Jika Anda memiliki dua anak dengan jarak umur yang cukup dekat atau Anda mendapati bahwa Anda sedang hamil namun Anda belum siap untuk menyapih si kakak, tandem nursing mungkin dapat menjadi solusi bagi Anda.

Tandem nursing adalah kondisi dimana Anda menyusui dua anak dalam jangka waktu yang bersamaan. Ada dua bentuk tandem nursing, yaitu ketika Anda menyusui anak kembar, atau menyusui anak Anda yang baru lahir sembari masih menyusui si kakak.

Tandem nursing mempunyai berbagai cara, seperti:

  • Menyusui si kakak terlebih dahulu untuk mengurangi pembengkakan lalu kemudian menyusui si adik;
  • Menyusui si adik terlebih dahulu untuk memastikan bahwa dia mendapatkan ASI paling banyak;
  • Menyusui keduanya sekaligus dengan satu bayi di setiap payudara.

Mitos-mitos mengenai menyusui selama kehamilan

Selama ini mungkin Anda pernah atau bahkan sering mendengar mengenai cerita-cerita mengenai menyusui selama kehamilan yang membuat Anda merasa takut atau khawatir untuk melakukan tandem nursing. Berikut ini adalah beberapa mitos-mitos yang cukup umum mengenai menyusui selama kehamilan dan perlu diluruskan:

  1. Anda tidak dapat hamil selama menyusui

Fakta: Tubuh Anda memang telah didesain untuk menunda ovulasi selama menyusui. Namun, Anda masih dapat hamil bahkan selama menyusui. Setelah melahirkan, terjadinya ovulasi dapat sangat berbeda-beda setiap orang. Ada beberapa orang yang mengalami ovulasi 6 minggu setelah melahirkan dan adapula yang mengalami ovulasi 1 tahun setelah melahirkan.

  1. Si adik tidak akan mendapat cukup nutrisi apabila Anda menyusui selama kehamilan

Fakta: Tubuh Anda cukup pintar untuk mencukupi kebutuhan nutrisi Anda, si kakak, dan si adik. Bila Anda dapat hamil ketika Anda masih menyusui si kakak, maka artinya Anda cukup sehat untuk mengatasi situasi tersebut. Segera setelah Anda hamil, tubuh Anda akan bekerja keras untuk menyediakan nutrisi yang cukup baik bagi si kakak maupun si adik. Ingatlah untuk selalu mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, serta memastikan bahwa Anda mengkonsumsi cukup kalori dan cukup cairan untuk mencukupi kebutuhan Anda, si kakak, dan si adik. 

  1. Si kakak akan menyapih secara otomatis jika Anda hamil

Fakta: Ketika Anda hamil, tubuh Anda akan mengalami perubahan hormonal yang membuat ASI Anda berubah rasa. Selain itu, Anda mungkin akan merasakan bahwa menyusui selama kehamilan membuat Anda merasa sakit akibat puting Anda yang sensitif. Anda mungkin juga merasa mual dan mood Anda ketika Anda menyusui selama kehamilan mungkin juga akan berubah. Terkadang Anda mungkin merasa sebal dan tidak ingin menyusui dan si kakak mungkin akan terlihat cranky dan moody. Beberapa ibu mungkin salah paham dan mengira bahwa perilaku si kakak yang seperti itu merupakan tanda bahwa si kakak telah siap disapih. Diskusikanlah hal ini dengan si kakak, pasangan Anda, atau bahkan provider Anda terlebih dahulu apabila hal ini terjadi.

  1. Menyusui selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran

Fakta: Mitos yang satu ini sebenarnya didasarkan oleh fakta bahwa segera setelah melahirkan, tubuh Anda akan dibanjiri dengan hormon oksitosin yang menyebabkan adanya kontraksi. Namun, kontraksi ini akan berhenti segera setelah rahim Anda pulih. Selain itu, berdasarkan penelitian, rahim Anda tidaklah sensitif terhadap oksitosin di awal kehamilan. Sensitivitas rahim terhadap oksitosin akan mulai meningkat ketika umur kehamilan Anda telah mencapai 37 minggu. Keguguran memang dapat disebabkan oleh berbagai hal, namun menyusui bukanlah salah satunya.

  1. Menyusui selama kehamilan dapat menyebabkan kelahiran prematur

Fakta: Sama seperti mitos bahwa menyusui selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, mitos ini juga didasarkan fakta bahwa stimulasi puting dapat membuat tubuh Anda memproduksi hormon oksitosin yang dapat menimbulkan kontraksi. Namun faktanya adalah rahim Anda akan mempersiapkan diri untuk melahirkan hanya jika ia sudah siap. Menyusui tidak dapat menyebabkan kelahiran prematur sebelum rahim Anda memberi lampu hijau.