saya masih ingat sekali dengan omongan nenek nenek jaman dulu sewaktu saya masih kecil. mereka “niteni/menandai” bahwa bentuk tengkorak kepala bayi itu erat kaitannya dengan tumbuh kembang bayi.

dulu saya hanya di beri tahu bahwa kalau kepala bayi bulat dan dimetris dengan dahi yang sedikit menonjol itu artinya anaknya bakalan cerdas. sedangkan bayi bayi yang kepala belakangnya datar artinya perkembangannya akan sedikit terlambat, akan ada keterlambatan bicara dan daya tangkap sedikit terlambat. walaupun ini bisa di adjust dan di rangsang terus dan banyak juga yang tidak ada masalah.

saat itu saya sempat berfikir, “ah…itu ilmu kuno!” namun ternyata setelah belajar lagi dan lagi, Ilmu simbah saya dulu BENAR adanya. silahkan lihat di penelitian ini

panduan-audio-hypnofertility-ads

itulah kenapa simbah jaman dulu begitu cerewet menyuruh anak anaknya untuk menggonta ganti posisi kepala bayi baru lahir saat tidur supaya bentuk kepalanya bagus. dan ternyata memang ada alasan ilmiahnya.

Brachycephaly

Brachycephaly adalah suatu kondisi yang ditandai dengan area pipih di bagian belakang tengkorak.

bayi dengan bentuk Brachycephaly memiliki tengkorak yang relatif lebar dan pendek (biasanya dengan lebar setidaknya 80 persen dari panjangnya). bayi dengan brachycephaly, kepalanya juga sering lebih tinggi di bagian belakang dan seluruh bagian belakang kepala bisa tampak benar-benar datar, dengan tidak adanya pembulatan ke arah leher. Brachycephaly adalah salah satu bentuk sindrom kepala datar dan dapat ditemukan dalam isolasi atau kombinasi dengan plagiocephaly

Apa Penyebab Brachycephaly?

Brachycephaly berkembang ketika pertumbuhan alami kepala bayi mengalami tekanan eksternal, yang pada gilirannya menghambat pertumbuhan di area kepala tersebut. Selama masa bayi awal, tengkorak bayi masih cukup lunak untuk dibentuk oleh tekanan eksternal ini, yang dapat menyebabkan area tengkorak berubah bentuk dan mengakibatkan brachycephaly.

Ada berbagai penyebab brachycephaly dari tekanan eksternal ini, yang bisa terjadi sebelum lahir di dalam rahim ibu atau sebagai akibat dari tekanan eksternal di luar rahim. Penyebab brachycephaly yang paling umum adalah:

  • Tekanan saat tidur: bayi dilahirkan dengan tengkorak yang lembut dan lentur yang cenderung berkembang selama masa bayi. Perataan tengkorak dapat terjadi jika bayi Anda cenderung tidur dalam satu posisi setiap malam, oleh karena itu memberikan tekanan ke area yang sama di kepalanya. Seiring berkembangnya area yang rata, bayi Anda mungkin akan menjadi lebih terbiasa dengan posisi tersebut. Atau, kepala mereka mungkin secara alami berguling ke posisi itu.
  • Penyebab Bawaan Brachycephaly

beberapa penyebab bawaan Brachycephaly antara lain:

  • Ukuran kepala besar: beberapa bayi hanya memiliki ukuran kepala yang lebih besar dari yang lain dan otot-otot bayi yang sangat muda tidak dapat memindahkan kepala dari posisi rata.
  • posisi posterior: bayi bisa lahir dengan bentuk kepala brachycephaly karena posisinya di dalam rahim atau turun ke jalan lahir. biasanya ini terjadi pada janin dengan  posisi telentang sebelum dilahirkan.
  • Oligo Hidramnion (tingkat cairan ketuban rendah): ketika kantung ketuban ibu tidak mengandung cukup cairan, bantalan di dalam rahim juga akan berkurang. Selain itu, jika terdapat banyak bayi dalam kandungan, seperti kembar, Lingkungan prenatal ini dapat memberikan tekanan berlebih pada tengkorak bayi dan mengakibatkan bentuk kepala brachycephalic.

beberapa issue kesehatan yang potensial terjadi pada kasus brachycephalic antara lain:

  • pandangan mata kabur
  • skoliosis
  • keterlambatan tumbuh dan kembang
  • terlambat bicara
  • terjadi kesulitan dalam mengunyah makanan

Plagiocephaly