2. Memungkinkan Anda Bergerak dengan BEBAS

Berbaring telentang saat persalinan bisa mengakibatkan kualitasĀ kontraksi tidak baik, distosia (kegagalan kemajuan persalinan), dilatasi lambat (proses pembukaan serviks yang sangat lambat), persalinan yang berkepanjangan, dan kegagalan kepala bayi untuk turun ke panggul . proses persalinan yang dilakukan dengan berbaring telentang meningkatkan tingkat operasi C-section karena gawat janin atau kegagalan kemajuan dan penurunan kepala janin. Sayangnya, istirahat di tempat tidur diperlukan setelah epidural karena kaki ibu itu mati rasa dan dia berisiko jatuh, dan mereka harus dipantau untuk memastikan detak jantung bayi distress.

Selain itu, istirahat di tempat tidur dapat menyebabkan lebih banyak rasa sakit, yang memerlukan obat nyeri tambahan.

Penelitian menunjukkan bahwa gerakan tak terbatas selama persalinan memungkinkan sang ibu untuk menemukan posisi yang lebih nyaman baginya. dan ketika si ibu bisa bergerak sesuai dengan yang dia inginkan, maka rasa sakit ibu akan berkurang, memudahkan sirkulasi Oksigen pada ibu dan janin, meningkatkan kualitas kontraksi rahim, dan memudahkan penurunan kepala janin. Posisi seperti cat cow (merangkak) dapat mengurangi nyeri punggung yang berhubungan dengan posisi janin posterior, dan penggunaan shower atau bak mandi dapat membantu menghilangkan rasa sakit. (6)

panduan-audio-hypnofertility-ads

3. Mengijinkan dan memungkinkan Anda Makan dan Minum

Penelitian dari American College of Nurse-midwife menunjukkan bahwa kurangnya dukungan nutrisi selama persalinan dapat menyebabkan dehidrasi pada ibu, ketosis, hiponatremia dan peningkatan tekanan darah ibu. ibu yang melahirkan secara alami di rumah bersalin atau rumah sakit dapat makan dan minum dengan bebas, yang mendukung energi mereka selama persalinan.

4. Inisiasi Menyusui dengan Lebih Mudah

ketika proses persalinan menggunakan berbagai intervensi dan obat obatan, maka Bayi mungkin terkena dampak obatobatan tersebut, sehingga bisa mengganggu proses pemberian ASI. Proses persalinan dan kelahiran yang alami akan lebih mempersiapkan ibu dan bayi untuk menyusui. Praktek proses persalinan dengan diinduksi, intervensi rutin, epidural dan pemisahan ibu dan bayi dapat mengganggu proses menyusui dini.

Penelitian menunjukkan bahwa cara proses kelahiran mempunyai pengaruh kuat pada jam dan hari pertama menyusui. (7)