Apa yang harus Anda ketahui untuk Mencegah perdarahan postpartum secara alami?

22417 0

“Melahirkan sangat berhubungan dengan peristiwa kehilangan darah atau perdarahan. Dan perdarahan akibat proses melahirkan adalah merupakan suatu hal yang sangat berpotensi berbahaya. Bahkan hingga saat ini perdarahan setelah melahirkan atau perdarahan post partum merupakan penyebab terbanyak dari kematian ibu di seluruh dunia, apalagi di Indonesia”

 

Untungnya, saat ini di Indonesia perawatan bersalin lebih mudah diakses, sehingga perdarahan postpartum yang terjadi tidak fatal. Tapi peristiwa perdarahan ini sangatlah sering terjadi, terlepas dari di mana Anda melahirkan.

 

 

Nah penting bagi Anda sebagai klien untuk mengetahui tentang apa dan bagaimana mencegah terjadinya peredarahan postpartum.

Siapa yang paling berisiko mengalami perdarahan postpartum segera setelah melahirkan?

1. Wanita dengan hipertensi kehamilan yang diinduksi

2. Wanita yang mengalami Kala dua lama atau berkepanjangan

3. Wanita yang diinduksi atau di pacu persalinannya

4. Wanita yang bayinya di lahirkan melalui ekstraksi vakum

5. Wanita dengan bayi yang besar atau lebih besar dari usia kehamilannya

(Sumber: Obstetric risk factors and outcome of pregnancies complicated with early postpartum hemorrhage: A population-based study)

Alasan paling umum dari penyebab perdarahan postpartum adalah adanya”atonia uteri,” atau kegagalan rahim untuk berkontraksi secara normal setelah kelahiran bayi / atau plasenta. Kemungkinan penyebab atonia uteri meliputi:

1. Rahim yang terlalu besar (karena kehamilan ganda, janin terlalu besar, cairan ketuban berlebih)

2. Rahim yang terlalu lelah (akibat induksi / augmentasi atau persalinan lama, infeksi, penggunaan obat-rahim “tokolitik” yang digunakan untuk menghentikan persalinan atau persalinan prematur-seperti magnesium atau kalsium channel blockers)

3. Rahim yang terhalang untuk berkontraksi (karena kelainan penanaman plasenta/perlengketan plasenta seperti plasenta akreta, atau kandung kemih penuh/ bengkak)

penting sekali bagi kita untuk baik tenaga kesehatan maupun orang awam untuk mengetahui bahaimana caranya mencegah perdarahan post partum. Dan saat ini saya ingin berbagi tentang beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah perdarahan postpartum secara alami. Saya tidak dapat menjamin hal-hal ini akan bekerja, tapi saya yakin bahwa masing-masing dapat berkontribusi setidaknya untuk pencegahan.

1. Minimalkan faktor risiko Anda

Ini sangatlah jelas, Lakukan apa yang Anda bisa lakukan untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan, cegah preeklamsia, hindari induksi dalam persalinan bila mungkin (jika bidan atau dokter Anda mendiagnosa bahwa persalinan Anda harus di Pacu/di Induksi, carilah second ataupun third opinion dahulu lalu gunakan BRAIN. Baca: http://www.bidankita.com/joomla-license/natural-childbirth/262-gunakan-brain-pada-saat-mengambil-keputusan-dalam-persalinan , tetap tegak dan mobile untuk mempersingkat proses persalinan dan melahirkan, pastikan untuk mengosongkan kandung kemih Anda sesering mungkin selama persalinan dan sesudahnya.

2. Cegah Obesitas dan kurangi kadar kolesterol

Ada beberapa bukti bahwa kadar kolesterol tinggi dapat mengganggu kemampuan rahim untuk berkontraksi secara efisien. Demikian pula, obesitas dapat menyebabkan kontraktilitas uterus melemah:    Wanita gemuk yang melahirkan normal per vaginam mengalami peningkatan risiko tahap pertama / kala I yang berkepanjangan saat persalinan dan kehilangan darah yang berlebihan. Kontraksi Jaringan otot rahim dari wanita gemuk kurang kuat dan frekuensi kontraksipun kurang efektif karena kadar Kalsium dalam tubuhnya lebih sedikit dibanding dengan wanita hamil yang berat badannya normal. (Sumber: )

3. Optimalkan kadar kalsium dalam tubuh Anda

Rahim (seperti semua otot) tidak bisa berkontraksi dengan baik dan benar tanpa kalsium. Kalsium dan magnesium harus tetap berada dalam level yang seimbang pada wanita hamil dan melahirkan. Terlalu sedikit magnesium dapat menyebabkan persalinan prematur, tetapi ibu bersalin yang mengalami pre eklamsia yang diberikan dosis magnesium yang tinggi melalui intra vena dapat mengalami perdarahan postpartum yang berlebihan jika mereka tidak diberikan kalsium untuk menetralkan efek santai pada otot rahim akibat magnesium

(Sumber: http://www.ihs.gov/MedicalPrograms/MCH/M/Cfaqs.cfm#calcPH)

Darah juga tidak dapat benar mengental (untuk mencegah kehilangan darah yang berlebihan) tanpa kalsium (Sumber: http://www.fi.edu/learn/heart/blood/platelet.html ). Tampaknya sangat tepat untuk memastikan bahwa tubuh Anda memiliki kalsium yang cukup, sebelum, selama dan sesudah melahirkan.

