Baik cepat atau lambat, akan ada saatnya dimana Anda harus menyapih si kecil. Saat membicarakan mengenai proses menyapih, seringkali terdapat banyak pertanyaan yang timbul di benak Anda, seperti waktu yang tepat, cara untuk berhenti menyusui, cara menghindari mastitis dan payudara bengkak ketika menyapih, dan lainnya. Ketika Anda dan bayi Anda telah memutuskan kapan waktu yang tepat untuk mulai menyapih, terdapat berbagai teknik yang dapat membantu Anda agar proses penyapihan berjalan lebih lembut. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui ketika Anda memutuskan untuk menyapih si kecil, serta tips untuk menyapih secara lembut.

Kapan waktu yang tepat?

Keputusan untuk menyapih si kecil merupakan keputusan yang sangat personal. Waktu yang tepat untuk menyapih si kecil dapat sangat tergantung dengan kondisi Anda dan si kecil. Terkadang Anda memilih untuk mulai menyapih si kecil karena suatu alasan tertentu, namun terkadang si kecillah yang memimpin proses penyapihan ini.

Idealnya, menurut WHO, Anda dianjurkan untuk menyusui secara eksklusif sampai si kecil berumur 6 bulan, lalu sampai si kecil berusia sekurangnya 2 tahun, Anda dianjurkan untuk tetap menyusui dengan juga memberikan makanan pendamping ASI untuk si kecil. Rekomendasi ini dibuat karena ASI tidak hanya berfungsi sebagai makanan, namun juga penenang alami apabila si kecil khawatir, lelah, atau rewel. Selain itu, ASI juga mengandung komponen yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh yangmana komponen itu nantinya juga akan meningkat secara drastis apabila si kecil sedang sakit.

Seringkali, banyak yang berfikir bahwa ASI tidaklah penting ketika si kecil telah dapat mengkonsumsi makanan padat, namun faktanya, tidak ada susu yang lebih baik daripada ASI. Ketika si kecil berumur 7 bulan, ia masih mendapatkan 93% kebutuhan kalorinya dari ASI, dan ketika si kecil berumur 11 sampai 16 bulan sekalipun, ASI masih berkontribusi untuk memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan kalori harian si kecil.

Walaupun berbagai penelitian tidak menganjurkan proses penyapihan sebelum si kecil berusia 6 bulan, namun, apabila karena suatu hal Anda harus menyapih si kecil sebelum 6 bulan, mulailah dengan mengurangi satu sesi menyusui setiap hari dan mulai menggantinya secara perlahan dan bertahap dengan susu formula. Namun, berhubung si kecil seringkali dapat mencium aroma ASI Anda, mintalah bantuan pasangan Anda untuk memberi si kecil susu formula. Seiring dengan berkurangnya sesi menyusui Anda, tubuh Anda akan menyesuaikan diri untuk mengurangi produksi ASI. Di masa penyesuaian ini, seringkali payudara Anda akan terasa penuh dan “mentheng-mentheng”. Apabila payudara Anda terasa tidak nyaman, perahlah ASI Anda sampai Anda merasa nyaman tanpa menstimulasi tubuh Anda untuk memproduksi lebih banyak ASI. Apabila Anda masih ingin menjaga keintiman, ikatan, dan manfaat kesehatan yang diapat didapat dari menyusui, namun Anda tidak dapat menyusui setiap saat karena suatu hal, cobalah untuk menyapih secara partial. Penyapihan secara partial ini dilakukan dengan mengkombinasikan antara ASI dengan formula, sehingga Anda hanya memberikan formula di saat ketika Anda tidak dapat menyusui.

Manfaat penyapihan secara bertahap

Penyapihan secara bertahap tidak hanya membawa manfaat bagi bayi Anda, namun juga bagi Anda. Dibandingkan dengan penyapihan secara tiba-tiba, fase transisi penyapihan secara bertahap yang lebih lembut akan membuat proses penyapihan menjadi lebih mudah, baik secara emosional maupun secara fisik. Dengan secara perlahan-lahan mengurangi intensitas menyusui si kecil, tubuh Anda akan beradaptasi dan secara perlahan lahan mengurangi jumlah ASI yang diproduksi, dan menyesuaikan produksi hormon Anda. Hal ini dapat membuat Anda terhindar dari berbagai masalah seperti pembengkakan payudara, ASI tersumbat, dan mastitis. Selain itu, penyapihan secara bertahap juga akan memberi si kecil waktu untuk menyesuaikan diri sehingga si kecilpun juga lebih siap.

Tips untuk menyapih secara lembut

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda untuk menyapih si kecil secara lembut:

  1. Pilih waktu yang tepat

Mulailah proses penyapihan ketika si kecil sedang dalam keadaan baik. Hindarilah penyapihan ketika si kecil sedang sakit atau berada di masa transisi, seperti ketika Anda sedang proses pindah rumah atau ketika Anda atau pasangan Anda baru saja mulai bekerja.

  1. Jangan tawari dan jangan tolak

Teknik penyapihan ini lebih tepat diterapkan apabila si kecil sudah agak besar. Dalam teknik ini, hindarilah menawari si kecil untuk menyusu, namun Anda dapat membiarkannya untuk menyusu apabila ia meminta. Walaupun proses penyapihan dengan cara ini dapat tidak akan secepat lainnya, namun hal ini akan mengurangi intensitas menyusu si kecil sehingga membuat proses penyapihan menjadi lebih mudah untuk Anda.

