Ibu Hamil Dan Covid-19

Sabtu 14 Maret 2020, saya sedikit panik, karena melihat berita bahwa SOLO sudak dinyatakan KLB (kejadian Luar Biasa) COVID-19. lalu beredar issue bahwa beberapa universitas akan LOCKDOWN untuk sementara waktu. bagaimana tidak panik? rencananya Minggu, tanggal 15 Maret 2020 saya harus berangkat ke Jakarta untuk menghadiri acara LAUNCHING buku terbaru saya yang berjudul Prenatal Gentle Yoga.

melihat situasi yang demikian, saya mencoba merayu panitia dari Gramedia untuk membatalkan acara tersebut. karena jujur saya menjadi takut untuk bepergian ke bandara/stasiun (public area) dan Puji Tuhan akhirnya diputuskan bahwa acara tanggal 15 Maretr 2020 DIBATALKAN.

Ya…..Saat ini, dunia sedang berjuang menghadapi penyakit baru bernama coronavirus atau yang juga dikenal dengan COVID-19. Penyakit ini telah menimbulkan berbagai pertanyaan, kekhawatiran, serta ketakutan. Penerbangan luar negeri dibatasi, sekolah ditutup untuk sementara, berbagai event dibatalkan dan bisa di bayangkan bahwa pasti banyak sekali kerugian finansial yang terjadi, dan masih banyak lagi hal yang dilakukan untuk mencegah dan memperlambat penyebaran penyakit ini. Masih ada banyak hal yang masih belum kita ketahui mengenai penyakit ini dan hal ini membuat orang-orang ketakutan dan bahkan panik. Ditambah lagi dengan mulai banyaknya kasus coronavirus di Indonesia, penyakit ini mungkin membuat Anda khawatir dan ketakutan, apalagi apabila Anda sedang hamil. Namun seperti yang kita tau, pada saat saat seperti ini, panik bukanlah jawaban. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai coronavirus dan pengaruhnya pada kehamilan Anda.

Apa itu coronavirus?

Nama coronavirus diambil dari bentuk virus yang mempunyai duri-duri yang menyerupai mahkota “crown”  di permukaannya. Ada 4 pengelompokan utama dari virus ini, yaitu alpha, beta, gamma, dan delta. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) coronavirus pertama ditemukan pada pertengahan tahun 1960 dan ada 7 jenis coronavirus yang dapat menyerang manusia, termasuk MERS-CoV (coronavirus beta yang menyebabkan Middle East Respitory Syndrome atau MERS), SARS-CoV (coronavirus beta yang menyebabkan Severe Acute Respitory Syndrome atau SARS), dan 2019-nCoV  (novel coronavirus yang menyebabkan COVID-19 pada saat ini). Terkadang, coronavirus yang menginfeksi hewan dapat berevolusi dan membuat orang-orang menjadi sakit, menjadi coronavirus baru yang menyerang manusia. Contoh dari coronavirus yang berevolusi ini adalah MERS, SARS, dan COVID-19 yang terjadi sekarang ini.

Sebagian besar coronavirus dapat menimbulkan batuk pilek ringan atau sedang, namun ada pula beberapa bentuk dari virus ini yang menyebabkan penyakit parah seperti MERS, SARS, dan COVID-19. COVID-19 sendiri adalah suatu virus yang menyerang sistem pernafasan Anda. Virus ini menyebabkan penyakit pernafasan sedang hingga parah, disertai dengan demam, batuk, dan kesulitan bernafas. Bukti menunjukkan bahwa periode inkubasi penyakit ini dapat beragam dari 2 sampai 14 hari.

Baca Juga  Tips Tidur Nyaman Untuk Ibu Hamil

Pada tanggal 2 Maret 2020, WHO (World Health Organization) melaporkan bahwa virus baru yang berasal dari Wuhan, China ini telah menyerang lebih dari 131.000 orang di seluruh dunia, menyebabkan sekurangnya 4.900 kematian, dan telah menyebar ke 110 negara dan teritori lain. Virus ini terus menyebar hingga akhirnya pada 11 Maret 2020 WHO mendeklarasikan coronavirus atau COVID-19 sebagai suatu pandemi global, yang merupakan penyebaran penyakit baru di seluruh dunia yang mempengaruhi banyak orang.

Bagaimana cara persebarannya? Apa gejalanya?

COVID-19 merupakan suatu penyakit yang dapat menyebar dengan mudah. Pada umumnya, virus ini menyebar dari orang kesatu ke orang yang lainnya; diantara orang yang berada di radius kurang dari 1 meter, bersentuhan dengan orang yang terinfeksi, dan melalui cairan yang dikeluarkan apabila orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Pada umumnya, Anda dapat terinfeksi apabila Anda berada di dekat orang yang telah menunjukkan gejala-gejala dan terlihat sakit, namun di beberapa kasus, virus ini juga dapat disebarkan oleh orang yang belum menunjukkan gejala-gejala. Selain itu, virus ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan objek yang telah terkontaminasi. Hal ini terjadi ketika Anda menyentuh objek yang terkontamitasi lalu menyentuh area mulut, hidung, dan mata Anda. Maka dari itu sangatlah penting untuk menggunakan hand sanitizer dan mencuci tangan.

