Berapa banyak makanan yang dapat diberikan?

Banyaknya makanan padat yang dapat Anda berikan sangat tergantung dengan usia si kecil. Berikut ini adalah referensi jumlah makanan yang diberikan berdasarkan usia si kecil:

  • 4 – 6 bulan

Mulailah dengan 1 sendok teh sereal bayi atau makanan yang telah dilembutkan (puree). Campurlah makanan tersebut dengan 4 – 5 sendok teh ASI sehingga makanannya menjadi sangat encer. Apabila si kecil sudah mulai familiar dengan makanan baru ini, tingkatkan jumlahnya menjadi 1 sendok makan sereal bayi atau makanan yang telah dilembutkan yang telah dicampur dengan ASI. Berikan sebanyak 2 kali sehari. Lama kelamaan, tingkatkan konsistensi makanan tersebut dengan mengurangi porsi ASI yang dicampur dalam makanan tersebut.

  • 6 – 8 bulan

Mulailah dengan 1 sendok teh buah, 1 sendok teh sayuran, dan secara bertahap tambahkan kuantitasnya menjadi 2 sampai 3 sendok makan. Bagilah porsi tersebut menjadi 4 sesi makan setiap harinya. Untuk sereal bayi, Anda dapat memberikan sebanyak 3 sampai 9 sendok makan sereal untuk 2 sampai 3 sesi makan setiap harinya.

panduan-audio-hypnofertility-ads
  • 8 – 12 bulan

Ketika usia si kecil sudah menginjak 8 sampai 12 bulan, jumlah makanan yang dapat Anda berikan sudah sangat meningkat. Di masa ini Anda dapat memberikan 1/2 ons keju, 1/4 sampai 1/2 cup sereal bayi, 3/4 sampai 1 cup buah, 3/4 sampai 1 cup sayur-sayuran, dan 3 sampai 4 sendok makan makanan yang kaya protein seperti daging-dagingan setiap harinya.

Walaupun jumlah makanan pendamping yang Anda berikan meningkat, namun ingatlah bahwa ASI tetaplah menjadi sumber nutrisi yang utama. Hal ini berarti jumlah konsumsi ASI tidak dapat tergantikan dengan konsumsi makanan-makanan diatas. Ingatlah bahwa makanan-makanan diatas hanyalah berfungsi sebagai PELENGKAP dan PENDAMPING ASI, dan bukannya menggantikan ASI.

Bagaimana dengan jus dan air?

Menurut AAP (American Academy of Pediatrics), pemberian jus buah untuk anak-anak dibawah 1 taun sangat tidak direkomendasikan. Hal ini karena jus buah mengandung lebih banyak gula dan kalori. Selain itu, sebagian besar manfaat konsumsi buah datang dari konten serat didalamnya. Dalam proses membuat jus, seringkali kita menghilangkan konten serat tersebut, sehingga yang tersisa hanyalah air dengan gula dan sedikit nutrisi. Kandungan gula yang tinggi ini dapat sulit diserap oleh usus si kecil dan dapat menyebatkan diare akut. Selain itu, kandungan gula yang berlebihan juga dapat menyebabkan kerusakan gigi.