Seringkali, kehamilan menjadi saat dimana Anda dapat mengkonsumsi berbagai makanan untuk memuaskan Anda ketika Anda mengidam. Namun, saat Anda sudah menginjak ke fase menyusui, Anda sudah tidak dapat makan sepenuhnya menurut dengan keinginan Anda. Di masa menyusui, beberapa ibu mempunyai kekhawatiran mengenai apa yang dapat dan tidak dapat ia makan serta efek makanan tersebut pada si kecil. Pada umumnya, ibu menyusui akan disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang bervariasi dan bergizi seimbang. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI, klik disini. Namun, ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi atau dihindari untuk sementara waktu selama menyusui. Berikut ini adalah beberapa daftar makanan yang sebaiknya Anda batasi atau hindari selama masa menyusui.

  1. Ikan tinggi merkuri

Ikan merupakan sumber DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid) yang merupakan dua tipe asam lemak Omega-3 dan merupakan kandungan yang bermanfaat bagi perkembangan otak si kecil namun sulit ditemui di makanan lain. Namun, beberapa ikan dan seafood dapat mengandung tingkat merkuri yang tinggi. Merkuri dapat menjadi berbahaya pada anak-anak karena mereka lebih rentan terkena keracunan merkuri yang dapat berdampak sampai ke sistem saraf pusat si kecil, menyebabkan penurunan atau keterlambatan dalam sistem gerak, kognisi, kemampuan berbicara, dan kesadaran visual. Beberapa ikan yang tinggi merkuri adalah, king makarel, marlin, hiu, ikan todak, tilefish, dan tuna.

panduan-audio-hypnofertility-ads

Pada umumnya, Anda tidak disarankan untuk mengkonsumsi lebih dari 170 gram ikan sebanyak dua kali seminggu. Apabila Anda memutuskan untuk mengkonsumsi ikan karena kandungan Omega-3nya yang tinggi, Anda dapat mengkonsumsi ikan rendah merkuri seperti salmon dan trout. Selain itu, ikan-ikan mentah seperti sushi dan sashimi juga tidak disarankan karena kemungkinan adanya parasit dan bakteri. Namun jangan khawatir, Anda masih dapat mengkonsumsi sushi sekali-kali selama Anda mengkonsumsinya di restoran yang baik dan terkemuka.

  1. Minuman berkafein

Kopi, soda, teh, dan cokelat merupakan sumber kafein yang sering kita temui. Ketika Anda mengkonsumsi makanan berkafein, beberapa kafein tersebut juga terdapat pada ASI Anda. Hal ini dapat menyebabkan masalah mengingat tubuh si kecil masih mempunyai kesulitan untuk memecah dan menyingkirkan kafein. Akibatnya, kafein kafein tersebut dapat menumpuk di tubuh si kecil, menyebabkan si kecil rewel dan mengalami masalah tidur. Selain minuman diatas, ingatlah bahwa kafein juga dapat ditemui di obat-obatan dan minuman energi.