Gejala COVID-19 biasanya muncul setelah 2-14 hari. Gejala tersebut diantaranya adalah demam, batuk secara terus menerus, dan kesulitan untuk bernafas Gejala lainnya yang dapat terjadi adalah rasa sakit atau tekanan di dada, ketidakmampuan untuk bangun, dan bibir atau wajah yang kebiruan. Konsultasikanlah secepatnya kepada tenaga kesehatan yang berwenang apabila Anda mengalami gejala tersebut.

Di Indonesia, Anda dapat menghubungi hotline 119 dengan extensi nomer 9 untuk melapor dan mengkonsultasikan apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut dan gejala tersebut tidak kunjung membaik setelah 7 hari. 

Siapa yang lebih rentan terkena COVID-19?

Menurut CDC, berikut ini adalah kelompok orang yang lebih rentan terkena COVID-19 atau beresiko menjadi sangat sakit apabila terkena COVID-19:

  • Orang tua berumur 50 tahun keatas
  • Orang yang telah memiliki kondisi medis parah, seperti penyakit jantung, paru-paru,asma, dan diabetes

Apakah ibu hamil lebih rentan terkena COVID-19?

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang mengungkapkan bahwa ibu hamil memiliki resiko yang lebih besar dari orang-orang lain dan tidak ada kasus kematian ibu hamil yang disebabkan oleh COVID-19. Selain itu, menurut CDC, ibu hamil tidak termasuk kedalam kategori orang beresiko tinggi dalam terkenanya COVID-19. Namun, bagaimanapun juga, dengan perubahan yang ada di dalam tubuh Anda, Anda menjadi lebih rentan terkena infeksi-infeksi lainnya. Karena sebenarnya Coronavirus, biasanya ditemukan pada hewan, bersifat infeksius dan dapat ditularkan dari orang ke orang. Jadi ya, Anda bisa terinfeksi apakah Anda hamil atau tidak. Anda bisa tertular virus ini ketika berdiri di dekat orang yang terinfeksi batuk atau bersin atau menyentuh benda yang terkontaminasi

Baca Juga  Trauma Kelahiran (Birth Trauma)

Maka dari itu, jaga daya tahan tubuh Anda dengan pola hidup yang sehat dan ingatlah untuk membersihkan tangan Anda secara teratur serta menghindar dari orang-orang yang sedang sakit.

karena pada dasarnya Ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang Covid-19. Dengan belum ada obat yang dapat dipastikan, hanya bisa mencoba yang terbaik untuk tidak terkena virus ini. Ini pasti sangat mengkhawatirkan bagi ibu hamil.

pastinya muncul banyak sekali tanda tanya dalam benak Anda
Apakah jika Anda terkena COVID-19 maka Anda akan menularkan virus ini ke janin di dalam kandungan? Apakah perlu bagi ibu hamil untuk mengurung diri di rumah karena takut terpapar virus? Apa yang harus saya lakukan untuk menjaga keamanan saya dan janin dalam kandungan saya?

Baiklah…..saya akan mencoba berbagi informasi yang pasti berguna bagi Anda.

Apakah Ada laporan ibu hamil yang terinceksi COVID-19 selama ini?

Seorang ibu hamil dengan umur kehamilan 38 minggu di Harbin, Cina, terinfeksi virus ini pada Januari 2020. Sebuah operasi caesar darurat dilakukan dan seorang bayi perempuan lahir  sehat dengan skor Apgar yang baik (menunjukkan status kesehatan yang baik). Ibu dan bayi keduanya stabil secara postnatal. dan bayi itu tidak terinfeksi virus!

Sayangnya, ini tidak terjadi pada ibu hamil lain yang terinfeksi yang melahirkan bayinya pada bulan Februari 2020. Keduanya dinyatakan positif.

Namun, ini bertentangan dengan penelitian kecil yang diterbitkan oleh Lancet. 9 ibu hamil yang terinfeksi yang bayinya dilahirkan melalui operasi caesar tidak ditemukan memiliki tanda-tanda infeksi. Ini menimbulkan keraguan pada transmisi vertikal.

Apabila Anda sedang hamil, apakah COVID-19 dapat menyerang bayi Anda?

Sampai saat ini, kita masih belum mengetahui apakah ibu hamil yang positif terkena COVID-19 dapat menularkan penyakitnya ke si bayi dalam kandungan. Namun, sampai sekarang, berdasarkan kasus yang ada, tidak ditemukan adanya virus di air ketuban maupun ASI.

Untuk proses persalinan, ada beberapa laporan mengenai masalah yang timbul kepada ibu yang menderita COVID-19 (seperti kelahiran prematur). Namun, belum ada bukti yang jelas bahwa hal tersebut disebabkan oleh COVID-19. Jika Anda melahirkan ketika Anda positif terkena COVID-19, maka tes COVID-19 akan dilakukan pada bayi Anda.

