Baiklah…..saya akan mencoba berbagi informasi yang pasti berguna bagi Anda.

Apakah Ada laporan ibu hamil yang terinceksi COVID-19 selama ini?

Seorang ibu hamil dengan umur kehamilan 38 minggu di Harbin, Cina, terinfeksi virus ini pada Januari 2020. Sebuah operasi caesar darurat dilakukan dan seorang bayi perempuan lahir  sehat dengan skor Apgar yang baik (menunjukkan status kesehatan yang baik). Ibu dan bayi keduanya stabil secara postnatal. dan bayi itu tidak terinfeksi virus!

Sayangnya, ini tidak terjadi pada ibu hamil lain yang terinfeksi yang melahirkan bayinya pada bulan Februari 2020. Keduanya dinyatakan positif.

panduan-audio-hypnofertility-ads

Namun, ini bertentangan dengan penelitian kecil yang diterbitkan oleh Lancet. 9 ibu hamil yang terinfeksi yang bayinya dilahirkan melalui operasi caesar tidak ditemukan memiliki tanda-tanda infeksi. Ini menimbulkan keraguan pada transmisi vertikal.

Apabila Anda sedang hamil, apakah COVID-19 dapat menyerang bayi Anda?

Sampai saat ini, kita masih belum mengetahui apakah ibu hamil yang positif terkena COVID-19 dapat menularkan penyakitnya ke si bayi dalam kandungan. Namun, sampai sekarang, berdasarkan kasus yang ada, tidak ditemukan adanya virus di air ketuban maupun ASI.

Untuk proses persalinan, ada beberapa laporan mengenai masalah yang timbul kepada ibu yang menderita COVID-19 (seperti kelahiran prematur). Namun, belum ada bukti yang jelas bahwa hal tersebut disebabkan oleh COVID-19. Jika Anda melahirkan ketika Anda positif terkena COVID-19, maka tes COVID-19 akan dilakukan pada bayi Anda.

Apa yang harus Anda lakukan untuk mencegah COVID-19?

Saat ini, belum ada vaksin dan obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati COVID-19. Antibiotik juga tidak membantu karena mereka bekerja melawan bakteri, dan bukan virus. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri Anda dari COVID-19, hal tersebut adalah:

  • Sering mencuci tangan

Ingatlah untuk selalu mencuci tangan Anda dengan air dan sabun selama sekitar 20 detik, terutama setelah Anda berada di tempat umum, batuk, bersin, atau membersihkan hidung Anda. Jika air dan sabun tidak tersedia, gunakan hand sanitizer yang mengandung sekurangnya 60% alkohol. Hindarilah menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda sebelum Anda mencuci tangan.

  • Hindari kontak fisik

Hindarilah kontak fisik dengan orang yang terinfeksi dan apabila COVID-19 telah tersebar di lingkungan Anda, jaga jarak Anda dengan orang lain dan hindari tempat-tempat umum, kerumunan, dan perjalanan yang tidak perlu (terutama ke daerah atau negara yang mempunyai banyak kasus COVID-19).

  • Tinggal di rumah

Tetaplah berada di dalam rumah apabila Anda sakit, kecuali apabila Anda harus pergi untuk mencari bantuan medis. Jika Anda tidak dalam kondisi sakit, tetaplah berada di rumah sebanyak mungkin untuk mengurangi resiko terkenanya COVID-19, apabila jika telah terdapat kasus COVID-19 di daerah Anda.

  • Tutupi mulut dan hidung Anda

Tutupi mulut dan hidung Anda menggunakan tisu atau siku Anda apabila Anda batuk atau bersin. Ingatlah untuk membuang tisu tersebut setelah Anda menggunakannya, dan segera cuci tangan Anda dengan air dan sabun selama sekurangnya 20 detik atau gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol sekurangnya 60%.

  • Gunakan masker apabila Anda sakit

Apabila Anda sakit, gunakan masker ketika Anda berada di sekitar orang lain. Apabila Anda tidak dapat menggunakan masker (contohnya apabila masker membuat Anda kesulitan bernafas), ingatlah untuk selalu menutup mulut dan hidung Anda ketika Anda batuk atau bersin. Selain itu, orang yang merawat Anda harus menggunakan masker apabila mereka memasuki ruangan. Jika Anda tidak dalam kondisi sakit, Anda tidak perlu menggunakan masker kecuali apabila Anda sedang merawat orang yang sakit (dan orang tersebut tidak dapat menggunakan masker).

  • Gunakan desinfektan

Bersihkan dan semprotkan desinfektan ke permukaan yang sering Anda sentuh, seperti meja, gagang pintu, keyboard, wastafel, handphone, dan lainnya. Jika permukaan tersebut kotor, bersihkan terlebih dahulu menggunakan detergen atau sabun dan air sebelum Anda menyemprotkan desinfektan. Anda dapat membuat desinfektan dengan menggunakan campuran klorin (contohnya seperti bayclin) dengan rasio 5 sendok makan klorin per 3 liter air atau 4 sendok teh klorin per 1 liter aiir. Anda juga dapat membuat desinfektan menggunakan alkohol sebesar sekurangnya 70%.