Ngidam merupakan hal yang umum terjadi selama kehamilan. Bahkan, menurut survey, sekitar 68% ibu hamil mengalami ngidam. Tipe ngidam ini dapat bermacam macam dan dapat muncul tiba-tiba tak kenal waktu. Ada yang tiba-tiba ngidam yang asin-asin, manis-manis, atau makanan yang sebelumnya Anda tidak sukai sekalipun. Namun, masalahnya, gimana kalau Anda tiba tiba mengidam sesuatu yang bukan makanan? Nah berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang pica

Apa itu pica?

Pica adalah jenis gangguan makan dimana seseorang ngidam atau mengkonsumsi makanan yang tidak seharusnya dikonsumsi selama sekurangnya 1 bulan. Pica ini cukup umum dialami oleh anak anak dan ibu hamil. Nama pica sendiri diambil dari nama latin dari burung murai yang bisa memakan hampir segalanya. Berikut ini adalah beberapa hal yang umum diinginkan seseorang yang memiliki pica diantaranya adalah:

panduan-audio-hypnofertility-ads
  • es batu
  • kertas
  • tanah liat
  • tanah
  • sabun
  • kapur
  • bedak bayi
  • abu
  • tepung jagung
  • beras
  • gandum
  • rambut
  • benang
  • kain
  • lem
  • remahan cat
  • metal
  • kerikil

Ketika Anda memiliki pica, Anda biasanya masih akan mengkonsumsi makanan biasa, hanya saja Anda juga menginginkan beberapa hal lain yang bukan makanan. Jenis pica ini dapat bermacam-macam. Keinginan untuk mengkonsumsi es batu dinamakan pagophagia, keinginan untuk mengkonsumsi sesuatu dari alam seperti tanah atau kerikil dinamakan geophagia, dan keinginkan untuk mengkonsumsi tepung-tepung mentah dinamakan amylophagia. 

Apa penyebabnya?

Tidak ada penyebab pasti yang mengakibatkan pica. Di beberapa kasus, pica disebabkan oleh kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi, zinc, atau lainnya. Untuk ibu hamil, anemia sering kali menjadi penyebab terjadinya pica. Namun, hal ini tidak berarti bahwa semua ibu yang mengalami pica memiliki anemia atau sebaliknya. Salah satu studi menunjukkan bahwa ibu hamil akan lebih beresiko untuk memiliki pica apabila ibu tersebut tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, serta memiliki riwayat atau budaya mengkonsumsi benda yang bukan makanan, seperti contohnya mengkonsumsi tanah liat sebagai obat di tradisi tertentu. Berdasarkan testimoni, para ibu tersebut percaya bahwa mereka tertarik dengan benda-benda tersebut karena bau, rasa, atau teksturnya. Selain itu, mereka juga menganggap bahwa benda-benda tersebut dapat meringankan morning sickness yang mereka alami. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai morning sickness, klik disini.