Bagi saya, “guru” dalam proses persalinan adalah klien klien saya, saat saya melakukan pemeriksaan dalam, ternyata setiap tubuh wanita mempunyai pola bahkan bentuk yang berbeda pada serviksnya, bahkan pola pembukaannya pun berbeda.

Semuanya unik. Dan bayi bukanlah sekedar seperti buah semangka yang pasif diam saja, tapi saat persalinan bayi itu bergerak. Dan bahkan kalau boleh saya mengatakan bahwa yang menjadi “lokomotif” saat persalinan dan proses pembukaan adalah bayi itu sendiri.

Pergerakan kepala bayi yang memberi tekanan kepada serviks sehingga servik membuka-pun berbeda antara bayi satu dengan bayi yang lain, posisi kepala bayi pun juga berbeda antara bayi satu dengah  bayi yang lain.

Ada yang ubun ubun kecilnya tepat di jam 12 sehingga tekanan ke serviks lebih rata dan membuat serviks menjadi lebih cepat berada dalam posisi medial dan membuka, ada yang kepalanya miring (oblique) sehingga pola tekanan ke serviks berbeda sehingga membuat serviks lambat untuk membuka.

Beberapa ibu bersalin pun memiliki pola kontraksi yang berbeda. Ada yang intens tiap 3-5 menit sekali dengan intensitas yang kuat dan durasi yang panjang, sehingga proses persalinan menjadi jauh lebih cepat, namun ada juga ibu yang pola kontraksinya 5-10 menit dengan durasi yang singkat dan intensitas yang tidak terlalu kuat.

Dan bahkan pola kontraksi atau bagaimana kontraksi terjadi sangat dipengaruhi oleh psikologi sang ibu, juga lingkungan. Tidak sedikit ibu yang mengalami kontraksi yang intens 3-5 menit sekali saat berada di rumah , namun tiba tiba kontraksinya melambat dan menjadi ringan saat dia tiba di RS. Coba Anda ingat kembali pengalaman kontraksi Anda kemarin? Kok bisa begitu hayo? hehehe

Setiap ibu dan bayi adalah unik, dan melahirkan adalah sebuah perjalanan yang jauh melampaui batasan sekedar membuka dan mendorong / menarik keluar seorang bayi dari perut ibunya. Ini adalah proses biologi, hormonal, proses yang sangat dipengaruhi oleh kondisi mental, emosional, bahkan spiritual.

“tahap persalinan dan panjangnya proses persalinan tiap orang sangat berbeda beda” bahkan inipun berlaku untuk bagi para wanita yang sudah mempersiapkan diri secara sadar untuk melahirkan& bergizi baik. Contohnya demikian:

  • Klien 1 (bunda Dias, G1 Po Ao) sejak 20 minggu bunda Dias sangat semangat mempersiapkan segala sesuatu untuk proses persalinannya kelak, mulai dari yoga prenatal, makan makanan organic dan dengan gizi seimbang, relaksasi hypnobirthing, meditasi dll, dan saat hari H, proses persalinan berlangsung dengan sangat lancar tanpa hambatan, bahkan budan Dias tidak perlu mengejan saat melahirkan, karena bayinya meluncur begitu saja .
  • Klien 2 (budan Ratih, G1 P0 A0) beliau adalah adik kandung bunda Dias, mengetahui proses persalinan kakaknya yang begitu lancar, bunda Ratih pun berusaha mengikuti jejak bunda Dias, dia mempersiapkan diri sama persis dengan budna Dias. Nah namun ternyata di Hari Ha, proses persalinan bunda Ratih berlangsung lama, dan dia harus mengejan dengan kuat saat melahirkan bayinya, nah ternyata posisi kepala bayinya bunda Ratih memang Oblique (miring) lalu ada 2 lilitan tali pusat di bayi bunda Ratih. Dan itulah yang diduga menyebabkan proses persalinan bunda Ratih lebih lama di banding bunda Dias.

Nah dari kedua kasus itu? Mana  yang Normal? Apakah bunda Dias yang Normal dan bunda Ratih tidak? Atau sebaliknya? Ata kedua duanya Normal? Lalu apa definisi Normal sebenarnya? ## Mari Merenung kembali.

Lingkungan Dapat Berperan

Memang benar bahwa lingkungan dapat memiliki dampak besar pada persalinan. Anda tahu bahwa seekor hewan betina yang hendak melahirkan, selalu mencari kesendirian, ketenangan, dan bahkan kegelapan untuk melahirkan. Karena proses persalinan Ini benar-benar dianggap suci bagi para Induk hewan/hewan betina yang melahirkan – contoh yang paling mudah dan nyata adalah KUCING.

Sampai detik ini saya tidak pernah melihat secara “LIVE” proses persalinan kucing kampung, yang saya tau saat membuka almari tiba tiba ada induk kucing bersama anak anaknya yang baru saja lahir. Saat ternyata proses persalinan si induk belum tuntas (masih ada bayi di perutnya, dan dia hendak melahirkan kembali) tapi saya melihatnya, yang terjadi adalah si induk tadi “menghentikan” proses persalinannya.

