Proses menyusui yang susah payah karena proses perlekatan yang kurang sempurna membuat bunda Riyanti semakin stres. Dan beliau sangat trauma.

Nah seiring dengan waktu, pelan pelan bunda Riyanti berusaha untuk mengevaluasi kejadian yang menimpa dirinya 3 tahun yang lalu.

Satu pertanyaan yang muncul saat itu…

Saat sang dokter memberi peryataan :

panduan-audio-hypnofertility-ads

“Terserah bapak dan ibu, TAPI KALAU TERJADI APA APA dengan BAYI Anda, kami tidak mau tanggung jawab.”

Apa yang akan mereka lakukan apabila :

  1. Bunda Riyanti menyetujui perintah dokter untuk SC, namun ternyata tetap Terjadi apa-apa atau terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan , misalnya kejadian yang paling buruk (ibu meninggal, anak meninggal atau keduanya meninggal), padahal beliau melakukan SC karena “ancaman” tenaga kesehatan dimana jika tidak mau Operasi, maka sang Dokter tak mau tanggung jawab. Nah jika kejadiannya seperti ini, apakah sangpihak provider tetap mau tanggung jawab? (ganti rugi misalnya?membiayai semua biaya RS yang sudah dikeluarkan? Atau bentuk tanggung jawab lain?) atau bagaimana?
  2. Bunda Riyanti tidak menyetujui perintah dokter untuk SC, kemudian memaksa untuk pulang dulu dan kembali lagi jika ada kemajuan persalinan, apakah sang dokter tidak mau melayani atau menerima?

Okay mungkin kita harus mulai terbuka dan mulai belajar memahami dan juga belajar berubah.

Kalau kita lihat di dunia medis, kita tahu bahwa posisi Dokter, Bidan , Perawat adalah posisi TOP atau mohon maaf sebelumnya…..kalau mau meng-kasta kan posisi kami adalah kasta brahmana. Sedangkan posisi pasien adalah kasta Sudra.

Beda dengan profesi lain seperti pengacara dan kliennya, atau pedagang dengan pembeli, maka yang kasta brahmana adalah si pembeli dan si klien karena mereka yang punya uang dan mereka yang beli.

Nah sayangnya di dunia kebidanan, ibu hamil dan ibu bersalin dianggap sebagai PASIEN bukan KLIEN

Nah apa bedanya PASIEN dan KLIEN?

Gampangnya , Pasien adalah Orang Sakit sedangkan Klien adalah pelanggan atau orang sehat

Sehingga sebagai pasien posisi nya adalah harus tunduk dan patuh kepada dokter, bidan yang merawatnya sehingga ibu bersalin tidak punya banyak pilihan. Bahkan ketika itu bersangkutan dengan tubuhnya, bayinya juga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here