Seperti yang telah Anda ketahui, saat bayi Anda lahir, kepala bayi Anda masih lunak dan terbentuk dari beberapa lempeng tengkorak yang dapat bertumpang tindih. Selama proses persalinan, kepala bayi Anda akan bertumpang tindih untuk menyesuaikan dengan jalan lahir Anda. Seringkali, saat proses persalinan Anda lama, kepala bayi Anda akan tampak lonjong ketika lahir. Pembengkaan atau benjolan pada kepala bayi saat lahir ini disebut juga dengan caput succedaneum. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai caput succedaneum.

ini adalah termasuk Trauma Lahir. silahkan buka juga di artikel ini = https://www.bidankita.com/trauma-lahir-pada-bayi/

Apa penyebabnya?

panduan-audio-hypnofertility-ads

Caput Succedaneum pada umumnya disebabkan oleh tekanan yang diterima oleh kepala bayi selama proses persalinan. Kondisi ini seringkali terjadi apabila proses persalinan Anda lama, macet, atau melibatkan intervensi seperti vacuum atau forceps. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya caput succedaneum:

  • Ketuban pecah dini

Salah satu penyebab caput succedeneum yang cukup umum terjadi adalah ketuban pecah dini. Selama proses persalinan, cairan dan selaput ketuban berfungsi sebagai bantal bagi kepala bayi Anda. Selaput ketuban ini dapat mengurangi tekanan yang diterima oleh kepala bayi Anda selama persalinan. Apabila Anda mengalami KPD (Ketuban Pecah Dini), kepala bayi Anda tidak akan mendapatkan bantalan yang dapat meredam berbagai tekanan di jalan lahir, menyebabkan caput succedeneum. Karena hal ini juga, bahkan bayi yang lahir dengan operasi cesar juga dapat mengalami caput succedeneum.

  • Oligohydramnios

Selain ketuban pecah dini, oligohydramnios atau ketuban kurang juga merupakan salah satu hal yang berhubungan dengan ketuban yang dapat menyebabkan caput succedaneum. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, karena cairan ketuban berfungsi sebagai bantal bagi bayi Anda selama proses persailnan, apabila cairan ketuban Anda kurang, tekanan yang diterima oleh kepala bayi Anda juga akan semakin besar, menyebabkan caput succedeneum. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai volume ketuban, klik disini.

  • Penggunaan vacum dan forceps

Apabila Anda melahirkan dengan bantuan vacum atau forceps, besar kemungkinannya bahwa bayi Anda akan mengalami caput succedeneum akibat tekanan tambahan yang diterima dari vacum atau forceps tersebut.

  • Persalinan lama

Ada banyak hal yang menyebabkan persalinan menjadi lebih lama atau macet (persalinan yang berlangsung lebih dari 18 jam). Pada umumnya, semua bayi akan mendapat tekanan pada kepala dan tubuhnya selama proses persalinan, namun apabila proses persalinan berlangsung lancar dan cepat, bayi Anda akan tidak akan mengalami pembengkaan apapun. Namun, apabila persalinan Anda lama atau macet, bahkan tekanan sekecil apapun dapat menyebabkan caput succedaneum. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai persalinan lama, klik disini.

  • Bayi besar

Ukuran dan posisi bayi memiliki peran yang cukup besar untuk menentukan proses persalinan Anda. Apabila bayi Anda besar, Anda mungkin akan mengalami persalinan yang lama, menyebabkan caput succedaneum. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bayi besar, klik disini.

  • Posisi bayi tak optimal

Sama seperti ukuran bayi besar, posisi bayi yang tak optimal juga dapat menyebabkan proses persalinan Anda menjadi lebih lama. Ditambah lagi, posisi bayi yang tidak optimal biasanya juga menyebabkan ketuban pecah dini. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai posisi bayi dalam kandungan, klik disini.