dan tes darah untuk mengevaluasi fungsi hati serta jumlah trombosit. Selain itu, ada kemungkinan perlu dilakukan MRI untuk melihat kondisi kesehatan secara menyeluruh.