Beberapa sumber makanan yang mengandung tinggi kalsium adalah: yoghurt, biji wijen, susu, bayam (dan sayuran berdaun berdaun hijau gelap lainnya), dan keju, (Sumber: http://whfoods.org/genpage.php?tname=nutrient&dbid=45 ). Antasida bukan merupakan sumber kalsium yang baik karena mereka menetralisir asam lambung yang diperlukan untuk penyerapan kalsium. Cara sederhana untuk meningkatkan penyerapan kalsium meliputi:

· Olahraga cukup dan teratur (Sumber: http://www.springerlink.com/content/n8v9bpt73bftx44b/?MUD=MP)

· Mendapatkan cukup vitamin D melalui paparan sinar matahari atau konsumsi suplemen yang aman. Hal ini juga penting karena rendahnya kadar vitamin D telah dikaitkan dengan kelemahan otot (ingat rahim adalah otot), kinerja otot terganggu, dan kemungkinan peningkatan operasi caesar (Sumber: http://www.webmd.com/baby/news/20081223/vitamin-d-may-lower-csection-risk).

· Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh anda: minuman ringan, protein hewani berlebihan, alkohol, kafein, dan karbohidrat olahan.

4. Meningkatkan konsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin K selama minggu-minggu terakhir kehamilan

Sama seperti kalsium yang sangat berguna untuk mencegah kehilangan darah yang berlebihan, vitamin K-pun juga memunyai peranan yang sangat penting dalam hal perdarahan. Vitamin K merupakan Anti koagulasi dan perannya yang penting dalam “menjaga kemampuan pembekuan darah pada tingkat yang tepat” (Sumber: http://www.whfoods.com/genpage.php?tname=nutrient&dbid=112). Gejala rendahnya kadar vitamin K termasuk anemia dan perdarahan. Untuk alasan ini, banyak bidan merekomendasikan suplemen vitamin K selama minggu-minggu terakhir kehamilan. Mereka memahami bahwa meningkatkan kadar vitamin K dapat membantu mencegah perdarahan. Semakin tingginya tingkat vitamin K juga akan menguntungkan bayi dan meningkatkan kandungan vitamin K dari kolostrum ibu, sehingga secara alami mengurangi risiko bayi mengalami perdarahan akibat vitamin defisiensi K. Beberapa sumber makanan yang sangat baik dari vitamin K antara lain: kangkung, bayam

5. Redupkan lampu di kamar persalinan saat ibu melahirkan saya pernah menulis tentang peran melatonin dalam kemajuan persalinan, silahkan buka di: http://www.bidankita.com/joomla-license/natural-childbirth/355-peran-melatonin-dalam-proses-persalinan . Penelitian menunjukkan bahwa melatonin bersinergi dengan oksitosin untuk menghasilkan kontraksi uterus yang kuat. Tubuh kita meningkatkan produksi melatonin dalam kegelapan, dan kebanyakan manusia ‘produksi melatonin mengangalami puncaknya di dini hari. Cahaya yang terang benerang dapat mengurangi produksi melatonin. Ini adalah bagian dari kemungkinan mengapa kebanyakan wanita melahirkan pada malam hari atau dini hari. Jadi sebaiknya penerangan ruangan disetting redup dan tidak terlalu terang hingga proses persalinan dan IMD selesai. Mungkinkah bahwa pencahayaan yang berlebihan mengganggu kemampuan rahim untuk berkontraksi postpartum? Terus terang saya kurang tahu pasti, namun selama praktek, ketika cahaya saya jaga untuk tetap redup setelah prose persalinan, maka kontraksi rahim ibu sangat baik. Dan tak ada salahnya untuk menjaga pencahayaan rendah sampai rahim telah berkontraksi dengan baik dan perdarahan minim, kan?

Produksi melatonin juga akan dihambat oleh kortisol-hormon stres. Mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi kemungkinan akan juga memfasilitasi sinergi melatonin-oksitosin. Cara lain untuk meningkatkan produksi melatonin termasuk mendapatkan sinar matahari yang cukup selama siang hari, meditasi, dan konsumsi kalsium dan magnesium juga dapat memfasilitasi peningkatan tingkat melatonin.