Apa yang harus Anda lakukan untuk mencegah COVID-19?

Saat ini, belum ada vaksin dan obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati COVID-19. Antibiotik juga tidak membantu karena mereka bekerja melawan bakteri, dan bukan virus. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri Anda dari COVID-19, hal tersebut adalah:

  • Sering mencuci tangan

Ingatlah untuk selalu mencuci tangan Anda dengan air dan sabun selama sekitar 20 detik, terutama setelah Anda berada di tempat umum, batuk, bersin, atau membersihkan hidung Anda. Jika air dan sabun tidak tersedia, gunakan hand sanitizer yang mengandung sekurangnya 60% alkohol. Hindarilah menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda sebelum Anda mencuci tangan.

  • Hindari kontak fisik

Hindarilah kontak fisik dengan orang yang terinfeksi dan apabila COVID-19 telah tersebar di lingkungan Anda, jaga jarak Anda dengan orang lain dan hindari tempat-tempat umum, kerumunan, dan perjalanan yang tidak perlu (terutama ke daerah atau negara yang mempunyai banyak kasus COVID-19).

  • Tinggal di rumah

Tetaplah berada di dalam rumah apabila Anda sakit, kecuali apabila Anda harus pergi untuk mencari bantuan medis. Jika Anda tidak dalam kondisi sakit, tetaplah berada di rumah sebanyak mungkin untuk mengurangi resiko terkenanya COVID-19, apabila jika telah terdapat kasus COVID-19 di daerah Anda.

  • Tutupi mulut dan hidung Anda

Tutupi mulut dan hidung Anda menggunakan tisu atau siku Anda apabila Anda batuk atau bersin. Ingatlah untuk membuang tisu tersebut setelah Anda menggunakannya, dan segera cuci tangan Anda dengan air dan sabun selama sekurangnya 20 detik atau gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol sekurangnya 60%.

  • Gunakan masker apabila Anda sakit

Apabila Anda sakit, gunakan masker ketika Anda berada di sekitar orang lain. Apabila Anda tidak dapat menggunakan masker (contohnya apabila masker membuat Anda kesulitan bernafas), ingatlah untuk selalu menutup mulut dan hidung Anda ketika Anda batuk atau bersin. Selain itu, orang yang merawat Anda harus menggunakan masker apabila mereka memasuki ruangan. Jika Anda tidak dalam kondisi sakit, Anda tidak perlu menggunakan masker kecuali apabila Anda sedang merawat orang yang sakit (dan orang tersebut tidak dapat menggunakan masker).

  • Gunakan desinfektan

Bersihkan dan semprotkan desinfektan ke permukaan yang sering Anda sentuh, seperti meja, gagang pintu, keyboard, wastafel, handphone, dan lainnya. Jika permukaan tersebut kotor, bersihkan terlebih dahulu menggunakan detergen atau sabun dan air sebelum Anda menyemprotkan desinfektan. Anda dapat membuat desinfektan dengan menggunakan campuran klorin (contohnya seperti bayclin) dengan rasio 5 sendok makan klorin per 3 liter air atau 4 sendok teh klorin per 1 liter aiir. Anda juga dapat membuat desinfektan menggunakan alkohol sebesar sekurangnya 70%.

Baca Juga  Minyak Esensial untuk Kehamilan & Melahirkan Part 2

Ingatlah bahwa adanya COVID-19 bukan berarti Anda tidak dapat melakukan pemeriksaan rutin dan bersalin di rumah sakit. Sebagian besar rumah sakit telah mempunyai protokol untuk membantu mereka mengidentifikasi orang dengan gejala coronavirus dan menempatkannya di ruang isolasi, selain itu, lantai di rumah sakit juga didesinfektan dan dibersihkan secara teratur.

Lakukan yang Anda bisa untuk melindungi diri Anda dari penyakit dengan menjaga kebersihan dan mencuci tangan Anda dengan teratur. Hindari pula orang-orang yang batuk atau bersin ketika Anda berada di rumah sakit. Apabila Anda berada di rumah sakit dengan bayi Anda, jagalah bayi Anda sedekat mungkin dengan Anda dan jauh dari orang lain untuk menghindari kontak fisik yang tidak diinginkan dari orang lain. Ingatlah bahwa penyebaran COVID-19 yang utama adalah melalui batuk dan bersih, jadi selama Anda berada lebih dari radius 1 meter dari orang tersebut dan menjaga kebersihan dengan baik, maka Anda akan baik-baik saja.

  

Knowledge is power~

 

Sumber:

  • https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/pregnancy-breastfeeding.html
  • https://www.nhs.uk/conditions/coronavirus-covid-19/
  • https://www.rcog.org.uk/en/guidelines-research-services/guidelines/coronavirus-pregnancy/covid-19-virus-infection-and-pregnancy/
  • https://www.whattoexpect.com/news/pregnancy/coronavirus-during-pregnancy/
  • Show Me the Science – When & How to Use Hand Sanitizer in Community Settings. Centers for Disease Control and Prevention. Published 2020. Accessed February 14, 2020.