Dan ketika saya meninggalkan nya, lalu kembali untuk melihat kondisi si kucing, ternyata di almari itu saya sudah tidak menemukan mereka satupun, ternyata si induk menghentikan persalinan, lalu membawa serta anak anaknya pergi mencari tempat yang lebih aman, nyaman dan lebih hangat tanpa gangguan untuk melanjutkan persalinannya kembali.

Begitu bukan?

Tubuh anda juga perlu ketenangan, privasi, dan bahkan pencahayaan yang rendah untuk melahirkan. Melahirkan adalah selayaknya sebuah orkestra hormonal yang luar biasa di detik dan situasi tertentu sang hormon ada yang naik dan ada yang turun secara harmonis.

Pengamat persalinan yang ketat, bunyi mesin yang berisik, lampu yang terang, udara dingin – bahkan bergerak dari satu lingkungan ke lingkungan yang lain (dari rumah ke rumah sakit, misalnya) dapat mengganggu proses persalinan itu sendiri.

Apa yang Bisa Anda Lakukan

Mari Memahami lingkungan yang dapat dan tidak memiliki dampak yang kuat pada proses persalinan Anda. Mengambil langkah-langkah untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana Anda akan merasa nyaman. Pastikan bahwa provider Anda mengormati dan menghargai pilihan atau keinginan Anda. Hindari pemeriksaan yang rutin dan ketat (tiap 4 jam di periksa dalam dll),  Pertimbangkan pencahayaan dan apa yang Anda inginkan di lingkungan Anda. ingat untuk memberikan diri Anda waktu untuk merasa aman dan aman setelah transisi dari rumah ke RS/Klinik.

Anda harus benar-benar proaktif jika Anda berencana untuk melahirkan di rumah sakit. Kebijakan dan prosedur dapat membuat persalinan terganggu dan benar-benar menantang. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah untuk benar-benar mempersiapkan diri untuk melahirkan – baik dengan pengetahuan dan keterampilan. Itu memberi Anda keuntungan untuk dapat beradaptasi dan bekerja sama dengan kebijakan rumah sakit.

Tapi jangan berhenti di situ – berdayakan diri sendiri dan bayi Anda. Anda bisa mencari atau meminta seorang bidan atau doula untuk mendampingi Anda melahirkan dengan nyaman, redupkan pencahayaan, mintalah dilakukan pemantauan janin intermiten karena Pemantauan terus menerus menempatkan Anda pada kerugian besar dan tidak memiliki bukti ilmiah untuk mendukung persalinan 5.  Bangunlah, bergerak, dan upayakan bayi untuk dilahirkan dalam lingkungan di mana Anda merasa aman dan didukung.

Emosi sangatlah Berperan

Seperti yang saya sebutkan di atas, lahir bukan acara mekanis, atau bahkan fisik. wanita perlu mengalami banyak proses selama persalinan – bahkan jika mereka telah melahirkan sebelumnya.

Anda mungkin sudah mendengar bahwa rasa takut dapat menghambat proses persalinan dan itu sangat benar. Rasa  Takut bisa menghentikan proses persalinan seperti halnya pada induk hewan seperti cerita kucing di atas, atau wanita yang melahirkan di alam liar.

Tubuh Anda tidak membedakan antara takut karena ada  singa berkeliaran dan ketakutan yang berhubungan dengan kelahiran modern.

Mereka semua dapat menghentikan proses persalinan sehingga Anda seharusnya mencari suatu tempat Anda yang dapat mengatasi ketakutan ini selama kehamilan dan dimana Anda merasa “aman.” – Dan lagi, mari membuat pilihan secara sadar tentang lingkungan melahirkan Anda.

Ada kekhawatiran lain yang mungkin muncul selama persalinan. Beberapa mungkin terkait dengan bayi, kemampuan Anda untuk menjadi ibu yang baik, atau bahkan masalah hubungan (dengan pasangan, orang tua, dan lain-lain). Semua hal ini dapat memperlambat persalinan saat Anda tidak mampu mengolahnya.

Apa yang Bisa Anda Lakukan

Luangkan waktu untuk mempertimbangkan ketakutan atau kecemasan tentang proses persalinan dan bagaimana cara melalui itu semua. Hal ini sangat penting baik untuk ibu yang baru pertama kali melahirkan dan ibu yang merencanakan VBAC. Juga  berlaku untuk setiap ibu, dalam setiap kehamilan.

bahkan jika Anda benar-benar siap selama kehamilan dan mempertimbangkan segala sesuatu yang Anda bisa memikirkan, lalu ada saat-saat dimana tiba tiba Anda khawatir akan  “sesuatu” – apa pun yang mungkin – muncul selama persalinan. Bisa jadi sesuatu yang belum terselesaikan sejak lahir lain atau hubungan, atau khawatir yang Anda miliki tentang masa depan. Apapun itu, hargai lalu luangkan waktu untuk mengatasinya.