fear-of-doctors

“Kalau terjadi apa apa dengan Anda dan bayi Anda, Kami tidak Mau tanggung jawab lho.”

Kata ini adalah kata kata pamungkas dan merupakan momok terbesar ketika orang mau melahirkan.

Nah kok bisa? saya akan ceritakan detailnya.

Siang ini saya mendapatkan klien pasangan suami istri yang berniat untuk melakukan proses melahirkan normal setelah sebelumnya operasi SC (Baca: VBAC / Vaginal Birth After Caesarean) saat ini sang ibu belum hamil, tetapi beliau ingin sekali belajar dan mempersiapkan diri sebelum hamil dengan niatan kelak jika di ijinkan untuk hamil kembali, maka beliau berniat untuk melahirkan dengan cara normal alami per vaginam.

panduan-audio-hypnofertility-ads

Tiga (3) tahun yang lalu bunda Rianty (Nama Samaran) hamil anak pertamanya. Karena ingin sekali melahirkan secara normal alami, beberapa persiapan beliau lakukan, mulai dari jalan pagi, mengikuti senam hamil, yoga dan rutin periksa di Bidan. Karena rencana mereka adalah melahirkan normal, maka mereka memutuskan untuk mencari bidan terdekat agar bisa melahirkan normal. Nah ketika usia 36 minggu, tiba tiba bunda Rianty mendapatkan kabar dukacita dari temennya yang meninggal karena melahirkan di tempat praktek bidan karena perdarahan.

Syok, kaget, panik dan takut membuat bunda Rianty menjadi Down mentalnya, apalagi setelah melayat di rumah temannya tersebut, bunda Rianty semakin down, ketakuan, kepanikan selalu melanda pikirannya, tensinya tiba tiba menjadi tinggi dan tubuhnya merasa tidak nyaman. Bayang bayang perdarahan dan meninggal selalu menghantui malam nya.

Dan semenjak itu, “haluan” mereka berubah….bunda Rianty dan suami mulai rutin memeriksakan kehamilannya di RS , dengan alasan biar bisa terdeteksi secara dini jika terjadi apa-apa dalam kehamilannya.

Tepat 4 minggu setelah kejadian meninginggalnya temannya itu, bunda Rianty mengalami Flek dan kontraksi, dan serta merta beliau ke RS. Saat itu ternyata sudah pembukaan 1 cm. Dan pihak RS mengharuskan budan Rianty untuk segera mondok atau stay /menginap di RS tersebut. Saat itu bunda Rianty bernegosiasi dengan pihak RS untuk pulang dahulu karena menurut yang bunda Rianty baca dari beberapa buku dan artikel bahwa pembukaan 1 cm menuju pembukaan lengkap (10cm) masih sangat lama, bisa beberapa jam bahkan bisa beberapa hari, apalagi karena saat itu kontraksi yang beliau rasakan belum intens. Namun pihak RS lagi lagi menolak permintaan Bunda Rianty.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here