Kapan Sebaiknya Anda menghentikan olahraga lalu periksa ke Dokter?

Anda harus segera mencari saran medis jika Anda menderita salah satu dari gejala berikut saat berjalan:

panduan-audio-hypnofertility-ads
  • Pusing, keletihan, sesak napas, pingsan, kontraksi, penglihatan kabur, perdarahan vagina, kelemahan otot, nyeri dada, penurunan gerakan janin, pembengkakan atau nyeri di betis, dan keluarnya cairan ketuban.
  • Juga, jika Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru atau kehamilan yang berisiko tinggi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mulai berolahraga.

 

Pertanyaan yang Sering muncul

  1. Apakah Berjalan cepat (power walk) bisa Menginduksi Persalinan?

Berjalan adalah salah satu cara yang umum direkomendasikan untuk menginduksi persalinan secara alami. Gravitasi bekerja di sini. Sambil berjalan, bayi bergerak lebih jauh ke bawah menuju  leher rahim. Ini juga menerapkan tekanan ritmis dan tekanan merangsang tubuh Anda untuk melepaskan hormon oksitosin, yang mengatur dan memicu kontraksi. Serviks melebar dan membuat janin diposisikan pada posisi yang  optimal.

  1. Apakah buruk jika berjalan terlalu banyak selama kehamilan?

Berjalan adalah salah satu latihan terbaik, dan sama sekali tidak buruk untuk berjalan terlalu banyak selama kehamilan. Anda dapat memulai tergantung pada tingkat kebugaran Anda sebelum konsepsi Anda. Tetap aktif bermanfaat bagi Anda dan bayi Anda. Konsultasikan dengan bidan atau doktermu Anda sebelum Anda memulai olahraga berjalan.

Semoga posting kami membantu Anda memahami mengapa berjalan baik selama kehamilan. Jika Anda memiliki saran atau poin lain untuk dibahas, silakan berbagi di bagian komentar.

[1]https://health.gov/paguidelines/guidelines/summary.aspx