Tanda persalinan yang galau ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, namun salah satu alasan yang paling umum adalah posisi bayi yang tidak optimal.

  1. Kontraksi tak teratur dan tak konsisten

Seiring berjalannya proses persalinan, kontraksi yang Anda rasakan akan semakin intens dan menjadi teratur. Namun, jika posisi bayi Anda tidak optimal, kontraksi Anda juga dapat terpengaruh. Kontraksi Anda dapat menjadi teratur dalam segi interval, namun tidak teratur dalam segi kekuatan, dapat menjadi tidak teratur sama sekali, atau dapat menjadi teratur lalu melambat. 

  1. Sakit punggung

Ligamen yang kencang, otot yang kencang atau lemah, dan posisi bayi yang tidak teratur dapat menjadi penyebab terjadinya sakit punggung selama persalinan. Penyebab sakit punggung yang paling umum adalah ketika bayi Anda bedara di posisi posterior.

panduan-audio-hypnofertility-ads
  1. Rasa sakit di area tak biasa

Dalam proses persalinan, Anda akan merasakan rasa sakit kontraksi di area depan bawah, dimana serviks berada. Hal ini disebabkan oleh serviks yang menipis dan melebar. Rasa sakit ini biasanya akan berkurang di setiap kontraksi. Namun, apabila posisi bayi Anda tidak optimal, Anda dapat merasakan rasa sakit tersebut di pantat, paha atas, atau pinggul dan rasa sakit ini dapat berpindah-pindah, atau menetap di satu tempat dan terjadi secara terus menerus tanpa istirahat.

  1. Keinginan mengejan lebih awal

Untuk sebagian besar wanita, perasaan ingin mengejan dapat terjadi ketika serviks sudah tipis namun belum melebar sepenuhnya (sekitar pembukaan 8). Dalam kasus ini, dengan mengejan, Anda dapat membantu menurunkan bayi Anda ke serviks dan membantu proses pelebaran atau dilatasi. Namun, perasaan ingin mengejan yang datang sebelum tahap ini, atau ketika serviks Anda masih mengalami proses penipisan, berarti rahim Anda mendorong bayi Anda kebawah sebelum ia berada di posisi terbaik untuk berputar dan bergerak melalui panggul. Hal ini biasanya terjadi ketika bayi Anda berada di posisi posterior. 

  1. Persalinan fase aktif lama

Persalinan fase aktif biasanya terjadi selama 12 sampai 24 jam. Waktu ini bukanlah patokan dan bisa terjadi lebih cepat maupun lebih lama. Namun, ketika posisi bayi Anda tidak cukup optimal untuk dilahirkan, tubuh Anda akan menunggu, dan mencoba untuk memperbaiki situasi tersebut. Hal ini dapat memperpanjang waktu di fase aktif sembari bayi Anda bergerak dan berputar ke posisi yang terbaik. Selama kondisi bayi Anda baik, Anda tidak perlu khawatir. Di saat seperti ini, cobalah untuk tetap aktif, bantulah bayi Anda dengan memberi ruang bagi bayi Anda untuk bergerak dan berputar. 

  1. Fase mengejan lama

Fase mengejan dapat berlangsung dari beberapa menit hingga satu sampai dua jam. Namun, ketika posisi bayi Anda tidak optimal, fase mengejan dapat berlangsung lebih lama. 

  1. Serviks bengkak dan persalinan macet

Selama proses persalinan, apabila kontraksi Anda tiba-tiba melambat atau berhenti dan persalinan macet, lalu serviks Anda mengalami pembengkaan, penyebabnya bisa jadi adalah posisi bayi Anda yang tidak optimal, terutama apabila bayi Anda berada di posisi posterior, dimana bagian terkeras dari kepala bayi Anda menekan serviks Anda secara tidak merata. Serviks yan membengkak ini dapat memperlambat proses pelebaran (dilatasi), atau bahkan mencegah bayi Anda untuk turun.