Keuntungan Melahirkan Normal Alami

1. Memungkinkan Anda Menghindari Intervensi

Manfaat  persalinan alami adalah Anda menghindari campur tangan intervensi yang seringkali ada dalam proses persalinan. seringkali karena kurangnya pengetahuan membuat si Ibu menjadi tidak memahami apa yang terjadi dalam tubuhnya, sehingga ketika rasa sakit datang, karena kurangnya pengetahuan tentang strategi penanggulangan untuk mengatasi rasa sakit, maka akhirnya memilih epidural untuk manajemen rasa sakit. padahal Ketika seorang ibu bersalin memilih menggunakan epidural, sejumlah kecil obat bius disuntikkan ke dalam ruang epidural yang mengelilingi sumsum tulang belakang. maka Anestesi mematikan saraf tulang belakang dan menghalangi sinyal nyeri, yang menyebabkan efek samping. Efek samping epidural yang umum termasuk penurunan tekanan darah dan demam.

proses persalinanpun juga akan memakan waktu lebih lama saat epidural digunakan, dan mungkin akan membuat  beberapa bayi kesulitan untuk masuk ke posisi terbaik dan optimal untuk kelahiran. Untuk alasan ini, penelitian menunjukkan bahwa ketika seorang ibu bersalin yang menggunakan epidural, maka kemungkinan penggunaan vorcep dan vaccum menjadi lebih tinggi dalam proses persalinannya  (3)

panduan-audio-hypnofertility-ads

Epidural biasanya merupakan intervensi pertama selama persalinan, dan ini dapat menyebabkan lebih banyak intervensi diperlukan. Tubuh wanita dirancang untuk melahirkan secara alami, dan hormonnya membantu memperlancar persalinan. Salah satu hormon terpenting adalah oksitosin, yang bertanggung jawab untuk merangsang kontraksi. Oksitosin membantu kemajuan persalinan secara alami, namun dengan produksi epidural, oksitosin alami terhambat, mengakibatkan penurunan konsentrasi plasma oksitosin.

Karena epidural biasanya memperlambat proses persalinan, ini mengarah pada intervensi berikutnya – pitocin atau syntocinon, yang merupakan bentuk oksitosin sintetis , maka Kadang pitocin digunakan untuk menginduksi persalinan juga. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Anesthesia menemukan bahwa pasien yang diinduksi beresiko tinggi mengalami operasi sesar . (4)

Operasi sesar menghasilkan peningkatan rasa sakit, termasuk sakit kepala dan sakit punggung, serta peningkatan risiko perdarahan dan ruptur uterus (pecah rahim). Operas sesar juga menyebabkan risiko cedera pada kandung kemih lebih tinggi dan infeksi kandung kemih pasca persalinan atau inkontinensia. operas sesar juga menimbulkan risiko pada bayi.  penelitian di Rumah Sakit Ninewells dan Sekolah Kedokteran di Inggris melaporkan 69 persen insiden kematian janin yang lebih tinggi dalam operasi sesar dibandingkan dengan kelahiran per vaginam. Ada juga kemungkinan laserasi janin, kesulitan pernafasan, transisi yang tidak memadai hingga kelahiran dan peningkatan insidensi penggunaan ventilasi. (5)