Sebetulnya kolik adalah gangguan pada perut karena angin yang terperangkap pada perut bayi. Kolik tidak akan menyebabkan bayi diare, muntah-muntah ataupun demam di atas 370C. Jadi bila gejala-gejala tadi muncul, sebaiknya Anda bawa si kecil ke dokter karena kemungkinan ada virus atau bakeri yang masuk ke dalam tubuh bayi. Selain kolik ada gangguan lain yang menyebabkan kejang perut, misalnya alergi terhadap protein susu sapi, biasanya diikuti oleh eksim atau gatal-gatal.

Penyebab kolik belum belum diketahui pasti, namun ada sejumlah faktor penyebab potensial. Salah satunya adalah bayi Ibu menghirup terlalu banyak udara tanpa bersendawa yang menyebabkan perutnya kembung sehingga terasa sangat sakit. Faktor lain adalah bahwa usus besar bayi Ibu bekerja terlalu keras untuk mengeluarkan kotoran dari tubuh sehingga menyebabkan kram.

Seorang bayi yang mengalami kolik merasa tidak nyaman, dan tidak bisa menenangkan dirinya sendiri. Dan di saat yang bersamaan orangtua bisa marah, cemas, panik ketika mendengarkan tangisan bayi selama berjam-jam.

panduan-audio-hypnofertility-ads

Selalu pastikan kebutuhan dasar bayi terpenuhi. Apakah dia lapar? Apakah dia perlu diubah? Apakah suhu udara maupun tubuhnya oke? Jika mereka semua baik-baik saja berikut ini Tips dari Dr Harvey Karp yaitu “lima S” yang sangat berguna untuk membantu mengatasi kolik:

S hushing (menggunakan “white noise” atau suara berirama yang menyerupai deru konstan kebisingan di dalam rahim, atau seperti penyedot debu, pengering rambut, atau pengering pakaian)

S ide / positioning (meletakkan bayi miring di sisi kiri – untuk membantu pencernaan – atau tengkurap sambil memegang perut dia)

S ucking (membiarkan bayi menyusu atau memberi susu botol, atau memberikan dot pada bayi atau menghisap jari)

S waddling (membungkus bayi dengan selimut untuk membantu dia merasa lebih aman)

S Winging lembut (menggoyang bayi Anda bisa dnegan memangkunya dan Anda duduk di kursi goyang, dengan menggunakan ayunan bayi, atau naik mobil untuk membantu menduplikasi gerakan konstan bayi di rahim)