  1. Alihkan perhatian si kecil

Tawari si kecil makanan kecil, minuman, mainan kesukaannya, atau ajaklah ia pergi ke ruangan yang berbeda. Anda juga dapat mengajak si kecil untuk melakukan aktivitas favoritnya atau membaca buku bersama. Diskusikanlah terlebih dahulu dengan pasangan Anda sehingga pasangan Anda juga dapat membantu Anda untuk mengalihkan perhatian si kecil ketika ia meminta untuk menyusu. 

  1. Kurangi waktu menyusu secara bertahap

Pilihlah waktu khusus untuk menyusui si kecil dalam sehari, seperti di pagi hari, waktu tidur siang, dan waktu tidur malam. Lalu, secara bertahap, kurangilah waktu menyusu si kecil hingga akhirnya ia hanya menyusu sekali dalam sehari, seperti saat sebelum ia tidur malam. Mengurangi waktu menyusui secara bertahap ini dapat membantu mengu

  1. Diskusikanlah dengan si kecil

Cobalah untuk mendiskusikannya dengan si kecil ketika Anda memutuskan untuk mengurangi waktu si kecil. Hal ini dapat membuat si kakak merasa bahwa ia mempunyai peran dalam mengambil keputusan tersebut. Contohnya, “Gak boleh nyusu sekarang dong, kan kemarin kesepakatannya cuma boleh nyusu pas mau tidur sama pagi-pagi, iya kan?”. Jelaskan pula bahwa Anda akan lebih jarang menyusui si kecil, dan beri ia alasan.

  1. Batasi waktu menyusu si kecil

Buatlah rutinitas yang membuat si kakak hanya dapat menyusu beberapa menit sebelum tertidur. Contohnya seperti ajak ia bermain terlebih dahulu sebelum tidur, atau ijinkan si kecil menyusu hanya setelah Anda selesai membacakan buku pengantar tidur si kecil. 

  1. Ubah rutinitas Anda

Ubahlah rutinitas Anda dan hindarilah tempat tempat dimana si kecil biasa menyusu. Anda juga dapat meminta pasangan Anda untuk mengajak si kecil bermain di waktu-waktu dimana si kecil biasa menyusu.

  1. Peluk si kecil

Berikan si kecil banyak perhatian dan temukan cara lain untuk tetap dekat dan bonding dengan si kecil setelah Anda menyapih si kecil seperti memeluknya, memujinya, dan menyiumnya. 

  1. Jaga payudara Anda!

Ingatlah bahwa semakin pelan proses Anda untuk menyapih si kakak, semakin kecil pula resiko Anda untuk terkena mastitis dan puting tersumbat. Produksi ASI Anda akan berkurang seiring dengan berkurangnya waktu menyusu si kecil. Jika payudara Anda terasa penuh, susui si kecil sampai Anda merasa lebih baik. Sisihkanlah ASI di payudara Anda sebagai cara untuk memberi tahu otak Anda untuk mengurangi produksi ASI Anda. Anda juga dapat menggunakan kompres es dan ibuprofen untuk mengurangi pembengkaan dan ketidaknyamanan. Apabila Anda merasa tidak nyaman, perahlah ASI Anda hingga Anda merasa nyaman, namun tanpa merangsang payudara Anda untuk memproduksi ASI.

  1. Buatlah proses penyapihan menjadi proses yang spesial

Buat si kecil menganggap bahwa proses penyapihan ini merupakan suatu perkembangan yang positif dan bukannya melepaskan sesuatu yang berharga. Apabila si kecil sudah siap untuk berhenti menyusu, biarkan ia mengatur jadwal menyusu final, dan rayakan momen terakhir tersebut. Anda dapat merayakannya dengan hal kecil seperti makan kue di rumah atau pergi beli es krim setelah makan malam.

Apa yang harus dilakukan apabila si kecil tidak mau berhenti menyusui?

Melepaskan hal yang dilakukan seumur hidup bukanlah sesuatu yang mudah. Hal ini juga berlaku untuk si kecil. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan apabila si kecil tidak ingin berhenti menyusu.

  • Hindari membanding-bandingkan anak Anda dengan yang lain

Walaupun mungkin Anda merasa frustasi karena si kecil tidak mau berhenti menyusui, namun hindari dorongan untuk membandingkan anak Anda dengan yang lain yang sudah berhenti menyusui. Ingatlah bahwa setiap anak dan setiap ibu berbeda, apa yang baik untuk anak Anda belum tentu baik untuk anak lain dan begitu juga sebaliknya.

  • Hindari membanding bandingkan diri Anda dengan orang lain

Ingatlah bahwa walaupun ibu-ibu yang lain tampak dapat menyapih anaknya dengan mudah dan tanpa cobaan, hal ini bukan berarti Anda harus merasa malu atau merasa bersalah ketika proses penyapihan Anda membutuhkan waktu yang lebih lama.

 

Knowledge is power~

Sumber:

https://www.breastfeeding.asn.au/bf-info/weaning-and-introducing-solids/weaning

https://www.nct.org.uk/baby-toddler/feeding/practical-tips/ten-tips-for-gently-stopping-breastfeeding-your-toddler

https://www.sdbfc.com/blog/2012/2/28/gentle-weaning-techniques-and-resources

https://www.verywellfamily.com/weaning-your-baby-431725

https://www.whattoexpect.com/toddler/weaning-a-toddler.aspx