Saat seorang wanita hamil, maka terjadi banyak perubahan di dalam tubuhnya. Berbagai keluhan akan muncul Ketika si ibu tidak “aware” dengan perubahan di dalam tubuhnya. Dan keluhan yang paling sering dan seringkali dianggap sebagai sesuatu yang NORMAl adalah NYERI PUNGGUNG.

Nyeri punggung selama kehamilan sebagian besar dianggap normal dan diharapkan menghilang secara spontan setelah melahirkan. Lebih dari 50% wanita hamil melaporkan sakit punggung selama kehamilan. Dan menurut berbagai penelitian, prevalensi kejadian nyeri punggung pada ibu hamil ini dilaporkan bervariasi dari 24% hingga 90%.

Pada sepertiga wanita hamil, sakit punggung adalah masalah parah yang mengganggu kehidupan normal sehari-hari, mengganggu sebagian besar aktivitas kehidupan sehari-hari dan kehidupan seksual. Nyeri punggung dalam kehamilan terjadi dua kali lebih sering pada wanita dengan riwayat sakit punggung dan wanita yang pernah hamil sebelumnya.

Wanita yang lebih muda cenderung mengalami peningkatan risiko sakit punggung. Terjadinya nyeri panggul dikaitkan dengan kehamilan kembar, kehamilan pertama, tafsiran berat janin lebih besar dan Riwayat proses persalinan dengan bantuan forsep atau ekstraksi vakum. Wanita yang mengalami nyeri panggul selama kehamilan sebelumnya, 85% melaporkan kambuh pada kehamilan berikutnya.

panduan-audio-hypnofertility-ads

 

Apa Penyebab Sakit Punggung dalam Kehamilan Ini?

Meskipun nyeri punggung kehamilan dan nyeri panggul adalah komplikasi kehamilan yang paling umum, penyebabnya tidak diketahui dan mekanismenya belum dipahami dengan baik. Beberapa penelitian menyatakan bahwa peningkatan beban pada tulang belakang dan penurunan stabilitas pada ligament panggul menjadi penyebab utama. Peningkatan diameter perut, berat janin, dan disfungsi otot terbukti berhubungan dengan nyeri punggung bawah dan nyeri panggul selama kehamilan.

Peningkatan mobilitas sendi selama kehamilan juga menjadi salah satu faktor penyebabnya.  Berbagai upaya untuk menyelidiki penyebab peningkatan mobilitas sendi selama kehamilan telah dilakukan; hormon relaxin dilaporkan terkait dengan nyeri panggul selama kehamilan. Hormon reproduksi dan prokolagen dalam serum ditemukan berhubungan dengan nyeri panggul selama akhir kehamilan.

Beberapa penulis menganggap nyeri punggung dan nyeri panggul sebagai kondisi kehamilan yang normal. Gejalanya bisa sangat bervariasi, dan setiap individu mempunyai derajat yang berbeda. Meski demikian, kondisi ini patut dianggap sebagai komplikasi kehamilan bagi perempuan dengan gangguan substansial. Untuk sebagian kecil wanita yang terkena, gejalanya tidak akan berkurang, dan sebaliknya, kondisinya dapat berkembang menjadi nyeri punggung bawah dan nyeri panggul setelah kehamilan yang kronis.