Selain meredupkan lampu atau menjaga cahaya di ruang persalinan tetap rendah, privasi juga merupakan bagian yang sangat penting dalam perannya untuk mencegah perdarahan persalinan, karena seperti kata dari dr M. Odent dalam bukunya “Oxytocin the love hormon” disitu dikatakan bahwa jika sang ibu dan bayi terganggu dan diganggu atau tida dijaga privasinya, maka kadar oksitosin akan menurun dan ini pastinya sangat berhubungan dengan penurunan kemampuan rahim untuk berkontraksi

Berikut ini suplikan kalimat dari penelitian yang dilakukan oleh dr. M Odent :

“The best way to avoid haemorrhage is to enable mother and baby to stay in close contact in a warm, dark, and silent place—and get rid of any observers. The contact with the baby”s eyes and skin helps the mother to secrete the hormone necessary to stimulate the “placenta ejection reflex.” When the baby suckles the nipple, the reflex is reinforced. (Birth and Breastfeeding, p. 46-47, emphasis mine)

6. Pertimbangkan konsumsi buah delima atau ekstrak biji delima?

Penelitian terbaru telah menjanjikan untuk penggunaan ekstrak biji delima sebagai stimulan dari kontraksi rahim. Ini bisa terbukti sangat membantu dalam membantu mengurangi proses persalinan yang lama, berkepanjanga dan / atau mengurangi kehilangan darah yang disebabkan oleh atonia uteri. Dr Sajeera Kupittayanant menjelaskan, “Kami menambahkan ekstrak delima untuk sampel jaringan rahim dari hewan dan menemukan bahwa sel-sel otot meningkatkan aktivitas mereka. ini menunjukkan bahwa kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan kalsium, yang diperlukan agar setiap otot berkontraksi “(Sumber: http://www.sciencedaily.com/releases/2010/01/100127095916.htm ). Jus buah delima memiliki reputasi untuk menurunkan kolesterol (dan kita sudah membahas bagaimana mengurangi kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan fungsi rahim), meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan apakah jus delima atau buah itu sendiri akan memiliki efek merangsang rahim- mirip dengan yang dihasilkan oleh ekstrak biji delima. konsumsi jus buah delima akan mempromosikan dan meningkatkan kontraktilitas uterus, minum selama kehamilan ternyata dapat melindungi bayi dari cedera otak yang disebabkan oleh rendahnya kadar oksigen dan berkurangnya aliran darah (Sumber: http://news.wustl.edu/news/Pages/5484.aspx). Ini mungkin akan bermanfaat (dalam banyak hal) untuk minum jus buah delima selama kehamilan dan persalinan. Dan, sementara dosis yang aman belum tetapkan untuk penggunaan ekstrak biji delima sebagai stimulan rahim, mungkin perlu bagi Anda untuk mendiskusikan dengan dokter atau bidan, jika Anda lebih memilih untuk menghindari Pitocin/oksitosin injeksi sebagai tindakan pencegahan atau pengobatan untuk perdarahan postpartum.

7. Menghindari tidur terlentang

Selama ini menghindari tidur terlentang dianjurkan hanya pada saat masa kehamilan (terutama trimester kedua dan ketiga) dan pada saat melahirkan saja (posisi terlentang adalah posisi terburuk untuk bersalin). Ini disebabkan karena pertimbangan “tergencet-nya” atau tertekannya pembuluh darah besar yang kebetulan posisinya di tulang belakang. Dan bahkan bukan hanya posisi terlentang yang kurang baik, ibu berbaring telentang tapi semi-duduk, dengan bayi pada perutnya. Dalam posisi ini, berat bayi ditambah berat rahim akan cenderung menekan vena cava (sumber: Birth and Breastfeeding, p. 47-48). Saat membaca buku ini memang terlintas dalam benak saya bagaimana dengan proses IMD jika posisi terlentang sangat tidak di anjurkan bahkan setelah persalinan untuk mencegah perdarahan post partum. Mungkin saat IMD bisa dilakukan dengan posisi setengah miring ya? Setidaknya Anda musti mencari posisi yang bagaimana yang dapat mengurangi penekanan pada vena cava tetapi tidak menghalangi proses IMD, karena IMD sendiri merupakan salah satu cara untuk mencegah perdarahan.

Atau bisa juga diterapkan posisi miring ke kiri pada klien atau ibu yang mengalami perdarahan post partum sedangkan ibu yang tidak mengalami perdarahan dapat tetap terlentang untuk sementara waktu pada fase IMD. Ini mungkin bisa menjadi point pembahasan lagi di suatu hari nanti…dan saya masih akan terus mencari bagaimana solusi terbaik menyangkut hal ini 😉

8. Hindari blitz kamera

Mengambil foto bayi baru lahir merupakan salah satu hobi saya ;), namun ternyata ini juga dapat berdampak negatif pada lingkungan jika Anda menggunakan Blitz, cahaya yang sangat menyilaukan sangat mengganggu proses. Sehingga jangan menggunakan blitz pada saat memotret ibu bersalin atau bayi baru lahir.

 

Nah semoga ini bisa bermanfaat bagi Anda

Salam hangat

Yesie Aprillia

About The Author

Praktisi dan trainer hypnobirthing dan gentle birth, Penulis buku kesehatan, Pemilik dan bidan dari Klinik Bidan Kita, salah satu pelopor dan penggiat Gentle Birth di Indonesia